Kapolda Klaim Tidak Pernah Lakukan Kriminalisasi kepada Ulama dan Mahasiswa

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 21 Februari 2017
Kapolda Klaim Tidak Pernah Lakukan Kriminalisasi kepada Ulama dan Mahasiswa

Polisi dalam pengamanan Aksi 212 jilid II. (MP/Dery Ridwansah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kapolda Metro jaya Irjel (Pol) Mochamad Iriawan menegaskasn bahwa pihak kepolisian tidak pernah melakukan kriminalisasi. Pernyataan Iriawan ini setelah tuntutan dari massa Aksi 212 jilid II, di antaranya stop kriminalisasi ulama dan stop kriminalisasi mahasiswa.

"Bagi kami pihak kepolisian tidak ada kriminalisasi. Apa itu kriminalisasi? Kalau mengkriminalisasi itu berarti mencari permasalahan atau perkara yang tidak ada," kata Iriawan ditemui saat berlangsung Aksi 212 di halaman gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (21/2).

Iriawan menjelaskan, pihaknya juga mendapat laporan dari masyarakat dari beberapa perorangan atas laporan tersebut. Hasil laporan tersebut mendorong polisi untuk mengambil langkah dengan penyelidikan.

"Apabila pada proses penyelidikan ditemukan bukti-bukti yang sudah mengarah pada tindak pidana maka dinaikkan statusnya menjadi penyidikan. Kemudian, kami akan memeriksa saksi-saksi untuk memperkuat itu. Tapi hingga saat ini, tidak ada kriminalisasi apalagi dikaitkan dengan ulama," tuturnya.

Irian mengakui sudah memiliki laporan lengkap terkait tidak ada tindakan kriminalisasi terhadap ulama. Selain itu, polisi juga sudah memeriksa saksi ahli.

"Jadi buat polisi tidak ada kriminalisasi dikaitkan dengan ulama. Hasil laporannya ada lengkap dan tidak mengarang-ngarang. Kita juga sudah memeriksa saksi ahli, sudah dihadirkan, tidak ada kriminalisasi," tuturnya.

Di samping itu, lanjutnya, pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan pihak Komisi III DPR untuk membahas masalah tersebut bersama penyidik di mana kriminalisasinya.

"Adapun yang disampaikan ke Komisi III, ya silahkan saja. Nanti mungkin Komisi III akan berkoordinasi dengan kami untuk kita berdiskusi di mana letak kriminalisasinya. Kami ada buktinya ada, laporannya ada, pemeriksaannya juga ada dan hasilnya lengkap semua," ujarnya.

Justru, Iriawan menyambut baik atas bisa berdikusi dengan Komisi III. Kriminalisasi pada perorangan, bukan semua ulama, termasuk pada mahasiswa.

"Kami justru senang, karena kita bisa jelaskan kriminalisasi kepada beberapa perorangan, tidak semua ulama juga, yang ada laporannya saja. Termasuk pada mahasiswa tidak ada buktinya," ucapnya.

Bahkan, Iriawan menjelaskan, peristiwa yang dahulu beberapa oknum yang melakukan kekerasan di depan Istana Presiden. Ia membeberkan memiliki barang bukti, hasil visum yang lengkap.

"Justru saya pertanyakan kepada anggota oknum, salah kami apa? Sampai dianiaya, sampai masuk rumah sakit, sampai kena ginjalnya, justru kami pertanyakan itu," tandasnya. (Abi)

Berita terkini terkait Aksi 212 jilid II dapat dibaca juga di: Aspirasi Masa Aksi 212 Akan Diteruskan ke Presiden

#Kapolda Metro Jaya #Irjen Pol Mochamad Iriawan #Aksi Massa #Aksi Damai
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Polisi Telusuri Aliran Dana Sajam dan Barang Berbahaya Jelang Demo 27 Agustus 2026
Polisi menemukan sajam dan barang berbahaya lainnya menjelang demo 27 Agustus 2026. Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan aliran dana.
Soffi Amira - Kamis, 27 Agustus 2026
Polisi Telusuri Aliran Dana Sajam dan Barang Berbahaya Jelang Demo 27 Agustus 2026
Indonesia
Dasco Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026, Siap Mundur jika Gagal
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan RUU Perampasan Aset disahkan paling lambat 15 Desember 2026.
Soffi Amira - Kamis, 27 Agustus 2026
Dasco Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026, Siap Mundur jika Gagal
Indonesia
RUU Perampasan Aset Ditargetkan Rampung 15 Desember 2026, AMPB: DPR Siap Mundur jika Gagal
AMPB menyampaikan hasil audiensi dengan pimpinan DPR RI. RUU Perampasan Aset ditargetkan rampung 15 Desember 2026.
Soffi Amira - Kamis, 27 Agustus 2026
RUU Perampasan Aset Ditargetkan Rampung 15 Desember 2026, AMPB: DPR Siap Mundur jika Gagal
Indonesia
Lalu Lintas Jakarta Normal saat Demo 27 Agustus 2026, Polda Metro Jaya: Tidak Ada Penutupan Jalan
Lalu lintas Jakarta saat demo 27 Agustus 2026 tetap normal. Polda Metro Jaya menyebutkan, bahwa tidak ada penutupan jalan.
Soffi Amira - Kamis, 27 Agustus 2026
Lalu Lintas Jakarta Normal saat Demo 27 Agustus 2026, Polda Metro Jaya: Tidak Ada Penutupan Jalan
Indonesia
Massa AMPB Bertemu Pimpinan DPR, Desak RUU Perampasan Aset Segera Disahkan
Massa AMPB menemui pimpinan DPR. Mereka mendesak RUU Perampasan Aset segera disahkan.
Soffi Amira - Kamis, 27 Agustus 2026
Massa AMPB Bertemu Pimpinan DPR, Desak RUU Perampasan Aset Segera Disahkan
Indonesia
Rekening Mandiri Donasi Warga Pati Bisa Dibuka 5 Hari Kerja Paling Cepat 31 Agustus, Padahal Aksi Damai di DPR Tanggal 27
Aktivisi Pati Supriyono mengaku tidak bisa bertransaksi menggunakan rekening Bank Mandiri atas namanya sejak Jumat 22 Agustus lalu.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
Rekening Mandiri Donasi Warga Pati Bisa Dibuka 5 Hari Kerja Paling Cepat 31 Agustus, Padahal Aksi Damai di DPR Tanggal 27
Indonesia
Massa Sempat Ricuh Mas Botok Pati Masuk Mobil Polisi di DPR, Polda Tepis Isu Penangkapan
Sebagian massa Pati di lokasi mengira Mas Botok akan diamankan kepolisian. Karena situasi di lokasi semakin ramai, akhir batal berangkat ke Polda.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
Massa Sempat Ricuh Mas Botok Pati Masuk Mobil Polisi di DPR, Polda Tepis Isu Penangkapan
Indonesia
Bantah Isu Demo Besar Buruh Agustus 2026, Said Iqbal: Tidak Ada Rencana Aksi
Said Iqbal memastikan buruh KSPI dan Partai Buruh tidak akan menggelar aksi besar Agustus-September 2026. Namun, empat tuntutan ketenagakerjaan tetap diperjuangkan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
Bantah Isu Demo Besar Buruh Agustus 2026, Said Iqbal: Tidak Ada Rencana Aksi
Indonesia
Demo Mahasiswa di Jakarta, Jumat (19/6), Masyarakat Diimbau Hindari Lokasi
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menghindari titik-titik lokasi yang menjadi lokasi aksi demonstrasi.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Demo Mahasiswa di Jakarta, Jumat (19/6), Masyarakat Diimbau Hindari Lokasi
Indonesia
Ribuan Aparat Jaga Demo di Ring 1 Jakarta Hari ini, Kapolres Jakpus : jangan Terpancing dan Emosi
Pengamanan difokuskan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat konsentrasi massa, termasuk kawasan Silang Selatan Monas, Gedung MPR/DPR RI, hingga Bundaran HI.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Ribuan Aparat Jaga Demo di Ring 1 Jakarta Hari ini, Kapolres Jakpus : jangan Terpancing dan Emosi
Bagikan