Kapolri Telusuri Kelalaian Kapolres Atas Peristiwa di Aceh Singkil
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memberikan keterangan terkait kasus pembakaran gereja Aceh Singkil di Rumah Dinas Kapolri, Jakarta, Selasa (13/10). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
MerahPutih Peristiwa - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Pol) Badrodin Haiti menyayangkan sikap underestimate yang diambil oleh kapolres mengenai peristiwa yang terjadi di Aceh Singkil. Dalam kontek ini, ada kelemahan prediksi dari kepala kepolisian resort (kapolres) setempat.
Pengamanan dan antisipasi potensi ancaman keamanan di suatu daerah sangat tergantung pada polisi di satuan wilayah (satwil), termasuk bentrokan antarwarga yang berujung pembakaran gereja HKI, di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Singkil Aceh, Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Selasa (13/10) lalu.
"Sudah ditanya kapolda apakah (polres) butuh back up? Dijawab tidak. Masalah seperti ini memang bergantung pada satwil setempat," kata Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (16/10).
Ia mengatakan, kemampuan antisipasi setiap satwil berbeda. Ada yang memang over dan ada yang underestimate (prediksi rendah).
"Untuk sikap kapolres itu, tentunya ada resikonya," papar Badrodin Haiti.
Pucuk pimpinan institusi seragam coklat ini pun tak menampik atas sikap kapolres yang meremehkan pengamanan terhadap insiden yang menewaskan satu orang tersebut.
"Untuk kapolres pasti kami proses, saat proses bersalah atau tidak. Kok tanya kapolresnya diapain? jangan dicap bersalah dulu," kata Badrodin Haiti.
Sementara itu, kondisi di daerah Aceh Singkil sudah cukup aman. Pasalnya, saat ini di wilayah tersebut ada penambahan pasukan TNI dan Brimob dari Polda Aceh.
"Untuk itu, penambahan anggota pengamanan tersebut saya harapkan bisa memberikan rasa aman di sana. Harus ada kesepakatan yang dibangun bersama," ujar Badrodin Haiti. (gms)
Baca Juga:
Bagikan
Bahaudin Marcopolo
Berita Terkait
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
Kebakaran Gambut Aceh Makin Parah, BPBD Sulit Atasi Tiupan Angin
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
TNI Bersihkan 19 Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Jembatan Bailey Kutablang Aceh Kini Dijaga 24 Jam, Gara-Gara Ini!
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan Ribuan Warga di Aceh Masih Mengungsi Setelah 2 Bulan Lalu di Terjang Banjir
Baleg DPR Dorong Konsideran UU Pemerintahan Aceh tak Dihapus dalam Revisi
Akses Air Bersih Warga Aceh Dikebut, Pemerintah Tambah 57 Titik Sumur Bor
Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh Aman