MerahPutih.com - Pengamat Politik dan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan, pemberian gelar 'Cak Jancuk' kepada Presiden Jokowi merupakan apresiasi kedekatan antara calon Presiden nomor urut 01 dengan rakyat Jawa Timur.
"Mungkin untuk mengekspresikan keakraban antara presiden dengan rakyat Jatim," kata Ujang saat dikonfirmasi MerahPutih.com, Senin (4/2).
Lebih lanjut, menurut dia, disematkannya gelar 'cak jancuk' ke Jokowi merupakan hal yang wajar bagi warga Jawa Timur. Karena kedua kata tersebut sangat akrab di telinga masyarakat Jatim meskipun berkonotasi Negatif.
"Betul. Namun dalam kontek gelar Jancuk yang diberikan Jokowi bermakna: jantan, cakap, ulet, dan komitmen (Jancuk)," tutur Ujang.
Sebelumnya, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menghadiri kampanye deklarasi Forum Alumni Jawa Timur untuk dirinya di Tugu Pahlawan, Jl Pahlawan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2) lalu.
Dalam acara tersebut, Jokowi diteriaki 'jancuk' oleh para pendukungnya. Kemudian pembawa acara itu juga menyematkan gelar pada Jokowi dengab sebutan 'cak', yang merupakan singkatan yakni cakap, agamis, dan kreatif, sekaligus 'jancuk' jantan, cakap, ulet, dan komitmen. (Asp)