Parenting

Kalem, Begini Mengatasi Perseteruan Antarsaudara

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 19 Januari 2022
Kalem, Begini Mengatasi Perseteruan Antarsaudara

Memiliki anak yang jarak usianya dekat bukanlah hal mudah. (unsplash Emma Bauso)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERKELAHIAN tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak dan balita. Mereka hanyalah anak kecil yang tidak tahu bagaimana menunjukan rasa ketidakpuasan dengan benar. Anak-anak cenderung akan membuat ulah seperti menendang anak lain, membentak, menggigit, ataupun berteriak.

Anak-anak dengan jarak umur yang tak berbeda jauh cenderung punya potensi untuk punya rasa bersaing. Menhadapi perseteruan mereka tentu tidak semudah yang dibayangkan. Terlebih jika kedua anak tersebut sama-sama memiliki sifat tidak ingin menggalah dan menggangap diri benar. Para orangtua dengan anak yang berjarak umur berdekatan harus cerdik memutar akal untuk menghadapi pertengkaran antarsaudara ini. Seperti dilansir Pinkvilla, berikut beberapa cara yang bisa membantu para orangtua menengahi pertikaian antaranak yang jarak usianya berdekatan.


1. Pilih Waktu yang Tepat untuk Turun Tangan

anak-anak
Lihat kondisi terlebih dahulu apakah mereka bisa menyelsaikan masalah mereka atau tidak. (pexels Monstera)


Banyak yang menganggap perdebatan antaranak merupakan hal yang umum dan menyarankan agar mereka menanganinya sendiri. Namun, jika kamu melihat akan adanya kemungkinan terjadi perkelahian, lebih baik kamuu segera turun tangan untuk memisahkannya sebelum mereka terluka.

Saat yang tepat untuk turun tangan menghentikan perkelahian mereka ialah sebelum terjadi tangisan. Kamu dapat memisahkan mereka segera atau meminta mereka masuk ke ruangan terpisah untuk menenangkan diri.


2. Jangan Kehilangan Kendali Kesabaran

orangtua
Kendalikan emosimu agar tidak membuat keadaan semakin kacau.(pexels August de Richelieu)


Jika mengethaui anak bertengkar tentunya wajar orangtua marah. Namun, jangan sampai kamu kehilangan kendali atas kesabaran karena itu akan lebih menyakiti mereka kembali. Kamu harus tetap tenang dan sabar untuk menengahi mereka. Selesaikan permasalahan yang mereka buat secara positif tanpa memberi kekerasan kepada anak. Cotohkan perilaku yang baik agar bisa diikuti anak.


3. Pastikan Keduanya Mendapatkan Keadilan

anak-anak
Berikan konsekunsi yang tepat untuk keduanya. (unsplash Artem Podrez)


Setelah mereka tenang, kamu bisa berbicara kepada mereka tentang masalah apa yang terjadi dan berikan konsekuensi yang terlihat adil untuk setiap orang. Jangan menyalahkan salah satunya dan jangan terlalu membenarkan salah satunya juga. Misalnya jika mereka berebut mainan, kamu bisa memberikan konsekuensi dengan mengatakan bahwa tidak akan ada anak yang mendapatkan mainan tersebut. Hal itu dapat mencegah perkelahian dan juga rasa iri dari salah satu anak di masa depan nanti.(pid)

#Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Bagikan