Jokowi: Negara Maju Karena Persaudaraan

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 01 Agustus 2019
Jokowi: Negara Maju Karena Persaudaraan

Presiden Joko Widodo. (Antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo kembali mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mempererat persatuan dan persaudaraan untuk menghadapi semua tantangan dan membawa bangsa Indonesia yang maju.

"Karena potensi besar kita dimulai dengan adanya rasa persatuan dan persaudaraan kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Persaudaraan lah yang akan membawa negara kita maju," kata Jokowi seperti dilansir Antara, Kamis (1/8) malam.

Baca Juga: Pesan Presiden Joko Widodo pada Pansel Capim KPK

Jokowi juga mengatakan bahwa acara ini diselenggarakan sebagai rasa syukur yang memasuki bulan kemerdekaan serta diberi kenikmatan ukhuwah wathaniyah, ukhuwah islamiah, dan kemajuan yang diperoleh rakyat Indonesia.

"Sebagai bangsa yang besar, tentu kita juga ingin dan harus memiliki cita-cita besar. Memiliki mimpi-mimpi besar. Tetapi, sebagai bangsa yang besar yang kita hadapi juga masalah besar. Tantangan besar. Oleh karena itu kita harus mempererat persatuan dan persaudaraan kita," harapnya.

Untuk itu, Presiden dalam kesempatan ini mengajak semua undangan yang hadir untuk menundukkan hati dan berdoa agar seberat apapun tantangan insya Allah semuanya bisa diatasi sehingga cita-cita kemerdekaan yang dikumandangkan 74 tahun lalu bisa terwujud.

"Marilah kita jaga kearifan lokal sebagai sebagai sebuah bangsa. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Semoga Allah senantiasa melindungi para pimpinan para habaib, ulama, tokoh agama, dan semoga Allah senantiasa teguhkan hati kita dalam melakukan kebaikan. Dan semoga Allah lancarkan lisan dan langkah kita dalam sampaikan kebenaran. Semoga Allah jadikan Indonesia negeri yang sejahtera baldatun thoyibatun warobun ghafur," harap Jokowi.

Baca Juga: Ani Yudhoyono di Mata Joko Widodo

Acara doa kebangsaan ini dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta istri, Mufidah Kalla, serta sejumlah tokoh dan ulama, di antaranya Habib Luthfi bin Yahya, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) KH Musthofa Aqil Siroj.

Ketua Panitia Doa Kebangsaan KH Musthofa Aqil Siroj mengatakan acara malam ini turut dihadiri pemimpin organisasi kemasyarakatan Islam dan sejumlah pemuka agama lain, karena ini adalah doa kebangsaan.

Acara doa bersama ini merupakan agenda rutin yang dilakukan Istana di era Presiden Joko Widodo sejak 2017. Kegiatan berlangsung di halaman depan Istana Merdeka ini diisi dengan lantunan dzikir dan doa serta atraksi Rampak Gendang. (*)

Baca Juga: Imbauan Presiden Terpilih Joko Widodo ke Kubu Prabowo Tuai Pujian

#Joko Widodo
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
Beredar informasi yang menyebut Jokowi divonis bersalah oleh Hakim MK Anwar Usman karena telah melakukan pemalsuan ijazah.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
Beredar unggahan yang menyebut pemerintah telah menetapkan Jokowi sebagai bencana nasional. Cek fakta dan keaslian informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
Joko Widodo Ditugaskan BRIN Jadi Ketua Taskforce Penanggulangan Bencana, cek faktanya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
Beredar video yang menampilkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo tengah mengunjungi lokasi bencana alam Sumatra. Cek fakta lengkapnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Beredar video yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo marah kepada Menkeu Purbaya karena menolak bayar utang Whoosh menggunakan APBN.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Indonesia
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Ariyadi menegaskan bahwa menyeret-nyeret PDIP dalam narasi yang tidak berdasar hanya menunjukkan upaya memutarbalikkan fakta
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 November 2025
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Kejaksaan Agung menyita uang Jokowi senilai triliunan. Cek faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Indonesia
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
David Febrian Sandi tegaskan dukungan pada Prabowo-Gibran adalah langkah sah melanjutkan visi Jokowi
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 November 2025
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Beredar informasi yang menyebut Jokowi dan Gibran akan berkontestasi di Pilpres 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Oktober 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Indonesia
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Jokowi: Prinsip Dasar Transportasi Bukan Mencari Laba
Jokowi menegaskan proyek transportasi massal seperti Whoosh dibangun untuk layanan publik dan manfaat sosial, bukan demi keuntungan finansial.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Oktober 2025
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Jokowi: Prinsip Dasar Transportasi Bukan Mencari Laba
Bagikan