Kapolri Telusuri Kelalaian Kapolres Atas Peristiwa di Aceh Singkil

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Jumat, 16 Oktober 2015
Kapolri Telusuri Kelalaian Kapolres Atas Peristiwa di Aceh Singkil

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memberikan keterangan terkait kasus pembakaran gereja Aceh Singkil di Rumah Dinas Kapolri, Jakarta, Selasa (13/10). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Pol) Badrodin Haiti menyayangkan sikap underestimate yang diambil oleh kapolres mengenai peristiwa yang terjadi di Aceh Singkil. Dalam kontek ini, ada kelemahan prediksi dari kepala kepolisian resort (kapolres) setempat.

Pengamanan dan antisipasi potensi ancaman keamanan di suatu daerah sangat tergantung pada polisi di satuan wilayah (satwil), termasuk bentrokan antarwarga yang berujung pembakaran gereja HKI, di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Singkil Aceh, Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Selasa (13/10) lalu.

"Sudah ditanya kapolda apakah (polres) butuh back up? Dijawab tidak. Masalah seperti ini memang bergantung pada satwil setempat," kata Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (16/10).

Ia mengatakan, kemampuan antisipasi setiap satwil berbeda. Ada yang memang over dan ada yang underestimate (prediksi rendah).

"Untuk sikap kapolres itu, tentunya ada resikonya," papar Badrodin Haiti.

Pucuk pimpinan institusi seragam coklat ini pun tak menampik atas sikap kapolres yang meremehkan pengamanan terhadap insiden yang menewaskan satu orang tersebut.

"Untuk kapolres pasti kami proses, saat proses bersalah atau tidak. Kok tanya kapolresnya diapain? jangan dicap bersalah dulu," kata Badrodin Haiti.

Sementara itu, kondisi di daerah Aceh Singkil sudah cukup aman. Pasalnya, saat ini di wilayah tersebut ada penambahan pasukan TNI dan Brimob dari Polda Aceh.

"Untuk itu, penambahan anggota pengamanan tersebut saya harapkan bisa memberikan rasa aman di sana. Harus ada kesepakatan yang dibangun bersama," ujar Badrodin Haiti. (gms)

 

Baca Juga:

  1. Nasaruddin Umar Tak Menyangka Ada Bentrok Massa di Aceh Singkil
  2. Din Syamsuddin: Belum Selesai Kasus Tolikara, Muncul Lagi Kasus Serupa
  3. Pembakaran Gereja di Aceh Singkil Diduga Bermotif Politis
  4. Polisi Tetapkan 10 Tersangka Bentrokan di Aceh Singkil
  5. Gusdurian Kecam Pembakaran Gereja di Aceh Singkil
#NAD #Aceh #Pembakaran Gereja #Aceh Singkil #Badrodin Haiti
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Sinopsis Film Pasukan 1000 Janda, Kisah Perjuangan Berdarah Pahlawan Perempuan Aceh
Film Pasukan 1000 Janda memotret perjuangan berdarah Laksamana Malahayati dan laskar Inong Balee melawan penjajah. Tayang di bioskop 12 November 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 21 September 2026
Sinopsis Film Pasukan 1000 Janda, Kisah Perjuangan Berdarah Pahlawan Perempuan Aceh
Indonesia
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Indonesia
DPR Setujui Revisi UU Pemerintahan Aceh Jadi RUU Usul Inisiatif, 27 Ketentuan Diubah
DPR RI menyetujui revisi UU Pemerintahan Aceh. Ada 27 ketentuan yang bakal diubah dalam UU tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Revisi UU Pemerintahan Aceh Jadi RUU Usul Inisiatif, 27 Ketentuan Diubah
Indonesia
Banda Aceh Sempat Ricuh, Polisi Mulai Selidiki Pengibaran Bendera Bulan Bintang
Polda Aceh menyelidiki kerusuhan di Banda Aceh setelah massa mengibarkan bendera bulan bintang saat rangkaian kegiatan zikir dan doa tolak bala.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 17 Agustus 2026
Banda Aceh Sempat Ricuh, Polisi Mulai Selidiki Pengibaran Bendera Bulan Bintang
Indonesia
Yusril Minta Situasi Aceh Tetap Kondusif Usai Kericuhan Peringatan Damai Aceh
Yusril Ihza Mahendra berharap situasi Aceh tetap kondusif setelah kericuhan dalam rangkaian peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 17 Agustus 2026
Yusril Minta Situasi Aceh Tetap Kondusif Usai Kericuhan Peringatan Damai Aceh
Indonesia
Ada Kericuhan di Aceh dan Papua Tengah, Menko Polkam Ingatkan Simbol Negara Wajib Dihormati
Kemenko Polkam juga mengoordinasikan langkah bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait untuk mencegah eskalasi
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 Agustus 2026
Ada Kericuhan di Aceh dan Papua Tengah, Menko Polkam Ingatkan Simbol Negara Wajib Dihormati
Indonesia
Jembatan Enang Enang Diperbaiki Warga Bakal Diperkuat Kementerian PUPR
Jembatan Enang-enang dapat dipakai masyarakat, dengan kendaraan kecil sembari menunggu proses perbaikan dan pembangunan jembatan permanen.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Jembatan Enang Enang Diperbaiki Warga Bakal Diperkuat Kementerian PUPR
Indonesia
Taruna Poltek Malahayati Tewas Korban Ledakan Mesin Kapal ASDP Jadi 3 Orang
Korban terbaru, mahasiswa atas nama Muhammad Zulfikar akhirnya dinyatakan meninggal dunia hari ini setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh selama lebih dari tiga pekan
Wisnu Cipto - Rabu, 01 Juli 2026
Taruna Poltek Malahayati Tewas Korban Ledakan Mesin Kapal ASDP Jadi 3 Orang
Indonesia
Mesin Kapal ASDP Bersandar di Aceh Meledak, 2 Mahasiswa Praktik Poltek Pelayaran Malahayati Gugur
Akibatnya, 15 orang mengalami luka bakar, terdiri dari 14 mahasiswa Poltek Pelayaran Malahayati yang sedang praktik dan seorang anak buah kapal.
Wisnu Cipto - Jumat, 26 Juni 2026
Mesin Kapal ASDP Bersandar di Aceh Meledak, 2 Mahasiswa Praktik Poltek Pelayaran Malahayati Gugur
Berita
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Berdasarkan prakiraan BMKG, hampir seluruh wilayah Aceh berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya pada periode 11 hingga 20 April 2026.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Bagikan