Kasus COVID-19 Merebak kembali di AS, Senator Serukan Vaksin
Kasus COVID-19 Merebak kembali di AS, Senator Serukan Vaksin
ELIZABETH Warren telah dinyatakan positif COVID-19. Senator Amerika Serikat tersebut mengumumkan diagnosisnya pada Minggu (19/12). “Saya secara rutin melakukan tes COVID dan sementara saya dites negatif awal pekan ini, hari ini saya dinyatakan positif dengan kasus terobosan,” ujar Warren melalui unggahan di akun Twitter resminya.
“Untungnya, saya hanya mengalami gejala ringan dan bersyukur atas perlindungan yang diberikan terhadap penyakit serius yang datang dari vaksinasi dan booster,” tambahnya. Senator senior AS itu masih beraktivitas di ruang sidang senat beberapa hari sebelum lembaga itu memasuki masa reses. Tak disebutkan bagaimana ia beisa terjangkit dan varian apa yang menjangkiti.
BACA JUGA:
Warren melanjutkan pernyataannya dengan memohon kepada masyarakat untuk menerima vaksinasi tambahan terhadap COVID-19, agar bisa membantu mengurangi penyebaran virus dan bisa mengurangi potensi gejalanya.
“Ketika kasus meningkat di seluruh negeri, saya mendesak semua orang yang belum melakukannya untuk mendapatkan vaksin dan booster sesegera mungkin. Ayo kita bersama-sama dan kita masih bisa menyelamatkan nyawa,” ajak Warren.
Berita tentang diagnosis senator tersebut sudah tersebar kepada masyarakat. Warren muncul di tengah kekhawatiran baru tentang COVID-19 dan varian baru omicron yang lebih mudah menular. Varian virus ini pertama kali dilaporkan sebuah penelitian di Afrika Selatan pada November. Kasus pertama di Amerika Serikat ditemukan pada awal Desember.
Merebaknya kasus baru di AS ini tak hanya menjangkiti Warren, senator lainnya, Corry Booker juga mengumumkan dirinya positif COVID-19. "Saya didiagnosis COVID-19 hari ini setelah merasakan gelaja sejak Minggu (19/12). Beruntung saya hanya merasakan gelaja ringan. Itu berkat dosis vaksin yang saya terima," ujarnya dalam unggahan di Twitter.
Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia percaya bahwa kasus omicron di Amerika Serikat akan berlipat ganda setiap satu setengah hingga tiga hari. Para ahli juga percaya varian tersebut akan menjadi jenis dominan COVID-19 selama beberapa minggu mendatang. Beberapa hari lalu, New York telah memecahkan hitungan diagnosis COVID-19 tertinggi dalam dua hari berturut-turut.
Presiden Joe Biden diperkirakan akan berpidato kepada masyarakat pada Selasa (21/12), yang berfokus untuk pada ancaman yang ditimbulkan varian omicron.
Kepala penasihat medis Dr Anthony Fauci menyampaikan peringatannya dalam sebuah penampilan di CNN edisi Minggu. “Kita akan melihat tekanan yang signifikan di beberapa wilayah negara pada sistem rumah sakit, terutama di daerah-daerah yang memiliki tingkat vaksinasi rendah,” ujarnya.
Fauci menegaskan, ini adalah salah satu alasan kami terus menekankan pentingnya vaksinasi bagi orang-orang yang belum divaksinasi.(frs)
Bagikan
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta