Jurnalis Cirebon Peduli Anak Bagikan 1.000 Masker Karakter

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 11 Juni 2020
Jurnalis Cirebon Peduli Anak Bagikan 1.000 Masker Karakter

Jurnalis Cirebon bagikan masker berkarakter untuk anak-anak. (Foto: MP/Mauritz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemakaian masker untuk menghambat penularan COVID-19 sangat penting. Terutama untuk anak-anak karena kebanyakan masker tersedia ukuran dewasa.

Hal tersebut menggugah kesadaran Komunitas Jurnalis Santuy Cirebon yang rela menyisihkan sebagian penghasilannya untuk berbagi seribu masker karakter anak-anak. Masker dibagikan secara langsung kepada anak-anak yang berada di jalan.

Baca Juga:

14 Pedagang Pasar Serdang Positif Corona

Aksi bagi bagi masker tersebut dilakukan karena masih minimnya kesadaran dan kepedulian orang tua di Cirebon perihal penggunakan masker kepada anak-anak.

"Di jalan-jalan masih banyak kita lihat orang tua memakai masker tapi anaknya tidak, itulah yang membuat kami para jurnalis untuk melakukan aksi ini," kata Faisal, kordinator aksi bagi masker karekater anak.

Jurnalis Cirebon bagikan masker berkarakter untuk anak-anak. (Foto: MP/Mauritz)
Jurnalis Cirebon bagikan masker berkarakter untuk anak-anak. (Foto: MP/Mauritz)

Dijelaskan Faisal, pembagian masker berkarakter tokoh superhero dan film kartun ini dilakukan agar anak-anak tertarik dan mau memakai.

"Kita pilih masker berkarakter dengan gambar tokoh superhero dan film kartun supaya anak anak suka, dan mau memakai masker," jelasnya

Baca Juga:

Masjid Agung Keraton Surakarta Mulai Adakan Salat Jumat

Selain itu, dikatakan Faisal, aksi ini juga didorong karena ada temuan bayi yang positif di Cirebon dan akan diberlakukan new normal di Kota dan Kabupaten Cirebon.

"Penularan COVID-19 tidak mengenal usia, jangan sampai anak-anak kita menjadi korban dari wabah virus ini, lebih baik mencegah dari pada mengobati," pungkasnya. (Mauritz)

Baca Juga:

Update Corona di DKI Kamis (11/6): 8.552 Positif, 3.664 Orang Sembuh

#Cirebon #Masker
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penggelembungan Harga Masker di Tengah Bencana
Praktik tersebut dinilai merugikan masyarakat yang membutuhkan masker untuk melindungi kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penggelembungan Harga Masker di Tengah Bencana
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengancam kelompok rentan. Pramono Anung meminta pedagang tak memainkan harga masker.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Indonesia
Harga Masker N95 Naik di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Tembus Rp 25 Ribu per Lembar
Harga masker mengalami kenaikan imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Masyarakat pun mulai mengeluhkan sulitnya mendapat masker.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Harga Masker N95 Naik di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Tembus Rp 25 Ribu per Lembar
Berita Foto
Satpol PP Bagikan Masker Gratis bagi Pejalan Kaki Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Petugas Satpol PP memberikan masker gratis kepada pejalan kaki saat beraktivitas di trotoar kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026)
Didik Setiawan - Senin, 07 September 2026
Satpol PP Bagikan Masker Gratis bagi Pejalan Kaki Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Indonesia
Hati-Hati Beli Kosmetik di TikTok dari Cirebon, 5 Akun Jual Krim Bermerkuri Laku Rp 70 Juta Sebulan
Jaringan produsen kosmetik ilegal mengandung merkuri yang dijual melalui sejumlah akun TikTok digerebek Bareskrim di Cirebon, Jawa Barat. Empat orang diamankan, termasuk pemilik akun TikTok.
Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026
Hati-Hati Beli Kosmetik di TikTok dari Cirebon, 5 Akun Jual Krim Bermerkuri Laku Rp 70 Juta Sebulan
Indonesia
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Indonesia
Profesor BRIN Perkirakan Ukuran Meteor Cirebon 3-5 Meter, Pastikan Tidak Berbahaya
Thomas menegaskan fenomena meteor di Cirebon itu tidak menimbulkan bahaya, apalagi kemungkinan lokasi jatuhnya di Laut Jawa.
Wisnu Cipto - Senin, 06 Oktober 2025
Profesor BRIN Perkirakan Ukuran Meteor Cirebon 3-5 Meter, Pastikan Tidak Berbahaya
Indonesia
Pastikan Bukan Fenomena Hujan Meteor, BRIN Imbau Warga Cirebon Tidak Perlu Panik
Dentuman keras yang menggegerkan warga Cirebon, Minggu malam (5/10) berasal dari meteor berukuran besar.
Wisnu Cipto - Senin, 06 Oktober 2025
Pastikan Bukan Fenomena Hujan Meteor, BRIN Imbau Warga Cirebon Tidak Perlu Panik
Bagikan