Jokowi Sengaja Depan Ulama Blak-blakan Bahas Tudingan Antek Asing

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 08 Agustus 2018
Jokowi Sengaja Depan Ulama Blak-blakan Bahas Tudingan Antek Asing

Presiden Jokowi. (Foto: OJI/Humas)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk pertama kalinya mengklarifikasi tudingan dirinya 'antek asing' saat meresmikan pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor Angkatan XII Tahun 2018.

"Berkaitan antek asing. Saya mau jawab. Ini baru pertama saya jawab seperti ini mumpung banyak kader ulama. Bagaimana antek asing itu," kata Presiden saat pidato pembukaan PKU MUI Kabupaten Bogor di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (8/8).

Jokowi mengawali semua ini muncul karena adanya tudingan perusahaan dan pekerja asing yang membanjir Indonesia. Namun, lanjut dia, faktanya saat ini sudah banyak perusahaan penambangan minyak asing beralih milik BUMN.

"Yang namanya Blok Mahakam yang dulu dimiliki Prancis, Jepang 100 persen diserahkan ke Pertamina. Blok Rokan, dikelola Chevron AS sudah diambil Pertamina 100 persen," kata Jokowi.

Situasi di PT Freeport Indonesia
Sejumlah haul truck dioperasikan di area tambang PT Freeport Indonesia. (Antara Foto/Muhammad Adimaja)

Presiden juga mengungkapkan PT Freeport yang sudah 40 tahun beroperasi di Indonesia hanya dimiliki 9,3 persen, sekarang sedang dalam tahap negosiasi untuk kepemilikan 51 persen.

"Kita semua diam saja tak bersuara hanya 9 persen. Saya negosiasi, menteri-menteri, 3,5 tahun alot sekali jangan dipikir mudah. Untuk kita jangan mundur 51 persen saya sampaikan jangan mundur. Ditawar 30 persen. Ndak 51 persen mayoritas," katanya.

Namun demikian, lanjut Jokowi, suara miring terhadap dirinya masih tetap berlangsung terkait perusahaan asing di Indonesia ini. Dia juga menyinggung isu tenaga kerja asing yang menyerbu Indonesia, terutama TKA dari Tiongkok.

"Urusan TKA juga isu katanya ada 10 juta tenaga kerja China masuk Indonesia. Yang ada adalah 23 ribu iya. Saya cek kok," kata Kepala Negara, dikutip Antara.

Para menteri berbincang sebelum mengikuti Rapat Terbatas tentang Penataan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/3). (Foto: Humas/Rahmat).
Para menteri berbincang sebelum mengikuti Rapat Terbatas tentang Penataan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/3). (Humas/Rahmat/setkab.go.id)

Menurut Jokowi, para pekerja asing itu tidak bakal lama berada di Indonesia karena hanya mengerjakan pekerjaan yang belum bisa dikerjakan tenaga kerja dari dalam negeri.

Bahkan, Presiden menyebut tenaga kerja Indonesia di luar negeri juga lebih banyak, seperti di Tiongkok mencapai 80 ribu, Malaysia 1,2 juta orang yang resmi.

"Tenaga kerja asing di Indonesia itu dibandingkan penduduk hanya 0,03 persen. Satu persen pun tidak samapai, banding dengan Uni Emirat Arab 80 persen itu asing semua, kita 'sepersen aja ga ada'," tandas Jokowi. (*)

Baca Juga: Mundur dari KSP Jadi Cawapres? Ini Jawaban Moeldoko

#Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Bagikan