MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH akan segera meresmikan dan mengoperasikan LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai. Ditargetkan, jumlah penumpang rute tersebut pada tahap awal pengoperasian mencapai 60.000–80.000 orang per hari.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan tarif LRT rute Velodrome-Manggarai ditetapkan flat Rp 5.000 hingga dua bulan setelah diresmikan.
"Selain itu, begitu nanti sudah diresmikan, akan diterapkan tarif 5.000 flat selama 1-2 bulan," kata Pramono di Jakarta, Kamis (3/9).
Politikus senior PDI Perjuangan ini mengungkapkan Pemprov DKI akan mengevaluasi tarif flat Rp 5.000 untuk keputusan selanjutnya. Hal itu dilakukan agar subsidi yang diberikan tak menjadi beban Pemerintah DKI.
"Setelah itu, kami akan melakukan evaluasi. Bagaimana dan angka berapa yang tepat yang kemudian bisa diterima publik dengan baik, dan tentunya bagi LRT agar subsidinya tidak terlalu berlebihan dari Pemerintah DKI Jakarta," urainya.
Baca juga:
LRT Jabodebek Layani 75,9 Juta Penumpang dalam Tiga Tahun Operasional
Pramono mengatakan Pemprov DKI memutuskan menerapkan tarif Rp 8 selama masa uji coba hingga hari peresmian. Tarif tersebut sekaligus menjadi bagian dari sosialisasi kepada masyarakat sebelum LRT Velodrome-Manggarai resmi beroperasi.
"Sampai dengan hari H peresmian, kami akan menerapkan tarif Rp 8. Ini sekaligus dalam rangka sosialisasi dan dalam rangka untuk persiapan penyelesaian hal-hal yang belum selesai," ujarnya.
Pramono optimistis tarif murah pada tahap awal dapat menarik masyarakat untuk mencoba menggunakan LRT lintasan tersebut. Ia bahkan memproyeksikan jumlah pelanggan baru bisa mencapai lebih dari 40 ribu orang per hari.
"Saya meyakini pasti setiap hari mungkin sudah bisa di atas 40.000 pelanggan yang baru, yang selama ini belum pernah menggunakan LRT lintasan dari Kelapa Gading sampai Manggarai," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Peresmian LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Hari Ini Batal, Gara-Gara Prabowo ke NTT?