Jokowi Ditekan Poros Gondangdia dan Teuku Umar dalam Penyusunan Kabinet

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 13 Oktober 2019
Jokowi Ditekan Poros Gondangdia dan Teuku Umar dalam Penyusunan Kabinet

Pertemuan Jokowi dan Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10). Foto: Setkab

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menyebut penyusunan kabinet periode kedua Presiden Joko Widodo seperti cinta segitiga. Cinta segitiga antara Jokowi dengan poros Gondangdia dan poros Teuku Umar

Poros Gondangdia yang dimaksud Qodari merujuk pada lokasi kantor Partai NasDem. Sedangkan poros Teuku Umar pada rumah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga

Gerindra Gabung Pemerintah, Kabar Buruk Bagi Oposisi

Menurut Qodari, Jokowi saat ini berusaha menjaga keseimbangan antara poros Teuku Umar dan Gondangdia. Qodari menuturkan, kedua poros tersebut memiliki motivasi yang berbeda dalam menyikapi partai-partai di luar koalisi pendukung Jokowi yang ingin bergabung.

m Qodari
Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari

Mengenai wajah kabinet, Qodari mengatakan bahwa Jokowi sudah memberikan kisi-kisi. Pertama, ingin tipologi menteri eksekutor yang pintar memahami masalah.

Kedua, Jokowi ingin menteri yang mempunyai kepemimpinan sehingga bisa menggerakkan organisasi dan orang untuk mengimplementasikan program kerjanya. Ketiga, Jokowi ingin calon menterinya punya kemampuan monitoring dan evaluasi lapangan.

Qodari mengatakan tidak heran jika gestur Jokowi saat bertemu Prabowo lebih bebas dan santai. Sebab, mencermati dinamika politik pada 2014 dan 2019, Jokowi dan Prabowo sebetulnya dekat dan saling mengunjungi. Bahkan, frekuensi pertemuan keduanya lebih sering dibandingkan Jokowi-SBY.

Baca Juga

Ketimbang Demokrat, Jokowi Lebih Pilih Gerindra

"Selama masa Jokowi jadi presiden, oposisi sesungguhnya adalah Demokrat," kata Qodari kepada wartawan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10).

Sementara, Pengajar komunikasi politik UGM Nyarwi Ahmad, menilai Partai Gerindra memiliki daya tarik di mata Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam penyusunan kabinet.

"Artinya Gerindra dibutuhkan pada pemerintahan Jokowi mendatang," kata Nyarwi.l

Pertemuan Jokowi dan Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10). Foto: Setkab

Nyarwi mengamati pertemuan Jokowi-Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Jumat kemarin dengan pertemuan Jokowi-Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Kamis lalu.

Baca Juga

Gerindra Diprediksi Merapat ke Koalisi, Paloh: NasDem Harus Konsisten

Dalam pertemuan dengan Prabowo, kata Nyarwi, Jokowi terlihat lebih ekspresif dan antusias ketimbang bertemu SBY saat ditanya soal koalisi.

"Dalam konteks apa yang dihadapkan dalam kebutuhan koalisi, saya lihat ketika bicara dengan Pak Prabowo, Pak Jokowi meski bilang belum final tapi lebih bersemangat. Tidak lemas," pungkasnya. (Knu)

#M Qodari #Presiden Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bakom Klaim PLTS 100 GWp Bangun Kemandirian Energi Sekaligus Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
Program PLTS 100 GWp bukan sekadar penetapan target, melainkan langkah nyata membangun sumber energi baru yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Bakom Klaim PLTS 100 GWp Bangun Kemandirian Energi Sekaligus Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
Indonesia
Guru PPPK Bisa Ikut CPNS Mulai 2027, Bakom Sebut Pemerintah Ingin Memberi Kepastian Status
Guru berstatus PPPK akan diberikan kesempatan mengikuti seleksi menjadi CPNS guru dengan proses yang dimulai pada awal 2027.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Guru PPPK Bisa Ikut CPNS Mulai 2027, Bakom Sebut Pemerintah Ingin Memberi Kepastian Status
Indonesia
Perlinsos Digital Pangkas Proses Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Perlinsos Digital merupakan sistem perlindungan sosial digital terintegrasi.
Dwi Astarini - Rabu, 19 Agustus 2026
Perlinsos Digital Pangkas Proses Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Indonesia
Qodari Tanggapi Survei Kepuasan Publik terhadap Prabowo, Minta Indikator Lebih Detail
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menanggapi survei SMRC terkait kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Qodari Tanggapi Survei Kepuasan Publik terhadap Prabowo, Minta Indikator Lebih Detail
Indonesia
Kabakom M Qodari Berharap Prabowo Lebih Sering Gunakan Teks saat Pidato Kenegaraan
Kepala Badan Komunikasi RI Muhammad Qodari berharap Presiden Prabowo Subianto lebih sering menggunakan teks saat pidato kenegaraan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Kabakom M Qodari Berharap Prabowo Lebih Sering Gunakan Teks saat Pidato Kenegaraan
Indonesia
Qodari Ungkap Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik
Presiden Prabowo menekankan sektor perbankan memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi yang manfaatnya harus semakin dirasakan masyarakat luas.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Qodari Ungkap Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik
Indonesia
Penolakan Pejabat Negara di UGM, Qodari: Demokrasi Harus Mengedepankan Dialog
Kabakom Ri, Muhammad Qodari, menanggapi penolakan sebagian mahasiswa UGM terhadap kehadiran pejabat pemerintah dalam forum diskusi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
Penolakan Pejabat Negara di UGM, Qodari: Demokrasi Harus Mengedepankan Dialog
Indonesia
Qodari Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihentikan
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menegaskan program Makan Bergizi Gratis tidak akan dihentikan karena merupakan program prioritas dan janji kampanye Presiden Prabowo.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
Qodari Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihentikan
Indonesia
Kementerian PANRB: WFH ASN Tak Turunkan Kinerja, 95 Persen Layanan Publik Tetap Stabil
Kementerian PANRB menyebut kebijakan WFH ASN tidak menurunkan kinerja maupun kualitas pelayanan publik. Sebanyak 95 persen layanan tetap stabil dan digitalisasi pemerintahan semakin meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Juni 2026
Kementerian PANRB: WFH ASN Tak Turunkan Kinerja, 95 Persen Layanan Publik Tetap Stabil
Indonesia
Bakom Klaim Transformasi Budaya Kerja ASN Hemat Rp 1,94 Triliun dalam Dua Bulan
Pemerintah mencatat penghematan Rp1,94 triliun dari kebijakan Transformasi Budaya Kerja ASN selama April-Mei 2026. Mayoritas berasal dari efisiensi perjalanan dinas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Juni 2026
Bakom Klaim Transformasi Budaya Kerja ASN Hemat Rp 1,94 Triliun dalam Dua Bulan
Bagikan