Kalangan Industri Dukung Komitmen Pemerintah untuk Penggunaan Energi Terbarukan

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 24 September 2020
Kalangan Industri Dukung Komitmen Pemerintah untuk Penggunaan Energi Terbarukan

Ilustrasi energi alternatif. Foto: Istimewa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Enegeri dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pemerintah berkomitmen untuk penggunaan energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2030, serta 31% pada 2050.

Pengunaan energi terbarukan juga akan diikuti dengan langkah pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen hingga 2030 dengan usaha sendiri. Tetapi, dengan dukungan internasional, Indonesia dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 41%.

Baca Juga

Penambahan COVID-19 4.634 Pasien, Jokowi Minta Para Menteri Pastikan Bansos di Desa-Desa

Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan, Harris ST MT, menyampaikan, pemerintah Indonesia telah mencanangkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 314 juta ton CO2 di tahun 2030. Estimasi kebutuhan investasi untuk menurunkan emisi sebesar itu mencapai Rp3.500 triliun

Menurutnya, bidang Pembangkit Listrik EBT ditargetkan dapat berkontribusi menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 156,6 juta ton CO2 (atau 49,8% dari total aksi mitigasi sektor energi) dengan kebutuhan investasi sebesar Rp1.690 Triliun.

Ia melanjutkan, pengurangan biaya pada sistem energi dikombinasikan dengan pengurangan udara dan emisi karbon dioksida, akan menghemat hingga 53 miliar dollar AS per tahun, atau diperkirakan 1,7% dari GDP Indonesia tahun 2030.

President Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), Shinta Kamdani mengatakan, dari seluruh sektor, industri memiliki kebutuhan energi terbesar diikuti oleh sektor transportasi, rumah tangga, sektor komersial dan lain-lain.

Menurutnya, mengubah sistem energi konvensional ke energi terbarukan membutuhkan investasi. Meskipun begitu, kata Shinta, jika penggunaan energi baru dan terbarukan dipercepat, investasi tidak lagi menjadi masalah. Apalagi, biaya energi terbarukan kini sudah lebih rendah.

“Menurunnya biaya energi terbarukan telah menciptakan peluang baru untuk pemanfaatannya, termasuk di sektor komersial dan industri. Karena permintaan energi bersih terus meningkat di negara berkembang, sektor industri telah memimpin komitmen untuk menggunakan energi bersih dalam operasinya,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (24/9)

Perusahaan anggota IBCSD yang menjadi thought leader dalam penggunaan energi terbarukan antara lain adalah Coca-Cola Amatil Indonesia.

Direktur Public Affairs, Communications dan Sustainability Amatil Indonesia, Lucia Karina mengatakan, sejak 2017 pihaknya telah mendeklarasikan komitmen publik untuk target keberlanjutan yang akan dicapai di tahun 2020.

Salah satu di antaranya adalah tentang perubahan iklim dan energi, yang mana Coca-Cola Amatil menargetkan untuk menggunakan setidaknya 60 persen dari kebutuhan energi dari energi terbarukan dan rendah karbon.

"Komitmen ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 314 juta ton karbon dioksida atau CO2 pada tahun 2030," ujarnya.

Sejalan dengan inisiatif sustainability yang telah dilaksanakan, di awal tahun 2019, Coca-Cola Amatil Indonesia telah memulai pemasangan atap panel surya di pabrik terbesarnya di Indonesia di Cikarang Barat.

Baca Juga

Kementerian BUMN Gelontorkan Rp341 Miliar untuk Donasi Penanganan COVID-19

Sistem pencahayaan ke LED sejak tahun 2016 di seluruh pabrik dan gudang. Dan, dalam tiga tahun terakhir, CCAI telah mengganti solar dengan energi yang lebih ramah lingkungan, yaitu LNG dan LPG.

Penggunaan energi terbarukan ini merupakan salah satu rangkaian dari kampanye Program Green Lifestyle yang diusung oleh IBCSD. (Pon)

#Energi Terbarukan #Kementerian ESDM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
ESDM: Gangguan Listrik Berdampak Langsung pada Pendidikan hingga Kesehatan Masyarakat
Kementerian ESDM menyebut gangguan listrik berdampak langsung pada masyarakat, mulai dari pendidikan, pekerjaan, usaha hingga akses kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
ESDM: Gangguan Listrik Berdampak Langsung pada Pendidikan hingga Kesehatan Masyarakat
Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Tersebar ke 5 Provinsi, Berpotensi Lebih Luas
Arah dan jangkauan sebaran abu vulkanik dapat berubah bergantung pada arah dan kecepatan angin.
Yusuf Abdillah - Minggu, 06 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Tersebar ke 5 Provinsi, Berpotensi Lebih Luas
Indonesia
LNG Abadi Masela Hadir untuk Dongkrak Ekonomi Lokal
Dirancang tidak hanya untuk memperkuat pasokan energi dalam negeri, tetapi juga memastikan manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
LNG Abadi Masela Hadir untuk Dongkrak Ekonomi Lokal
Indonesia
Gunung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III, Radius 5 Kilometer Wajib Steril Dari Wisatawan dan Nelayan
Keputusan menaikkan status ini merujuk pada hasil pemantauan visual serta instrumental komprehensif dalam beberapa waktu terakhir
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 Juli 2026
Gunung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III, Radius 5 Kilometer Wajib Steril Dari Wisatawan dan Nelayan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jubir Kementerian ESDM Minta Masyarakat Pakai Solar saat Harga Pertamax Naik
Jubir Kementerian ESDM, Dwi Anggia, kabarnya meminta rakyat menggunakan Solar karena harga Pertamax naik.
Soffi Amira - Rabu, 24 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jubir Kementerian ESDM Minta Masyarakat Pakai Solar saat Harga Pertamax Naik
Indonesia
B50 Segera Meluncur 1 Juli 2026, Indonesia Berpeluang Hemat Devisa Rp 157 Triliun
BBM B50 segera meluncur 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut bisa menghemat devisa negara hingga Rp 157 triliun.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
B50 Segera Meluncur 1 Juli 2026, Indonesia Berpeluang Hemat Devisa Rp 157 Triliun
Indonesia
BBM B50 Meluncur 1 Juli 2026, Simak 4 Fakta dan Keunggulannya
BBM B50 akan meluncur 1 Juli 2026 mendatang. Namun, ada empat fakta dan keunggulan yang wajib diketahui.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
BBM B50 Meluncur 1 Juli 2026, Simak 4 Fakta dan Keunggulannya
Indonesia
Prabowo Undang Jerman Perluas Investasi di Sektor Energi hingga Kendaraan Listrik
Presiden Prabowo Subianto mengajak Jerman memperluas investasi di sektor energi baru terbarukan, kendaraan listrik, semikonduktor, hingga mineral kritis.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
Prabowo Undang Jerman Perluas Investasi di Sektor Energi hingga Kendaraan Listrik
Indonesia
Kementerian ESDM dan PLN Investigasi Mati Lampu Massal di Sumatra, 13,1 Juta Pelanggan Terdampak
Pemadaman listrik massal di Sumatra telah berdampak pada 13,1 juta orang. Kementerian ESDM dan PLN pun sedang mengusut kasus tersebut.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
Kementerian ESDM dan PLN Investigasi Mati Lampu Massal di Sumatra, 13,1 Juta Pelanggan Terdampak
Indonesia
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
PT Pertamina (Persero) mengandalkan obligasi global (global bond) dalam pendanaan bisnisnya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 Mei 2026
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
Bagikan