Jokowi Tunjuk Ketua Timses Paling Lambat Besok, Pilihannya CT atau Erick Thohir

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 05 September 2018
Jokowi Tunjuk Ketua Timses Paling Lambat Besok, Pilihannya CT atau Erick Thohir

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Foto: KPU

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua tim sukses (timses) pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mengerucut ke dua nama pengusaha yaitu pendiri Mahaka Group yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir dan pendiri CT Corp Chairul Tanjung.

"Pak Erick salah satu nama yang diperbincangkan termasuk Pak Chairil Tanjung juga, jadi kita tunggu keputusan beliau (Jokowi) karena beliau tadi menyampaikan bahwa akan mengambil keputusan bisa malam ini bisa besok," kata Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) di lingkungan Istana Kepresidenan, Rabu (5/9).

Menurut Romi, keduanya merepresentasikan generasi milenial dan memiliki komunikasi yang baik dengan seluruh pimpinan partai politik. Khusus CT, kata dia, dikenal sebagai pengusaha sukses yang bisa berkomunikasi dengan seluruh pimpinan parpol.

CT
Pendiri CT Corp Chairul Tanjung. Foto: NET

"Terbukti tidak pernah ada 'barrier' (hambatan). Ketika bulan Ramadhan kemarin beliau menggelar acara buka bersama. Yang hadir menteri kabinet Pak Jokowi dan menteri kabinet Pak SBY. Jadi beliau tidak memiliki 'barrier' psikologis dengan siapapun," papar Romi, dikutip Antara.

Romi memastikan semua parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf juga tidak bermasalah dengan kedua nama itu karena dianggap netral bukan bagian dari struktur pemerintah seperti disarankan Bawaslu.

"Kenapa memilih pengusaha, karena kita tidak ingin, pertama, ada keterlbatan atau pelibatan ASN (Aparatur Sipil Negara) karena tidak diperbolehkan bahkan beberapa nama staf khusus sekalipun dari Presiden atau dari menteri yang terlibat dalam tim kampanye nasional diingatkan oleh Bawaslu untuk tidak diletakkan kembali," kata Romi.

Erick Thohir (MerahPutih/Luhung)

Alasan kedua adalah untuk menghindari konflik kepentingan antarparpol sehingga figur yang dianggap bisa diterima oleh seluruh pimpinan partai politik dan independen. "Kalau logistik kan pada dasarnya 21.000 caleg dikali 9 parpol pengusung Pak Jokowi atau pendukung itu semuanya akan bekerja," ujar dia.

Terkait yang bakal dipilih PPP dari kedua sosok itu, Romi menegaskan partainya sepenuhnya menyerahkan kepada Jokowi, mengenai pilihan PPP, Romi mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi.

"Karena ketua timses ini yang akan sehari-hari berkomunikasi mengatur strategi dan mengeksekusi perintah Presiden dalam kapasitas capres sehingga memang sepenuhnya kenyamanan diperlukan 'chemistry' ketersambungan kimiawi antara seorang ketua tim dengan capres dalam hal ini Pak Jokowi betul-betul harus menjadi prioritas utama," tandas Ketum PPP itu. (*)

#Pilpres 2019 #Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Bagikan