Kesehatan

Jumlah Meningkat, Pengidap Kanker Masih Harus Hadapi Tantangan ini

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 16 November 2019
Jumlah Meningkat, Pengidap Kanker Masih Harus Hadapi Tantangan ini

Seminar Media, Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Limfoma Hodgkin (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KANKER masih menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Yayasan Kanker Indonesia menemukan fakta, dalam 20 tahun terakhir jumlah penderita kanker justru mengalami peningkatan. Itu terjadi karena adanya transisi gaya hidup di masyarakat. Perubahan gaya hidup yang bisa kita temui sehari-hari misalnya kebiasaan merokok, tidur larut malam, kurang olahraga, hingga mengonsumsi makanan tidak sehat.

Dari banyaknya ragam kanker, jenis kanker yang paling banyak menyerang pria adalah kanker paru-paru sementara kanker yang terjadi di perempuan adalah kanker serviks.

Baca juga:

Studi Terbaru: Minum Teh Terlalu Panas Berisiko Kanker Kerongkongan

Sayangnya, penyakit yang ganas tidak diimbangi dengan pengobatan mumpuni di Indonesia. Dokter Adityawati Ganggaiswari, M. Biomed, Direktur Mohtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospital Semanggi menuturkan bahwa jumlah rumah sakit khusus kanker di Indonesia sangat terbatas.

kanker di indonesia
Intan ceritakan kisahnya berjuang melawan kanker Limfoma Hodgkin (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

"Sumber daya manusianya juga masih perlu dikembangkan karena jumlah dokter Onkologi, perawat, dan staf radioterapi masih kurang," tuturnya ditemui di kawasan kuningan, Jakarta Selatan.

Baca juga:

Penyintas Kanker Kehilangan Massa Otot, Kelelahan dan Turun Berat Badan

Dirinya menambahkan staf kedokteran nuklir yang memiliki keahlian khusus untuk melakukan tindakan spesifik untuk kanker juga masih sangat terbatas. Untuk mensiasatinya, rumah sakit perlu memberi pelatian khusus bagi SDM yang tersedia. Itu tentu akan memakan waktu dan biaya.

Persoalan tak hanya muncul di penyedia layanan medis. Para pasien pun menemukan sejumlah tantangan dalam menjalani perawatan. Meskipun mereka bisa mengakses pelayanan kanker, para pasien BPJS harus berhadapan dengan ketersediaan obat dan waktu pelayanan. "Pelayanan terbatas mengingat SDM yang tersedia juga terbatas," ujarnya. (*)

Baca juga:

7 Pekerjaan yang Berisiko Besar Terserang Kanker

#Kanker #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Bagikan