Kader PDIP Cemburu ke Jokowi, Ini Jawaban Pramono Anung

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 04 Februari 2015
Kader PDIP Cemburu ke Jokowi, Ini Jawaban Pramono Anung

Politisi senior PDI Perjuangan, Pramono Anung, bergegas seusai berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/1). (Antara Foto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Politik- Presiden Joko Widodo alias Jokowi seringkali memunculkan kecemburuan di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Hal itu dipicu karena sikap dan langkah Ketua Umum partai berlambang banteng moncong putih Megawati Soekarnoputri yang cukup tegas dan bijaksana.

Ketua DPP PDI-Perjuangan, Pramono Anung kecemburuan dari kader-kader PDIP kali pertama sejak Jokowi di daulat menjadi Wali Kota Solo, Jawa Tengah kemudian disusul dengan pencalonan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Tak lama setelah menjabat sebagai orang nomor satu di pemerintahan provinsi DKI, selanjutnya Jokowi di daulat menjadi Capres berpasangan dengan Jusuf Kalla hingga mereka terpilih menjadi Presiden dan Wapres. Menurut Pram, karir yang dicapai Jokowi tersebut menujukan betapa kuatnya hubungan personal antara Jokowi dan Megawati.

"Bagaimana Ibu Mega memberikan ruang kepada Jokowi mulai sejak jadi Wali Kota dan Gubernur meski di dalam ada kecemburuan," kata Pram saat menjadi pembicara pada acara diskusi bertajuk "Benarkah Jokowi Boneka Megawati? Atau Megawati Yang Sebenarnya Dihancurkan oleh Mereka Yang Merusak Jokowi?," di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/2)

(Baca Amien Rais: Berikan Zul Kesempatan Jadi Ketua Umum PAN)

Selain itu, Pramono Anung menambahkan Megawati tidak pernah melakukan intervensi terhadap apa yang akan dilakukan Jokowi selama menjadi Presiden. Hal tersebut misalnya, kata dia, dapat dilihat saat Jokowi melakukan seleksi menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB).

Pram memuji  Megawati sebagai seorang negarawan. Pujian Pram ini adalah wajar saja karena dia adalah kader PDIP dan Megawati sebagai Ketua Umumnya.

"Ketika penyusunan kabinet, ada beberapa nama terbuka, Ibu Mega menyampakan. Tapi karena pak Jokowi memutuskan sesuai dengan kewenangan, ibu Mega tak pernah memberikan kritik. Saya tau nama-nama itu, tapi tak perlu disampaikan ke publik," katanya. (hur)

#Partai Politik #PDIP #Pramono Anung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Akui Sejumlah Wilayah Jakarta Alami Kekeringan, tapi sudah Teratasi
Masih bisa diatasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI karena ketersediaan air masih mencukupi.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Pramono Akui Sejumlah Wilayah Jakarta Alami Kekeringan, tapi sudah Teratasi
Indonesia
Harga Tiket Masuk Ragunan Diusulkan Naik hingga Rp 10 Ribu, Pramono Segera Putuskan
Harga tiket masuk Ragunan diusulkan naik. Untuk dewasa, tarifnya dikenakan hingga Rp 10 ribu.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Harga Tiket Masuk Ragunan Diusulkan Naik hingga Rp 10 Ribu, Pramono Segera Putuskan
Indonesia
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengancam kelompok rentan. Pramono Anung meminta pedagang tak memainkan harga masker.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Indonesia
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta, Gubernur DKI: Batasi Aktivitas Luar Ruangan dan Pakai Masker
Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar hingga wilayah Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau warga Jakarta untuk tenang.
Yusuf Abdillah - Minggu, 06 September 2026
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta, Gubernur DKI: Batasi Aktivitas Luar Ruangan dan Pakai Masker
Indonesia
Pramono Naikkan Tarif RSUD DKI Setelah 14 Tahun, Pasien BPJS Tetap Gratis
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyetujui kenaikan tarif layanan RSUD setelah 14 tahun. Klik untuk detail kebijakan!
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
Pramono Naikkan Tarif RSUD DKI Setelah 14 Tahun, Pasien BPJS Tetap Gratis
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Berita Foto
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencicipi segelas kopi saat mengunjungi pameran Indonesia Coffee Expo 2026 di JICC, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 04 September 2026
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Indonesia
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Tarif Flat Rp 5.000 untuk LRT Jakarta Velodrome-Manggarai
Ditargetkan, jumlah penumpang rute tersebut pada tahap awal pengoperasian mencapai 60.000–80.000 orang per hari.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Tarif Flat Rp 5.000 untuk LRT Jakarta Velodrome-Manggarai
Indonesia
457 Kebakaran Terjadi di Jakarta Selama Juli-Agustus 2026, Korsleting Seringkali Jadi Penyebab
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap 457 kebakaran terjadi di Jakarta selama Juli-Agustus 2026. Korsleting listrik menjadi penyebab dominan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 02 September 2026
457 Kebakaran Terjadi di Jakarta Selama Juli-Agustus 2026, Korsleting Seringkali Jadi Penyebab
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Gubernur Pramono Anung Larang Warga Non-DKI Kerja di Jakarta
Ketentuan KTP DKI Jakarta tersebut berlaku khusus bagi pendaftar program padat karya, bukan larangan untuk seluruh warga KTP non-DKI untuk bekerja di Jakarta.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Gubernur Pramono Anung Larang Warga Non-DKI Kerja di Jakarta
Bagikan