Kampanye Pikirin Dulu Ajak Anak Muda Lebih Peduli Keberlanjutan Lingkungan
Perwakilan mahasiswa UI mendengar paparan tentnag pogram keberlanjutan. (Foto: Aqua)
PABRIK Aqua di daerah Ciherang, Jawa Barat, mendadak digeruduk mahasiswa berjaket kuning. Para mahasiswa tidak sedang berdemo. Mereka datang untuk melihat dan mengenal lebih dekat proses produksi air kemasan berlogo tiga gunung tersebut. Kehadiran mahasiswa Universitas Indonesia tersebut merupakan bagian dari rangkaian kampanye Pikirin Dulu.
Kampanye Pikirin Dulu, menurut Corporate Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin, bertujuan untuk mengajak generasi muda agar lebih peduli dan mengenal pentingnya konsumsi bertanggung jawab dengan memilih produk ramah lingkungan.
Baca juga:
“Kami juga ingin terlibat lebih banyak dalam membangun generasi muda lebih positif bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Arif Mujahidin.
Di salah satu dari 21 satu pabrik air kemasan itu, para mahasiswa menelusuri hampir seluruh area seluas 8,9 hektar. Di sana mereka melihat prinsip Blue Operations dengan fokus pada lima area, meliputi Bijak Berplastik, Efisiensi Air, Efisiensi Energi, Blue In (edukasi keberlanjutan pada karyawan), dan Blue Out (edukasi keberlanjutan pada masyarakat sekitar).
Pada kesempatan itu Kepala Pabrik AQUA Ciherang Joko Prasojo menegaskan pihaknya terus berkomitmen untuk dapat menghadirkan produk air mineral berkualitas dengan melakukan serangkaian upaya untuk melindungi kealamian ekosistem di sekitar sumber airnya, memastikan proses produksi secara higienis dan terjaga, serta memproses produk dengan seksama melalui sistem terintegrasi menyeluruh tanpa tersentuh tangan.
Baca juga:
“Kami juga berupaya untuk memastikan operasional perusahaan dilakukan secara efisien misalnya dengan terus menekan lepasan karbon dan mengurangi emisi gas rumah kaca, pemanfaatan energi yang terbarukan melalui PLTS Atap, menggunakan air secara efisien, hingga melakukan berbagai upaya pengelolaan sampah,” kata Joko Prasojo.
Setiap produk, lanjut Joko Prasojo, dipastikan kualitas dan kemurnian dengan melewati proses pengecekan 400 parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi. Setiap sumber air juga telah melalui sembilan kriteria pemilihan, lima tahapan, serta minimal satu tahun penelitian.
Dalam menjaga sumber air tersebut, Head of Climate and Stewardship Danone Indonesia Ratih Anggraeni menyampaikan pihaknya telah mengembangkan konservasi air di seluruh wilayah operasional dengan pendekatan sumber daya air terpadu dari hulu ke hilir, sehingga kelestarian air dan lingkungan tetap terjaga.
“Pabrik Ciherang juga sudah mengembangkan berbagai program konservasi air secara konsisten dilakukan untuk menjaga keberlanjutan air di sub-Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane Hulu,” kata Ratih Anggraeni.
Di wilayah hulu atau daerah tangkapan air, lanjutnya, beberapa program dikembangkan untuk meresapkan lebih banyak air ke dalam tanah, di antaranya dengan menanam hingga lebih dari 45.000 pohon, kolam air (water pond), membangun 68 unit sumur resapan, membuat 9.000 lubang biopori sebagai tempat resapan air, dan 784 rorak. Selain itu, di area fasilitas produksi, kami juga membangun instalasi Panen Air Hujan (PAH) skala besar. (*)
Baca juga:
Bagikan
Yudi Anugrah Nugroho
Berita Terkait
Pramono Ingin Kembangkan Sanitasi Ramah Lingkungan
2 Pemuda Lumajang Berhasil Olah Limbah MBG Jadi Produk Ramah Lingkungan, Buka Lapangan Kerja Baru
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemerintah Anugerahkan Kalpataru Lestari untuk Pejuang Hijau
Belajar dari Kearifan Lokal, Merawat Bumi Lewat Cara yang Sudah Lama Kita Punya
Jerry Hermawan Lo Kunjungi Pembangkit Listrik Energi Hijau Pertama di Karimun
Benoa Bali Kantongi Predikat Pelabuhan Hijau
Tim D'BASE dari BINUS ASO Siap Bertanding di Shell Eco-marathon Asia-Pacific and the Middle East 2025
10,3 Juta Penumpang Manfaatkan Face Recognition, KAI Kurangi Limbah Kertas
Buka Cabang di BSD, %Arabica Usung Konsep Ramah Lingkungan
Casio Luncurkan G-SHOCK GMAP2100ST, Jam Tangan yang Ramah Lingkungan