Karyawan PT Jayakarta Jasa Bakti yang Disandera OPM Akhirnya Bebas
Tangkapan layar peta Papua. (Foto: MP/Google Maps)
MerahPutih.com - Karyawan PT Jayakarta Jasa Bakti Fandhika Maulana Fitra atau Dhika yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM) sejak Selasa (17/9) lalu akhirnya berhasil dibebaskan pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIT.
"Setelah dilakukan negosiasi antara aparat keamanan dan OPM sekitar 30 menit maka kami berhasil membebaskan Dika," kata Staf Ahli Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Lukas Sadipun, mengonfirmasi pembebasan sandera, kepada media di Jayapura, Rabu (18/9).
Sadipun menjelaskan saat ini Dhika sudah berada di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 1714 Puncak Jaya dan selanjutnya akan dibawa ke Timika pada Kamis (19/9) esok.
Menurut Sadipun, karyawan PT Jayakarta Jasa Bakti itu diperlukan dengan baik dan tidak mendapatkan kekerasan fisik selama menjadi sandera OPM.
Baca juga:
OPM Serang Helikopter di Mimika Papua, Pilot asal Selandia Baru Tewas Ditembak
"Mereka (OPM) merawat dia dan juga memberikan makanan sehingga kami memberikan sejumlah uang kepada mereka," ujar perwira TNI berpangkat melati tiga itu..
Sebelumnya dilansir Antara, karyawan PT Jayakarta Jasa Bakti bernama Fandhika Maulana Fitra atau Dhika disandera OPM pada Selasa (17/9) saat menuju Kampung Kemburu, Kabupaten Puncak.
Karyawan PT Jayakarta Jasa Bakti itu berada di sana untuk melakukan survei dalam rangka pelayanan penerangan menggunakan solar cell ketika ditangkap OPM. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
[HOAKS atau FAKTA]: Donald Trump Pindahkan 1 Juta Orang Israel ke Papua, Prabowo Sudah Oke
Freeport McMoRan Berencana Ajukan Perpanjangan Izin Tambang Usai Rampungkan Pembangunan Smelter
Gempa M 5,5 Maluku Tengah Getarannya Terasa Hingga Papua
Bajak Laut Serbu Kapal IB FISH 7 di Perairan Gabon, 4 Pelaut Indonesia Jadi Sandera Bersenjata
Serangan Terhadap Warga Sipil Terjadi Jelang Natal di Yahukimo, Polisi Duga Pelaku KKB
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Kejar Swasembada Energi, Prabowo Minta Papua Tanam Sawit hingga Singkong
Anggaran Makan Begizi Gratis di Papua Rp 25 Triliun, Lebih Mahal Dibandingkan Jawa
Presiden Larang Dana Otsus Papua Digunakan Buat Perjalanan Luar Negeri