Imbauan Presiden Terpilih Joko Widodo ke Kubu Prabowo Tuai Pujian
Jokowi-Maruf Amin. (Foto: KPU)
MerahPutih.com - Akademisi dari Universitas Universitas Pertamina Jakarta, Rusdi J Abbas, mengapresiasi himbauan Presiden Joko Widodo untuk melupakan persaingan dan kembali bersatu membangun bangsa pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perselisihan hasil pemilihan presiden dan wakil presiden (sengketa Pilpres) 2019.
“Ajakan Joko Widodo sebagai presiden dan juga pemenang pilpres 2019 sudah tepat adanya. Sejatinya dalam pertarungan tersebut harus tetap memenangkan rakyat Indonesia, karena siapapun presiden dan wakil presiden yang terpilih akan terus bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali,” kata Abbas, di Jakarta, Selasa (2/7).
Apalagi, kata dosen jurusan Hubungan Internasional di Universitas Pertamina ini, ajakan Jokowi kepada Prabowo Subianto yang pesaingnya dalam Pilpres 2014 dan 2019 untuk membangun kembali bangsa ini sangat tepat dan itu yang semestinya dilakukan sebagai anak bangsa.
Baca Juga: Ma'ruf Amin Disarankan Tetap Bersarung, Ini Nilai Plusnya!
"Apalagi bila dilihat dari posisi politik Prabowo dan Gerindra sebagai parpol dengan perolehan suara terbanyak kedua pileg kemarin,” kata Abbas yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Rais I Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki pada periode 2014-2016 ini.
Senada dengan itu, Mohammad Ichlas El-Qudsi, seorang dosen di Universitas Pertamina dan mantan anggota DPR RI periode 2009-2014, juga menuturkan hal yang serupa, walaupun itu dinilai normatif.
"Ya ajakan untuk bersatu itu sifatnya normatif. Setiap pemilihan pemimpin usai, hal-hal seperti itu kan pasti akan ditawarkan," kata El-Qudsi seperti dilansir Antara.
Namun dia menyayangkan hingga saat ini, antara Jokowi dengan Prabowo belum juga bertemu secara langsung sebagai bentuk upaya rekonsiliasi paska pilpres terjadi. (*)
Baca Juga: PKS dan Gerindra Harus Bisa Tiru PDIP Saat SBY Berkuasa
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Jokowi: Prinsip Dasar Transportasi Bukan Mencari Laba