MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026/1447 Hijriah.
Dalam periode 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI melayani total 5.087.458 pelanggan kereta api jarak jauh dan lokal. Angka ini meningkat 8,07 persen dibandingkan periode Lebaran 2025 yang mencapai 4.707.628 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa tingginya mobilitas masyarakat pada Lebaran tahun ini dapat diakomodasi dengan baik berkat kesiapan operasional dan koordinasi layanan.
Secara rinci, layanan Kereta Api Jarak Jauh mencatat 4.246.274 pelanggan dengan tingkat okupansi mencapai 118,9 persen dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk.
Sementara itu, Kereta Api Lokal melayani 841.184 pelanggan dengan tingkat okupansi 90,7 persen dari total kapasitas 926.936 tempat duduk.
“Dibandingkan periode Lebaran 2025, jumlah pelanggan Kereta Api Jarak Jauh meningkat sekitar 8,45% dari 3.915.546 pelanggan. Untuk Kereta Api Lokal, jumlah pelanggan naik sekitar 6,20% dari 792.082 pelanggan,” ujar Anne, Jumat (3/4).
Baca juga:
Libur Panjang Paskah 2026, PT KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 226 Ribu Tiket Kereta Api
Pergerakan penumpang tercatat merata di berbagai wilayah operasional. Pertumbuhan tertinggi terjadi di Daop 5 Purwokerto dengan total 460.933 pelanggan, meningkat sekitar 11,7 persen dibandingkan 412.819 pelanggan pada Lebaran tahun sebelumnya.
Disusul Daop 4 Semarang yang melayani 589.313 pelanggan atau tumbuh sekitar 10 persen dari 535.709 pelanggan. Sementara Daop 6 Yogyakarta mencatat 581.418 pelanggan, meningkat 8,5 persen dari 535.790 pelanggan.
Kinerja operasional KAI selama Angkutan Lebaran 2026 juga tercermin dari tingkat ketepatan waktu yang tinggi.
KAI mencatat ketepatan waktu keberangkatan sebesar 99,80 persen dan kedatangan sebesar 98,86 persen, menunjukkan konsistensi layanan di tengah lonjakan penumpang.
Baca juga:
Jalur KA Maswati–Sasaksaat Kembali Normal Usai Longsor, KAI Pastikan Aman
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, KAI menghadirkan rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan pada KA tambahan relasi Lempuyangan–Pasarsenen (pp).
“Layanan ini mencatat 10.394 pelanggan pada relasi Lempuyangan–Pasarsenen dengan okupansi 127 persen, serta 10.233 pelanggan pada relasi sebaliknya dengan okupansi 125,” ujarnya.
Selain itu, KAI juga mendukung program Mudik Motor Gratis yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dengan melayani 48.740 pemudik. Berikut 10 kereta api jarak jauh favorit pelanggan:
- KA Joglosemarkerto (Solo Balapan–Semarang Tawang): 46.634 pelanggan
- KA Airlangga (Pasarsenen–Surabaya Pasar Turi): 44.159 pelanggan
- KA Airlangga (Surabaya Pasar Turi–Pasarsenen): 44.022 pelanggan
- KA Joglosemarkerto (Solo Balapan–Solo Balapan): 40.519 pelanggan
- KA Jayakarta (Surabaya Gubeng–Pasarsenen): 35.796 pelanggan
- KA Sri Tanjung (Lempuyangan–Ketapang): 34.540 pelanggan
- KA Kertajaya (Pasarsenen–Surabaya Pasar Turi): 33.641 pelanggan
- KA Sri Tanjung (Ketapang–Lempuyangan): 33.501 pelanggan
- KA Jayakarta (Pasarsenen–Surabaya Gubeng): 33.435 pelanggan
- KA Ambarawa Ekspres (Semarang Poncol–Surabaya Pasar Turi): 31.173 pelanggan
KAI menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah menggunakan layanan kereta api selama periode Angkutan Lebaran 2026.
“Kepercayaan ini menjadi pijakan bagi kami untuk terus menjaga ketepatan waktu, memperkuat kapasitas layanan, serta memastikan perjalanan kereta api semakin andal dan menjadi pilihan utama masyarakat,” pungkas Anne. (Asp)