KASBI Tepis Isu People Power di May Day 2019

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Rabu, 01 Mei 2019
KASBI Tepis Isu People Power di May Day 2019

Serikat Buruh KASBI (Foto: Facebook Pusat konfederasi Kasbi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Massa buruh dari elemen Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menyebut adanya isu 'People Power' dalam perayaan May Day 1 Mei 2019 hari ini sangat berlebihan.

Ketua Umum Kasbi, Nining Elitos mengatakan buruh hanya menyampaikan keluhan yang dirasa terkait sistem perburuhan di Tanah Air selama ini.

Buruh sedang berkumpul di halaman Monas sebelum memulai aksi jalan kaki ke Istana.(MP/Venansius Fortunatus)
Buruh sedang berkumpul di halaman Monas sebelum memulai aksi jalan kaki ke Istana.(MP/Venansius Fortunatus)

“Rakyat yang penting hari ini adalah mereka mendapatkan pekerjaan, bagaimana mereka dapatkan upah yang layak dan memiliki tempat tinggal dan bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya di, Jakarta, Rabu (1/5).

Dia menegaskan, massa buruh tidak ada kaitan dengan situasi politik di Indonesia dewasa ini, apalagi pasca Pemilu 2019 lalu. Untuk itu ia mengaku kecewa karena aksi disekat tidak boleh ke depan kawasan Istana Negara.

“Terlalu naif bagi kami bahwa rezim hari ini melihat buruh turun kejalan adalah sebagai people power. Nah People Power ini akan dilakukan oleh rakyat ketika rezim tidak lagi berpihak kepada rakyat,” katanya.

Terakhir, dia menyebut siapapun yang memimpin Indonesia nantinya bisa lebih memikirkan nasib rakyat. Tak lupa juga tentunya nasib kamu buruh. “Bukan tunduk pada kehendak pesanan kaum pemodal, bukan pesanan kapitalis,” ujarnya.

Sekitar pukul 17.30 WIB sendiri massa buruh dari berbagai elemen yang merayakan May Day 1 Mei mulai bertolak pulang. Lembubaran mereka diiringi dengan dinyalakannya suar dan kembang api berwana hijau, merah, dan biru yang dihidupkan serta petasan yang ditembak ke langit.

Jalan di sana yang sempat ditutup kembali dibuka. Arus lalu lintas pun kembali normal dan bisa dilintasi seperti biasa lagi. (Knu)

Baca Juga:Penggagas Ijtima Ulama III: Masyarakat Ingin Mendengar Opini Selain MUI

#May Day #Aksi Buruh #Hari Buruh #Demo Buruh
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Buruh menggelar aksi demo menuntut kenaikan UMP DKI Jakarta 2026. KSPI menilai upah Rp 5,73 juta terlalu kecil dan tidak sesuai biaya hidup ibu kota.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Indonesia
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Ratusan buruh akan menggelar aksi serentak di Jakarta pada Kamis (15/1). Sejumlah tuntutan bakal dilayangkan, termasuk revisi UMP DKI.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Indonesia
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Aksi ini akan diikuti ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Jakarta dengan konvoi sepeda motor.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Indonesia
Aksi Tolak UMP Jakarta 2026 Terus Berlanjut, Gubernur DKI Pramono Anung: Nominal Diputuskan dari Aspirasi Buruh dan Pengusaha
Aksi buruh menolak UMP Jakarta 2026 Rp 5,72 juta terus berlanjut. Gubernur DKI Pramono Anung menjelaskan dasar penetapan sesuai PP Nomor 49 Tahun 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 30 Desember 2025
Aksi Tolak UMP Jakarta 2026 Terus Berlanjut, Gubernur DKI Pramono Anung: Nominal Diputuskan dari Aspirasi Buruh dan Pengusaha
Indonesia
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
Penetapan UMP Jakarta 2026 mendapat penolakan. Para buruh siap mengambil jalur hukum untuk menolak kebijakan tersebut.
Soffi Amira - Senin, 29 Desember 2025
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
Indonesia
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
UMP Jakarta 2026 dinilai terlalu kecil. Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, bahwa gaji di Sudirman lebih kecil dibanding Karawang.
Soffi Amira - Senin, 29 Desember 2025
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
Indonesia
Ada Demo Buruh Tolak UMP Jakarta 2026 Hari ini, Polisi Jamin tak Ada Penutupan Jalan
Demo buruh tolak UMP Jakarta 2026 akan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/12). Polisi mengatakan, tidak ada penutupan jalan.
Soffi Amira - Senin, 29 Desember 2025
Ada Demo Buruh Tolak UMP Jakarta 2026 Hari ini, Polisi Jamin tak Ada Penutupan Jalan
Indonesia
Buruh Gelar Aksi Protes Besaran UMP Jakarta 2026, Bawa 3 Tuntutan
"Adalah sebuah ketimpangan yang tidak masuk akal ketika UMP Jakarta justru lebih rendah dibandingkan UMK di daerah penyangga seperti Kota Bekasi yang berada di kisaran Rp5,99 juta."
Frengky Aruan - Senin, 29 Desember 2025
Buruh Gelar Aksi Protes Besaran UMP Jakarta 2026, Bawa 3 Tuntutan
Indonesia
UMP 2026 Terancam Anjlok, Legislator PDIP Tagih Janji Hidup Layak Sesuai Konstitusi
UMP yang realistis seharusnya berada di angka 5,5 hingga 7,5 persen
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Desember 2025
UMP 2026 Terancam Anjlok, Legislator PDIP Tagih Janji Hidup Layak Sesuai Konstitusi
Indonesia
KSPI Batalkan Aksi Buruh 24 November, Tunggu Keputusan Upah Minimum 2026
KSPI dan Partai Buruh menunda aksi 24 November karena pemerintah belum mengumumkan kenaikan upah minimum 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
KSPI Batalkan Aksi Buruh 24 November, Tunggu Keputusan Upah Minimum 2026
Bagikan