Kapolsek dan 11 Anggota Diciduk, Kompolnas Minta Kapolri Awasi Direktorat Narkoba

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Februari 2021
Kapolsek dan 11 Anggota Diciduk, Kompolnas Minta Kapolri Awasi Direktorat Narkoba

Ilustrasi pemakai narkoba. (Fixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penangkapan terhadap Kompol Yuni Purwanti dalam kasus narkoba seolah jadi tamparan bagi institusi Kepolisian dibawah komando Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto mengingatkan, Polri untuk mengawasi jajaran Direktorat Narkoba secara ketat. Ini agar anggota polisi tidak mudah direkrut oleh sindikat pengedar.

"Perlu pengawasan ketat, khususnya jajaran Direktorat Narkoba karena di sana banyak godaan, lengah sedikit bisa terekrut sindikat," ujar Benny dalam diskusi virtual, Minggu (21/2).

Baca Juga:

Terlibat Narkoba, Bekas Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Punya Harta Rp110 Juta

Benny mengatakan, sindikat narkoba kerap memberikan iming-iming dengan jumlah yang sangat besar kepada jajaran Direktorat Narkoba. Apabila aparat terperangkap godaan tersebut, maka para sindikat berani memberikan uang dengan jumlah yang signifikan.

Menurutnya, peredaran narkoba akan terus terjadi apabila aparat berhasil direkrut sindikat.

"Ini cara kerja sindikat. Di luar negeri juga demikian, kartel-kartel bisa eksis karena dia bisa menggandeng oknum aparat yang bisa dibeli," ungkap mantan Deputi Pemberantasan BNN ini.

Benny menuturkan, para sindikat saat ini sudah tidak memikirkan hukuman mati apabila ditangkap aparat kepolisian.

"Mau diancam hukuman mati, mau ditembak enggak akan takut. Karena cara berpikirnya sudah berubah. Sudah tidak normal lagi," tegas Benny.

Ia menceritakan pengalamannya saat menangkap Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Narkotika yang terlibat sindikat pengedar narkoba pada 2011 dan menangkap anggota keluarga serta anak dan cucu karena menerima uang dari peredaran narkoba yang dikendalikan narapidana bernama Hertony.

"Bayangkan ketika menangkap Kalapas Narkotika Nusakambangan, itu ada napi, anak emas yang setiap saat bisa keluar ikut pacuan kuda," ujar Benny yang juga purnawirawan jenderal bintang dua Polisi ini.

Kompol Yuni Purwanti (kedua kiri) ketika menjadi Kasatnarkoba Polresta Bogor. (Foto: Antara)
Kompol Yuni Purwanti (kedua kiri) ketika menjadi Kasatnarkoba Polresta Bogor. (Foto: Antara)

Menurut Benny, kasus yang menjerat Marwan tersebut tak sedikit berbeda dengan penangkapan aparat penegak hukum. Pemberantasan narkoba di Tanah Air perlu dilakukan secara komprehensif. Caranya, dengan menekan permintaan pasar dan pasokan narkoba.

Di samping itu, ia juga menyarankan supaya aparat berani mengambil tindakan tegas. Sebab, tak sedikit para sindikat narkoba yang sudah dijebloskan ke penjara, justru masih leluasa menjalankan gurita bisnisnya.

"Selama di lapas buat dia kapok, dia suka di lapas karena lebih bebas katanya dalam rangka bertransksi," kata Benny.

Menurutnya, semua aset kekayaan milik para sindikat narkoba bisa digunakan negara, baik untuk keperluan pemberantasan maupun rehabilitasi.

"Kalau itu diterapkan betul, saya yakin pelanggaran oleh oknum ini bisa ditekan," imbuh dia.

Mantan Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni serta belasan anggotanya diamankan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Barat karena dugaan penyalahgunaan narkoba, Rabu (17/2). Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri kemudian mencopot jabatan Kompol Yuni.

Dofiri mengatakan, pihaknya terus mendalami keterlibatan kapolsek dan belasan anggota Polsek Astanaanyar tersebut.

"Kita terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan, kalau memang hal itu benar dan bukti menunjukkan bahwa memang ada keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba, tentunya kita akan melakukan tindakan tegas," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Kasus Narkoba Eks Kapolsek Astana Anyar, Seluruh Polisi di Indonesia Dites Urine

#Narkoba #Kompolnas #Kapolri #Kapolri Listyo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Sebut Ada Dugaan Pidana Pasar Modal, Siap Ambil Tindakan Tegas
Ia berjanji akan mengusut dugaan pelanggaran maupun tindak pidana di pasar modal.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Kapolri Sebut Ada Dugaan Pidana Pasar Modal, Siap Ambil Tindakan Tegas
Indonesia
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Dari 61 saham yang masuk daftar high shareholding concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi, sedikitnya 31 saham telah diperiksa
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Indonesia
PLN Turun Tangan Tahu Lapak Narkoba di Kampung Ambon Berdiri Lagi, Sarang Narkoba Dibikin Gelap Gulita
Cek update terbaru penggerebekan Kampung Ambon! Polisi bersama PLN nekat putus listrik lapak narkoba yang kembali beroperasi. 7 orang diamankan dari lokasi.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
PLN Turun Tangan Tahu Lapak Narkoba di Kampung Ambon Berdiri Lagi, Sarang Narkoba Dibikin Gelap Gulita
Indonesia
Sisir Kampung Ambon, Polisi Amankan Puluhan Senjata Tajam dan Bong
Penyisiran juga mencakup pemeriksaan rumah-rumah yang diduga digunakan sebagai tempat berkumpulnya pengguna maupun pengedar narkotika.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Sisir Kampung Ambon, Polisi Amankan Puluhan Senjata Tajam dan Bong
Indonesia
Kapolri Kerahkan Motor Trail dan ATV Dukung Pemadaman Karhutla Lewat Jalur Darat
Operasi, tegas ia, tidak hanya mengandalkan pengerahan personel, tetapi juga pemanfaatan peralatan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Kapolri Kerahkan Motor Trail dan ATV Dukung Pemadaman Karhutla Lewat Jalur Darat
Indonesia
Mutasi Gelombang Tiga, Kapolri Sasar Bintang Satu dan Kombes
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, rotasi tersebut merupakan bagian dari pembinaan karier sekaligus penyesuaian kebutuhan organisasi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Mutasi Gelombang Tiga, Kapolri Sasar Bintang Satu dan Kombes
Indonesia
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Perintahkan Bawahan Memahami Masyarakat
Setiap anggota dituntut untuk menjalankan tugas secara bertanggung jawab dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Perintahkan Bawahan Memahami Masyarakat
Indonesia
Alat Berat Ratakan Sarang Narkoba, Puluhan Lapak di Kampung Ambon Cengkareng Hancur Tak Tersisa
Petugas gabungan turunkan alat berat untuk bongkar puluhan lapak narkoba di Kampung Ambon, Cengkareng. Simak detail penggerebekan sarang sabu yang disambut sorakan warga di sini.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Oktober 2026
Alat Berat Ratakan Sarang Narkoba, Puluhan Lapak di Kampung Ambon Cengkareng Hancur Tak Tersisa
Indonesia
Ratusan Kawasan Rawan Narkoba Tumbuh di Indonesia, IPW: PR Kapolri
Pemetaan kawasan rawan narkoba dapat menjadi acuan bagi kepolisian dalam menentukan prioritas operasi, terutama di wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat peredaran narkotika.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Ratusan Kawasan Rawan Narkoba Tumbuh di Indonesia, IPW: PR Kapolri
Indonesia
IPW Minta Kapolri Suyudi Jadikan Pemberantasan Narkoba Program 100 Hari Kerja
Kapolri perlu memerintahkan Kabareskrim dan seluruh kapolda agar meningkatkan operasi di wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat peredaran narkoba.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
IPW Minta Kapolri Suyudi Jadikan Pemberantasan Narkoba Program 100 Hari Kerja
Bagikan