Kabar Garam Bercampur Kaca Ternyata Hoax, Ini Penjelasan Polisi
ILUSTRASI. (ANTARA FOTO)
MerahPutih.com - Kabar yang belakangan santer diperbincangkan soal garam kemasan merek tertentu yang bercampur kaca di kawasan Jawa Timur ternyata berita bohong alias hoax. Bahkan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur menyatakan akan menelusuri siapa pelaku penyebar kabar bohong tersebut di media sosial.
Direskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Widodo di Surabaya, salah satu perusahaan garam sudah membuat laporan tentang pelanggaran UU ITE No 19 tahun 2016 terakit pencemaran nama baik melalui media sosial terkait hoax adanya garam bercampur kaca itu.
"Kemarin ada perusahaan garam yang melapor. Ini akan kami tangani, apalagi sudah ada hasil laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahwa ini tidak mengandung kaca. Kami akan tindaklanjuti kepada orang yang pertama kali mengunggah berita hoax tersebut," kata Widodo.
Widodo menambahkan, disinyalir pengunggah berita hoax pertama kali di medsos itu berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Pelaku setelah kami telusuri yang membuat video dari wilayah NTT. Kami akan telusuri dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diungkap," ucapnya.
Sebelumnya, ramai diberitakan warga Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Lamongan, yang merasa janggal ketika sedang memasak dengan menggunakan garam berbentuk seperti bubuk kristal kaca yang tidak bisa hancur dan sulit dihaluskan saat ditumbuk.
Namun setelah diteliti oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya, tidak ditemukan adanya bubuk kristal kaca tersebut. BPOM juga menegaskan informasi adanya garam yang tercampur dengan serpihan kaca di wilayah itu yang beredar di medsos itu adalah kabar bohong atau hoax. (*)
Sumber: Antara
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Pemerintah Janji Impor Garam Berhenti di 2027, Sudah Bisa Produksi Dalam Negeri
Indonesia Setop Impor Garam 2027, Itu Janji Menteri KKP ke Prabowo
Pemerintah Kembali Impor Garam, Begini Kondisi Stok
Terigu & Garam Diusulkan Masuk Kategori Bahan Pokok Dijamin Negara
Mengenal Garam Organik Kusamba Khas Bali
Garam Berlebih Picu Penyakit Ginjal Kronis
Mendag Akui Harga Garam Merangkak Naik