Kesehatan

Di Negara Aing, di Toilet Duduk Tetap Pakai Gaya Jongkok

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Senin, 18 Januari 2021
Di Negara Aing, di Toilet Duduk Tetap Pakai Gaya Jongkok

Sering kita jumpai di beberapa toilet umum. (Foto: Airbnd Community)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SOAL buang air besar, setiap orang pasti punya posisi wenak masing-masing, baik di toilet duduk atau toilet jongkok. Nah, yang bikin unik ialah banyak orang yang kerap jongkok di toilet duduk, terutama jika menggunakan toilet umum. Hal semacam itu masih menjadi pro-kontra di masyarakat karena masalah kesehatan.

Kebiasaan unik ini bisa kita ketahui ketika bertanya kepada teman, “Eh lu saat BAB di toilet duduk posisinya duduk atau jongkok, sih?”.

Ada yang mungkin sudah terbiasa sejak kecil melakukan hal seperti itu atau merasa tidak nyaman karena toilet tersebut telah digunakan banyak orang. Biasanya sih, untuk menghindari kuman, makanya lebih memilih jongkok.

Ada juga yang beranggapan kalau posisi jongkok bikin buang air besar jadi makin lancar. Mau bagiamana pun posisinya, tetap makin nyaman dengan sebatang rokok dan main ponsel sambil buang air besar.

Baca juga:

Jongkok “Posisi Wenak” ala Indonesia, Terbayang dari Pose Jokowi Naik Gunung

Jongkok di Toilet Duduk, Bikin Lega Ketika Buang Air di Negara Aing
Akibat toilet duduk dipakai jongkok. (Foto: Twitter/awkarin)


Menariknya lagi, beberapa toilet bahkan menempelkan stiker bertuliskan, 'Gunakan closet sambil duduk, tidak dipergunakan sambil jongkok'. Atau ilustrasi stiker stickman yang sedang jongkok kemudian disilang merah. Bayangkan, sebaik itu orang Indonesia untuk saling mengingatkan. Lucu juga ya.

Tahun lalu, selebgram Karin Novilda alias Awakarin pun sempat mendapat perhatian warganet akibat unggahannya terkait toilet duduk dalam kondisi kotor dan sudah ditutup dengan tisu.

“Mau ngasih tau aja. Untuk kalian yang emang suka toilet jongkok, enggak salahnya kok. Yang salah itu ketika toilet duduk dijadikan toilet jongkok. Apalagi kalo toiletnya umum. Selain merusak fasilitas, kalian juga mengganggu kenyamanan pengguna lain. Next jangan gini ya,” ujar Awkarin.

Baca juga:

Obat Mabuk, Andalan untuk Pelesiran di Negeri Aing

Jongkok di Toilet Duduk, Bikin Lega Ketika Buang Air di Negara Aing
Sebagian orang merasa posisi jongkok lebih nyaman. (Foto: Unsplash/Giorgio Trovato)


Lalu, bagaimana sih perilaku jongkok di toilet duduk dari kacamata para medis?

Mengutip laman Health, profesor dan direktur terapi fisik di Duke University School of Medicine, Carol Figuers, mengatakan bahwa agar kandung kemih benar-benar kosong, otot-otot dasar panggul harus dilepaskan. Menurutnya saat berjongkok di toilet duduk, otot-otot dasar panggul mungkin masih tegang sekitar 30 atau 40 persen.


“Ketika kamu berdiri kembali, kamu masih memiliki sedikit urine yang tersisa di sana karena otot-otot tidak sepenuhnya rileks,” katanya.

Dengan urine yang masih tertinggal di dalam kandung kenih, menimbulkan risiko mengalami kebocoran saat kamu melompat, tertawa, batuk atau bersin. Figuers menyarankan, buat kamu yang merasa tidak nyaman duduk di toilet umum, bisa meletakkan tisu atau kertas di sekitar dudukan.

Sebenarnya kamu tidak perlu takut akan kuman ketika duduk di toilet duduk. Bentuk permukaan dudukan kloset ternyata dirancang agar kuman tidak bisa hidup di sana.

Akibat toilet duduk dipakai jongkok. (Foto Twitter awkarin)
Asalkan jangan duduk di toilet jongkok. (Foto: Sunrise Specialty)


“Mengalami infeksi oleh kuman ketika duduk di toilet duduk sangat tidak mungkin. Kebanyakan penyakit usus melibatkan transfer bakteri dari tangan ke mulut, bukan dari kulit,” kata Dr. Primrose Freestone, ahli mikrobiologi klinis dari Universitas Leicester.

Mau duduk ataupun jongkok, yang penting kita tetap bertanggung jawab setelah menggunakannya, terlebih toilet umum. Asalkan jangan pakai toilet jongkok dengan cara duduk. (and)

Baca juga:

Duduk atau Jongkok, Kloset Manakah yang Lebih Baik?

#Kesehatan #Januari Pelesiran Di Negeri Aing
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan