Jokowi-JK Belum Mampu Bereskan Data Pangan

Fadhli Fadhli - Sabtu, 17 Oktober 2015
Jokowi-JK Belum Mampu Bereskan Data Pangan

Presiden Jokowi menjawab wartawan di sela-sela memantau penangkapan impor tekstil ilegal, di kantor Ditjen Bea Cukai, Jakarta, Jumat (16/10) siang (Foto Setkab.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Keuangan - Satu tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) nampaknya masih belum mampu bereskan data pangan. Hal ini terlihat dari masih tidak akuratnya data pangan. Ironisnya, dalam hitungan hari pemerintahan mereka genap satu tahun.

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Berly Martawardaya mengatakan Indonesia sudah terlalu lama menggunakan data pangan yang tidak akurat. "Kalau sekarangkan masih estimasi lahan dikali produktifitas," tuturnya di Jakarta, Jumat, (16/10).

Data tidak akurat inilah yang memicu keributan seperti terjadinya lonjakan harga. Sehingga tak heran jika kebijakan pemerintah untuk membuka keran impor beras dari Vietnam dan impor sapi dari Australia menuai kritik. Sebab keputusan tersebut bertentangan dengan sikap awal pemerintah yang menyatakan tidak akan impor beras dan swasembada sapi.

"Niatnya bagus tapi kurang bisa memperhatikan dengan baik bagaimana psikologi pasar. Pemerintah harus pelan-pelan, enggak bisa kayak gitu, untuk mencapai swasembada pangan kan butuh waktu 2-3 tahun. Butuh irigasi, bibit baru dan lain-lain," tutup staf pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia itu.

Celakanya lagi, ketidak akuratan data pangan khususnya beras yang berujung pada gejolak harga beras juga di gadang-gadang merupakan salah satu penyebab naiknya angka kemiskinan di Indonesia. Dimana berdasarkan data BPS, angka kemiskinan pada Maret 2015 sebanyak 28,59 juta atau naik 11,22 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Artinya bertambah 860 ribu orang dibandingkan pada September 2014 dengan penduduk miskin sebanyak 27,73 juta jiwa atau 10,96 persen dari total penduduk Indonesia.

"Meningkatnya angka kemiskinan juga salah satunya disebabkan oleh kenaikan harga beras yang mencapai 25 persen," pungaskasnya. (rfd)

 

BACA JUGA:

  1. Keluarga Pembunuhan Ibu dan Anak Ucapkan Terima Kasih
  2. Kronologi Pembunuhan Ibu dan Anak di Cakung
  3. Impor Tekstil Ilegal Senilai Rp14 Miliar Digagalkan
  4. Kronologi Penggagalan Impor Tekstil Ilegal
  5. Hampir Setahun, Pemerintahan Jokowi Perburuk Angka Kemiskinan
#Satu Tahun Jokowi-JK #Ketahanan Pangan #Pemerintahan Jokowi-JK
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng di Perpanjang Sampai Juni, Bantu Stabilisasi Harga
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan implementasi program bantuan pangan turut andil mendukung stabilitas harga pangan, termasuk komoditas minyak goreng.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng di Perpanjang Sampai Juni, Bantu Stabilisasi Harga
Indonesia
Kisah Ketahanan Pangan dari Kebun SD Kanisius Pucangsawit, Solo
Bapak dan ibu guru bersama siswa bersama-sama menjalankan kebun sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Kisah Ketahanan Pangan dari Kebun SD Kanisius Pucangsawit, Solo
Indonesia
Antisipasi El Nino 2026, Pemprov DKI Siapkan Strategi Ketahanan Pangan
Pemprov DKI siapkan strategi hadapi El Nino 2026. Dari hidroponik hingga pemanfaatan air AC untuk jaga ketahanan pangan kota.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Antisipasi El Nino 2026, Pemprov DKI Siapkan Strategi Ketahanan Pangan
Indonesia
Swasembada Pangan Dikebut, 8 Komoditas Diproyeksi Surplus Juni 2026
Pemerintah targetkan 8 komoditas pangan swasembada Juni 2026. Data Bapanas menunjukkan surplus beras, jagung, gula, hingga telur ayam.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Swasembada Pangan Dikebut, 8 Komoditas Diproyeksi Surplus Juni 2026
Indonesia
GNTI Bersiap Panen Raya 1.500 Hektare Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Program pengembangan jagung di area seluas 1.500 hektare ini merupakan salah satu upaya konkret dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Dwi Astarini - Rabu, 08 April 2026
GNTI Bersiap Panen Raya 1.500 Hektare Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Dunia
BRIN Pimpin Tim Riset Internasional Jadikan Pisang Liar Sumber Pangan Global
Genotipe plasma nutfah pisang liar dari Indonesia akan menjadi induk persilangan dalam merekayasa varietas pisang unggul tahan penyakit.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Februari 2026
BRIN Pimpin Tim Riset Internasional Jadikan Pisang Liar Sumber Pangan Global
Indonesia
Wagub Rano Karno Jamin Ketersediaan Pangan Jakarta Aman, Subsidi Ayam Segera Meluncur
Guna meredam gejolak harga tersebut, pemerintah akan segera mengambil langkah taktis
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Desember 2025
Wagub Rano Karno Jamin Ketersediaan Pangan Jakarta Aman, Subsidi Ayam Segera Meluncur
Indonesia
Harga Bapok Terbaru 7 Desember 2025: Cabai Rawit Melambung Sendiri, Mayoritas Pangan Malah Kompak Turun Drastis
Penurunan harga juga terjadi pada kelompok daging dan telur
Angga Yudha Pratama - Minggu, 07 Desember 2025
Harga Bapok Terbaru 7 Desember 2025: Cabai Rawit Melambung Sendiri, Mayoritas Pangan Malah Kompak Turun Drastis
Indonesia
Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru 2025/2026, Mendag Waspadai Faktor Cuaca
Biasanya kan Nataru yang perlu diantisipasi adalah cabai
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 November 2025
Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru 2025/2026, Mendag Waspadai Faktor Cuaca
Indonesia
PT KAI Angkut 17.730 Ton Pupuk Selama 2025, Bukti Dukungan terhadap Ketahanan Pangan
Distribusi yang lancar memberikan efisiensi biaya bagi produsen dan distributor.
Dwi Astarini - Selasa, 18 November 2025
PT KAI Angkut 17.730 Ton Pupuk Selama 2025, Bukti Dukungan terhadap Ketahanan Pangan
Bagikan