Kasus COVID Terus Melonjak, Ini Program Pemprov DKI yang Dinilai Salah Kaprah

Andika PratamaAndika Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2020
Kasus COVID Terus Melonjak, Ini Program Pemprov DKI yang Dinilai Salah Kaprah

Gubernur DKI Anies Baswedan. Foto: ANTARA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penambahan angka kasus positif COVID-19 di Jakarta terus meningkat. Akibatnya, ibu kota sekarang kembali menempati urutan pertama provinsi dengan kasus tertinggi di Indonesia.

Pengamat perkotaan, Azas Tigor Nainggolan menilai, peningkatan angka COVID- 19 ini menandakam Gubernur DKI Anies Baswedan gagal total dalam menangani pandemi di Jakarta. Ia mencontohkan kebijakan ganjil genap yang nyata-nyata tak memiliki dampak positif.

Baca Juga

Sinovak Kirim Konsentrat 50 Juta Dosis Vaksin COVID-19 ke Bio Farma

"Terus meningkatnya jumlah kasus positif COVID- 19 menunjukan bahwa penerapan ganjil genap di Jakarta tidak mampu mencegah penyebaran atau penularan di Jakarta," kata Tigor kepada MerahPutih.com di Jakarta, Sabtu (22/8).

Tigor menyebut, yang paling penting dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta itu bukan membatasi kendaraan pribadi, tapi pengawasan pelaksanaan pembatasan masa transisi dan melaksanakan Protokol Kesehatan secara baik.

Pelanggaran pembatasan masa transisi seperti jam kerja juga jumlah pekerja yang bekerja di Jakarta dan Protokol Kesehatan semisal tidak memakai masker saja masih sering terjadi di Jakarta.

"Sejak awal saya sudah mengatakan bahwa tidak ada hubungan ganjil genap dengan upaya dalam penganan pandemi COVID 19 di Jakarta," imbuh Koordinator Forum Warga Kota Jakarta ini.

Azas Tigor Nainggolan. (Foto: MP/John Abimanyu)
Azas Tigor Nainggolan. (Foto: MP/John Abimanyu)

Ia melihat, persoalan peningkatan angka kasus positif COVID-19 di Jakarta tidak bisa di dekati dengan kebijakan ganjil genap. Karena penggunaan dan pengaturan penggunaan ganjil genap sebagai rem emergensi pada masa pandemi adalah salah.

Seharusnya pada masa transisi ini perkantoran hanya boleh mengoperasikan pekerjanya sebesar 50% saja. Tetapi fakta perkantoran atau perusahaan itu memperkejakan pekerjanya 100 % dan ini yang menyebabkan tingginya pergerakan masyarakat di Jakarta dan ke Jakarta.

"Pemerintah mestinya fokus menegakkan dan mengawasi penerapan PSBB masa transisi. Anies seharusnya mengawasi dan melaksanakan PSBB transisi agar perkantoran atau perusahaan taat menerapkan operasional pekerjanya hanya 50% dan terlaksananya Protokol Kesehatan secara baik di Jakarta," imbuh Tigor.

Baca Juga

Go Ara Jalani Tes COVID-19 Setelah Lawan Mainnya di Drama Positif COVID-19

Tigor mendesak Anies mencabut sistem ganjil genap bagi kendaraan pribadi, mobil pribadi dan sepeda motor baik itu pada jam tertentu. Justru yang harus dilakukan Anies Baswedan dan seluruh aparat pemprov Jakarta adalah bekerjalah secara baik dan benar menolong masyarakat Jakarta agar tidak menjadi korban COVID 19.

"Anies Baswedan baiknya bekerja dengan profesional dan memimpin aparatnya untuk bekerja secara profesional menegakan PSBB Transisi dan protokol kesehatan di Jakarta," tutup Tigor. (Knu)

#COVID-19 #Pemprov DKI #Anies Baswedan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Polemik Konser Andrea Bocelli: Pramono Anung Ikut Pusat, Promotor Siapkan Donasi Besar untuk Palestina
Penasaran dengan nasib konser Andrea Bocelli di Jakarta yang sempat memicu penolakan? Gubernur Pramono Anung akhirnya buka suara soal polemik perizinan. Cek faktanya di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 November 2026
Polemik Konser Andrea Bocelli: Pramono Anung Ikut Pusat, Promotor Siapkan Donasi Besar untuk Palestina
Indonesia
CFD Sudirman-Thamrin Minggu Besok Ditiadakan, Lokasi Digeser ke Kebayoran Lama
Kegiatan Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin Minggu, 25 Oktober 2026 ditiadakan karena ada Jakarta Running Festival, dan dialihkan ke Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama.
Wisnu Cipto - Kamis, 22 Oktober 2026
CFD Sudirman-Thamrin Minggu Besok Ditiadakan, Lokasi Digeser ke Kebayoran Lama
Berita Foto
Pemprov DKI Perluas Akses Hunian Layak lewat Pembiayaan Rumah
Suasana pemukiman padat penduduk di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 12 Oktober 2026
Pemprov DKI Perluas Akses Hunian Layak lewat Pembiayaan Rumah
Indonesia
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Bank Jakarta dan PAM Jaya bakal IPO. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, Pemprov tetap memegang saham mayoritas.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Direncanakan Sejak Era Fauzi Bowo, Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027
Proses pembebasan lahan yang berjalan secara bertahap sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.
Yusuf Abdillah - Senin, 14 September 2026
Direncanakan Sejak Era Fauzi Bowo, Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027
Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Indonesia
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Difokuskan pada antisipasi kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran, dan penurunan kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Rabu, 02 September 2026
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Jakarta Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen pada 2030
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Jakarta Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen pada 2030
Bagikan