Di Negara Aing, di Toilet Duduk Tetap Pakai Gaya Jongkok
Sering kita jumpai di beberapa toilet umum. (Foto: Airbnd Community)
SOAL buang air besar, setiap orang pasti punya posisi wenak masing-masing, baik di toilet duduk atau toilet jongkok. Nah, yang bikin unik ialah banyak orang yang kerap jongkok di toilet duduk, terutama jika menggunakan toilet umum. Hal semacam itu masih menjadi pro-kontra di masyarakat karena masalah kesehatan.
Kebiasaan unik ini bisa kita ketahui ketika bertanya kepada teman, “Eh lu saat BAB di toilet duduk posisinya duduk atau jongkok, sih?”.
Ada yang mungkin sudah terbiasa sejak kecil melakukan hal seperti itu atau merasa tidak nyaman karena toilet tersebut telah digunakan banyak orang. Biasanya sih, untuk menghindari kuman, makanya lebih memilih jongkok.
Ada juga yang beranggapan kalau posisi jongkok bikin buang air besar jadi makin lancar. Mau bagiamana pun posisinya, tetap makin nyaman dengan sebatang rokok dan main ponsel sambil buang air besar.
Baca juga:
Jongkok “Posisi Wenak” ala Indonesia, Terbayang dari Pose Jokowi Naik Gunung
Menariknya lagi, beberapa toilet bahkan menempelkan stiker bertuliskan, 'Gunakan closet sambil duduk, tidak dipergunakan sambil jongkok'. Atau ilustrasi stiker stickman yang sedang jongkok kemudian disilang merah. Bayangkan, sebaik itu orang Indonesia untuk saling mengingatkan. Lucu juga ya.
Tahun lalu, selebgram Karin Novilda alias Awakarin pun sempat mendapat perhatian warganet akibat unggahannya terkait toilet duduk dalam kondisi kotor dan sudah ditutup dengan tisu.
“Mau ngasih tau aja. Untuk kalian yang emang suka toilet jongkok, enggak salahnya kok. Yang salah itu ketika toilet duduk dijadikan toilet jongkok. Apalagi kalo toiletnya umum. Selain merusak fasilitas, kalian juga mengganggu kenyamanan pengguna lain. Next jangan gini ya,” ujar Awkarin.
Baca juga:
Lalu, bagaimana sih perilaku jongkok di toilet duduk dari kacamata para medis?
Mengutip laman Health, profesor dan direktur terapi fisik di Duke University School of Medicine, Carol Figuers, mengatakan bahwa agar kandung kemih benar-benar kosong, otot-otot dasar panggul harus dilepaskan. Menurutnya saat berjongkok di toilet duduk, otot-otot dasar panggul mungkin masih tegang sekitar 30 atau 40 persen.
“Ketika kamu berdiri kembali, kamu masih memiliki sedikit urine yang tersisa di sana karena otot-otot tidak sepenuhnya rileks,” katanya.
Dengan urine yang masih tertinggal di dalam kandung kenih, menimbulkan risiko mengalami kebocoran saat kamu melompat, tertawa, batuk atau bersin. Figuers menyarankan, buat kamu yang merasa tidak nyaman duduk di toilet umum, bisa meletakkan tisu atau kertas di sekitar dudukan.
Sebenarnya kamu tidak perlu takut akan kuman ketika duduk di toilet duduk. Bentuk permukaan dudukan kloset ternyata dirancang agar kuman tidak bisa hidup di sana.
“Mengalami infeksi oleh kuman ketika duduk di toilet duduk sangat tidak mungkin. Kebanyakan penyakit usus melibatkan transfer bakteri dari tangan ke mulut, bukan dari kulit,” kata Dr. Primrose Freestone, ahli mikrobiologi klinis dari Universitas Leicester.
Mau duduk ataupun jongkok, yang penting kita tetap bertanggung jawab setelah menggunakannya, terlebih toilet umum. Asalkan jangan pakai toilet jongkok dengan cara duduk. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo