Kak Seto: Jangan Kebiri Predator Anak, Hukum Seumur Hidup Saja

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 21 Oktober 2015
Kak Seto: Jangan Kebiri Predator Anak, Hukum Seumur Hidup Saja

Seto Mulyadi saat Konferensi Pers menyangkut meningkatnya kekerasan terhadap anak di Jln. Cendrawasih IV, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (22/7). (Foto: MerahPutih/Rizky Kusumo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Hukum - Pemberian hukuman kebiri dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur belakangan ini menjadi perhatian publik. Pemerhati anak, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto menilai, setiap hukuman harus dipertimbangkan dengan matang. Sebab, hukuman 'kebiri' yang dilakukan, justru menjadikan pelaku pelecehan seksual semakin agresif.

"Mohon ini dipertimbangkan berdasarkan aspek kesehatan dan psikologisnya. Psikologi pelaku yang dikebiri nantinya dikhawatirkan justru bisa bertindak lebih agresif. jadi dia bukan menyasar sekedar kekerasan seksual, tapi menyasar kekerasan segala-galanya," ujar Kak Seto di Mapolda Metro Jaya, usai diskusi dengan jajaran Polda di Jakarta Selatan, Rabu, (21/10)

Lebih lanjut, akibat dari perlakuan si pedofil terhadap korbannya cenderung menjadikan korban menjadi pedofil selanjutnya di masa yang akan datang.

"Lihat saja dari korban 2 atau 3 orang anak menjadi korban 100 orang anak selanjutnya. Jangan sampai pengebirian melipatgandakan jumlah korban. Itu yang harus dipertimbangkan," terang Seto.

Alumni Universitas Indonesia (UI) ini pun menuturkan, Jika pelaku yang dikebiri bukan berubah justru memiliki motif dendam terhadap semua anak ketika kembali ke masyarakat. Bukannya memperbaiki masalah justru melahirkan masalah baru.

"Hukuman yang tepat ialah hukuman seumur hidup lalu dilakukan pembinaan. Jangan sampai (pelaku pedofil) justru menciptakan kondisi tidak lebih aman bagi anak-anak Indonesia," tutupnya. (gms)

Baca Juga:

  1. KPAI: Predator Anak Dihukum Mati
  2. Kapolri: Cegah Predator Anak, Orang Tua Harus Peka
  3. 4 Sebab Timbulnya Kekerasan terhadap Anak
  4. 3 Cara Mendikbud Berantas Kekerasan Anak di Sekolah
  5. Efek Paedofilia Bikin Anak Kecanduan Seks
#Paedofilia #Pedofil #Kekerasan Anak #Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Indonesia
Seorang Pelajar di Palmerah Jakarta Dibacok Orang Tidak Dikenal, Korban Alami Tiga Jahitan di Kepala
Pelaku pembacokan itu, diketahui menggunakan jaket serta masker. Salah satu terduga pelaku juga nampak mengenakan celana sekolah.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Seorang Pelajar di Palmerah Jakarta Dibacok Orang Tidak Dikenal, Korban Alami Tiga Jahitan di Kepala
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Bagikan