MerahPutih.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengeluarkan imbauan kepada seluruh pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) melarang anggotanya melakukan sweeping saat perayaan Natal dan Tahun Baru. Imbauan Kapolri ini disampaikan Kasdam Jaya Brigadir Jenderal TNI Suharyanto.
"Kepada pimpinan ormas diimbau agar tidak melakukan sweeping, kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian sesuai aturan yang berlaku," kata Brigjen Suharyanto, membacakan amanat Kapolri Tito, saat sambutan gelar pasukan Operasi Lilin di Polda Metro Jaya, Jumat (21/12).
Kasdam Jaya menuturkan Polri memperkirakan akan terjadi peningkatan kegiatan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru yang berpotensi menimbulkan kriminalitas. Menurut dia, Polri telah menginventalisir beberapa potensi aksi kejahatan konvensional, aksi terorisme dan aksi intoleransi termasuk sweeping.
"Peningkatan kegiatan masyarakat akan menimbulkan potensi kejahatan jalanan seperti premanisme, pencurian, dan pencopetan," imbuh jenderal TNI AD bintang satu itu, dilansir Antara.
Menurut Suharyanto, aparat gabungan juga akan menjaga potensi kecelakaan moda transportasi laut, udara, dan darat, kemacetan lalu lintas, serta kestabilan harga pangan melalui Operasi Lilin yang digelar 21 Desember 2018-1 Januari 2019.
Untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru kali ini, kata Suharyanto, Polri bersama TNI dan instansi terkait lainnya bakal mengerahkan 167.783 personel guna mengamankan Operasi Lilin 2018. (*)