Kasus COVID-19 Solo Meroket Dalam Sehari, Terbanyak Sejak Kasus Pertama Muncul

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 16 Oktober 2020
Kasus COVID-19 Solo Meroket Dalam Sehari, Terbanyak Sejak Kasus Pertama Muncul

Petugas Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo menjemput pasien COVID-19 yang dikarantina di gedung SD, Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/10). (Foto: MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Satgas Penanganan COVID-19 Solo, Jawa Tengah mencatat adanya penambahan kasus baru corona sebanyak 32 kasus dalam sehari. Dengan pertambahan kasus ini, jumlah total COVID-19 Solo sebanyak 864 orang.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Solo Ahyani mengatakan, penambahan jumlah kasus tersebut menjadi yang terbanyak semenjak kasus pertama COVID-19 ditemukan di Solo pada tanggal 13 Maret lalu.

"Tambahan kasus ini kami temukan mayoritas didominasi hasil tracing sebanyak 24 kasus dari 10 kasus induk. Sedangkan sisanya tujuh kasus dari pasien suspek naik kelas dan satu kasus dari uji swab mandiri," ujar Ahyani, Jumat (16/10).

Baca Juga:

Pemkot Solo Ubah Aturan Penanganan COVID-19, Anak di Atas 5 Tahun Boleh Masuk Mal

Ia menjelaskan, dari 10 kasus induk dikatahui membawa 24 kasus, tiga di antaranya merupakan klaster keluarga, yakni masing-masing klaster di Kelurahan Gandekan yang bertambah enam kasus baru. Kemudian di Jagalan membawa empat ekor kasus baru serta di Kelurahan Kentingan yang juga membawa empat ekor kasus baru.

"Sisanya terdapat 10 dari tujuh kasus induk. Ada yang membawa ekor satu, dua dan tiga," katanya.

   Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani. (MP/Ismail)
Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Solo Ahyani. (Foto: MP/Ismail)

Ia menjelaskan, dari klaster keluarga sebanyak 17 orang yang dikarantina di gedung SD Gandekan, Solo, dari hasil tes swab 6 orang positif. Sementara itu, sisanya 11 orang tetap melanjutkan karantina selama 14 hari.

"Kami lakukan tracking lagi. Masyarakat perlu kami ingatkan lagi untuk disiplin mematuhi 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun)," kata dia.

Baca Juga:

17 Warga Solo Diisolasi Seusai Kontak dengan Nakes Positif, Warga Gotong Royong Suplai Makanan

Ahyani menambahkan, dengan adanya penambahan 32 kasus tersebut, angka kumulatif COVID-19 di Solo mencapai 864 orang, dengan perincian 60 orang rawat inap, 136 orang isolasi mandiri, 637 orang sembuh dan 31 orang meninggal dunia. Sedangkan catatan kumulatif pasien suspek tercatat 1.239 orang, dengan rincian 1.145 discard, 18 orang dirawat inap (suspek aktif).

"Terdapat delapan orang isolasi mandiri, dan 66 suspek meninggal dunia di Solo yang terpapar COVID-19" pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Pemkot Solo Temukan Klaster Warung Makan Soto, COVID-19 Solo Tembus 825 Orang

#Kota Solo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Solo Makin Jauh Dari Kota Paling Toleran, Wali Kota Siapkan Berbagai Festival
Pihaknya optimis dengan upaya-upaya ini dapat memperkuat citra Kota Solo sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dan kerukunan antar umat beragama.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Solo Makin Jauh Dari Kota Paling Toleran, Wali Kota Siapkan Berbagai Festival
Indonesia
Motif di Balik Apel ASN Solo Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran Depan Gunungan Sampah
Lokasi apel yang tidak biasa ini dipilih sebagai simbol bahwa persoalan sampah di Kota Surakarta adalah tantangan nyata yang harus ditangani serius.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
Motif di Balik Apel ASN Solo Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran Depan Gunungan Sampah
Indonesia
Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp 218 Miliar, Pemkot Solo Lakukan Rasionalisasi APBD 2026
Sekda Kota Solo tegaskan pemotongan TKD bersifat sementara dan akan disesuaikan kembali mengikuti perkembangan ekonomi nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Oktober 2025
Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp 218 Miliar, Pemkot Solo Lakukan Rasionalisasi APBD 2026
Indonesia
UEA Resmi Hibahkan RS Kardiologi Emirates-Indonesia Senilai Rp 417,3 Miliar ke Pemkot Solo
RS Kardiologi dibangun menggunakan dana hibah UEA nilai mencapai Rp 417,3 miliar atau setara USD 25 juta saat pemerintahan Walkot Solo Gibran Rakabuming Raka.
Frengky Aruan - Selasa, 30 September 2025
UEA Resmi Hibahkan RS Kardiologi Emirates-Indonesia Senilai Rp 417,3 Miliar ke Pemkot Solo
Indonesia
Rudy Jabat Plt DPD PDIP Jateng, Teguh Gantikan Jadi Ketua PDIP Solo
“Dalam rapat yang digelar Jumat malam dihadiri anggota dewan, Pengurus DPC dan PAC, saya dipilih menjadi Plt Ketua DPC PDIP Kota Solo menggantikan FX Hadi Rudyatmo yang ditunjuk Ketum Megawati Soekarnoputri menjadi Plt Ketua DPD PDIP Jateng,” kata Teguh
Frengky Aruan - Sabtu, 23 Agustus 2025
Rudy Jabat Plt DPD PDIP Jateng, Teguh Gantikan Jadi Ketua PDIP Solo
Indonesia
501 Warga Binaan Rutan Kelas 1 Solo Dapat Remisi
Remisi ini dapat mengurangi angka penghuni di Rutan Kelas 1 Surakarta.
Frengky Aruan - Selasa, 19 Agustus 2025
501 Warga Binaan Rutan Kelas 1 Solo Dapat Remisi
Indonesia
Rumah Kecil Pahlawan Nasional Slamet Riyadi Memprihatinkan, DPRD Solo Ajukan Dana Revitalisasi APBD
Rumah kecil Slamet Riyadi terakhir direhab tahun 1937.
Frengky Aruan - Senin, 18 Agustus 2025
Rumah Kecil Pahlawan Nasional Slamet Riyadi Memprihatinkan, DPRD Solo Ajukan Dana Revitalisasi APBD
Indonesia
SDN Masih Kurang Siswa, DPRD Solo Pertanyakan Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Jenjang SD
Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto mengatakan sampai saat ini mendapatkan penjelasan resmi terkait mekanisme seleksi, rekrutmen siswa, kurikulum, hingga dampak terhadap keberadaan SD reguler yang sudah eksis di Kota Solo.
Frengky Aruan - Jumat, 25 Juli 2025
SDN Masih Kurang Siswa, DPRD Solo Pertanyakan Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Jenjang SD
Indonesia
Terlempar dari Daftar 10 Besar Kota Toleransi, Walkot Solo: Kami Sedang Menyusun Perda
Pemkot Solo akan membuat program supaya Solo masuk lima besar kota paling toleransi di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Mei 2025
Terlempar dari Daftar 10 Besar Kota Toleransi, Walkot Solo: Kami Sedang Menyusun Perda
Indonesia
Demo Hari Buruh Internasional Solo, Massa Soroti Gelombang PHK Massal
Massa mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang tidak prorakyat.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Mei 2025
Demo Hari Buruh Internasional Solo, Massa Soroti Gelombang PHK Massal
Bagikan