MerahPutih Politik- Presiden Joko Widodo alias Jokowi seringkali memunculkan kecemburuan di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Hal itu dipicu karena sikap dan langkah Ketua Umum partai berlambang banteng moncong putih Megawati Soekarnoputri yang cukup tegas dan bijaksana.
Ketua DPP PDI-Perjuangan, Pramono Anung kecemburuan dari kader-kader PDIP kali pertama sejak Jokowi di daulat menjadi Wali Kota Solo, Jawa Tengah kemudian disusul dengan pencalonan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Tak lama setelah menjabat sebagai orang nomor satu di pemerintahan provinsi DKI, selanjutnya Jokowi di daulat menjadi Capres berpasangan dengan Jusuf Kalla hingga mereka terpilih menjadi Presiden dan Wapres. Menurut Pram, karir yang dicapai Jokowi tersebut menujukan betapa kuatnya hubungan personal antara Jokowi dan Megawati.
"Bagaimana Ibu Mega memberikan ruang kepada Jokowi mulai sejak jadi Wali Kota dan Gubernur meski di dalam ada kecemburuan," kata Pram saat menjadi pembicara pada acara diskusi bertajuk "Benarkah Jokowi Boneka Megawati? Atau Megawati Yang Sebenarnya Dihancurkan oleh Mereka Yang Merusak Jokowi?," di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/2)
(Baca Amien Rais: Berikan Zul Kesempatan Jadi Ketua Umum PAN)
Selain itu, Pramono Anung menambahkan Megawati tidak pernah melakukan intervensi terhadap apa yang akan dilakukan Jokowi selama menjadi Presiden. Hal tersebut misalnya, kata dia, dapat dilihat saat Jokowi melakukan seleksi menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB).
Pram memuji Megawati sebagai seorang negarawan. Pujian Pram ini adalah wajar saja karena dia adalah kader PDIP dan Megawati sebagai Ketua Umumnya.
"Ketika penyusunan kabinet, ada beberapa nama terbuka, Ibu Mega menyampakan. Tapi karena pak Jokowi memutuskan sesuai dengan kewenangan, ibu Mega tak pernah memberikan kritik. Saya tau nama-nama itu, tapi tak perlu disampaikan ke publik," katanya. (hur)