Jokowi Bisa Perpanjang Masa Kerja Idham Azis, Calon Kapolri Baru Gigit Jari

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 06 Juli 2020
Jokowi Bisa Perpanjang Masa Kerja Idham Azis, Calon Kapolri Baru Gigit Jari

Kapolri Jenderal Idham Azis dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba di Polda Metro Jaya, Kamis (2/7). Foto: MP/Kanu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta menduga akan ada perpanjangan masa kerja Kapolri Jenderal Idham Azis yang bakal pensiun Januari 2022 mendatang.

Menurut Stanislaus, hal ini bisa terjadi jika tak ada jenderal bintang tiga hingga dua yang tak menonjol kinerjanya. Terutama dalam penanganan krisis saat COVID-19 dan Pilkada Serentak 2020 mendatang.

Presiden bisa menerapkan pasal 30 ayat 2 UU No 2 Tahun 2002, yang menyebutkan sejumlah syarat bagi Idham untuk diperpanjang menjadi Kapolri.

"Bahwa usia pensiun maksimum anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia 58 tahun. Lalu bagi anggota yang memiliki keahlian khusus dan sangat dibutuhkan dalam tugas kepolisian dapat dipertahankan sampai dengan 60 tahun," ujar Stanislaus kepada Merahputih.com di Jakarta, Senin (6/7).

Baca Juga

Penyiram Novel Diprediksi Divonis Ringan, Hirup Udara Bebas Akhir Tahun Ini

Aturan ini akan memberikan payung hukum bagi Presiden jika memperpanjang masa jabatan Jendral Idham Azis sebagai Kapolri. "Sambil menunggu kesiapan dan kelayakan calon Kapolri pengganti," tambahnya.

Selain perwira tinggi bintang tiga (Komjen), masih ada peluang bagi perwira tingga bintang dua (Irjen) untuk masuk dalam bursa calon Kapolri.

"Indikasinya adalah jika perwira tinggi bintang dua tersebut dalam kurun waktu hingga akhir tahun ini mendapat promosi dan kenaikan pangkat menjadi bintang tiga," terang Stanislaus.

Dengan memanasnya bursa calon Kapolri ini maka beberapa perwira tinggi Polri yang berpotensi menjadi pengganti Jendral Idham Azis sebagai Kapolri akan terus disorot.

Dalam beberapa bulan ke depan ada beberapa momentum yang menuntut keterlibatan Polri, yaitu pendisiplinan masyrakat dalam era new normal di masa pandemi COVId-19, dan Pilkada Serentak yang rencananya akan dilaksanakan pada Desember 2020.

"Perwira tinggi bintang tiga yang mempunyai kinerja terbaik dalam momentum penanganan COVID-19 dan Pilkada Serentak 2020," ungkap dia.

Saat ini dua perwira tinggi bintang dua yang menonjol adalah Irjen Nana Sujana, Kapolda Metro Jaya, alumni AKPOL 1988, masa dinas aktif hingga 2023; dan Irjen Ahmad Lutfhi, Kapolda Jawa Tengah, alumni Sekolah Polisi Sumber Sarjana Polri 1989, dengan masa dinas aktif hingga 2024.

"Jika skenario pertama tidak menjadi pilihan dari Presiden, atau ada perwira tinggi bintang dua yang kinerjanya lebih menonjol," cetus Stansilaus.

Meskipun demikian akan ada catatan tersendiri bagi Irjen Ahmad Lutfi yang bukan alumni AKPOL, tentu akan menimbulkan dinamika tersendiri. "Karena jabatan perwira tinggi Polri saat ini didominasi oleh Alumni AKPOL," imbuh dia.

Jenderal Idham Azis
Kapolri Jenderal Idham Azis dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba di Polda Metro Jaya, Kamis (2/7). Foto: MP/Kanu

Dalam enam bulan ke depan, Kapolri Jenderal Idham Azis akan memasuki masa purnabakti. Idham resmi pensiun pada Januari 2021. Saat merayakan hari jadi Bhayangkara yang ke-74, Idham sudah mendengar nama-nama penggantinya.

Menurut Idham, isu ini akan semakin berembus di internal Polri, di bulan-bulan menuju ia pensiun.

"Saya berharap nanti Kapolrinya bisa lebih baik lagi dari sekarang. Tentu yang ada di dalam ruangan inilah yang jadi Kapolri, tidak mungkin Pangkostrad jadi Kapolri," kata Idham di Mabes Polri, Rabu (1/7).

"Saya perlu mengingatkan sampai sekarang ini, awal-awal ini, supaya tidak banyak susupo. Kalau orang Palu bilang susupo itu isu yang liar, isu yang tidak membuat ini ya kan. Semakin ke depan nanti itu semakin tajam itu, ini baru Juli, Agustus nanti ber.. ber.. ber.. itu sudah semakin tajam," jelas dia.

Benar saja, sejumlah nama pun mulai digadang-gadang. Sebagai mitra dari kepolisian, anggota Komisi III DPR, Jazilul Fawaid, memunculkan nama-nama yang menurutnya cocok menggantikan Idham dan harus cekatan.

Baca Juga

Polisi Musnahkan Narkoba Seberat 1,2 Ton dari Jaringan Timur Tengah

"Seperti ada Kapolda Metro DKI (Irjen Nana Sudjana) Kapolda Jatim (Irjen Mohammad Fadil Imran). Ini 'kan menjadi takaran saja nanti. Mereka kan ada di daerah-daerah besar, ya. Di Jateng juga (Irjen Pol Ahmad Luthfi). Di samping itu, ada eselon satu seperti Kabareskrim (Komjen Listyo Sigit Prabowo), begitu," lanjutnya.

Meski demikian, Jazilul mengaku belum ada pembicaraan sedikit pun mengenai isu penggantian Kapolri di Komisi III. Mereka masih sibuk menangani pandemi COVID-19. "Kalau itu belum, karena kita harus tahu yang dibutuhkan pada masyarakat, masih penangan COVID-19," tuturnya. (Knu)

#Idham Azis #Kapolri
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Meriyati Roeslani Hoegeng Disusulkan Dapat Bintang Bhayangkara
Kontribusi almarhumah tidak hanya bersifat personal, melainkan memiliki dampak luas terhadap penguatan nilai-nilai etik dan moral di lingkungan kepolisian.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Februari 2026
Meriyati Roeslani Hoegeng Disusulkan Dapat Bintang Bhayangkara
Indonesia
Kenangan Megawati Pada Istri Mantan Kapolri Hoegeng, Selamat Jalan Tante Meri
Megawati menyampaikan penyesalannya karena saat ini sedang kunjungan kerja di UEA sehingga tidak bisa melayat Eyang Meri.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Februari 2026
Kenangan Megawati Pada Istri Mantan Kapolri Hoegeng, Selamat Jalan Tante Meri
Indonesia
Istri Mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso 'Eyang Meri' Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Pihak keluarga saat ini menyemayamkan jenazah di rumah duka yang berlokasi di kawasan Mekarjaya, Depok
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Februari 2026
Istri Mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso 'Eyang Meri' Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Indonesia
Mantan Ajudan Jokowi Pimpin Humas Mabes Polri
Kepala Divisi Humas Polri selanjutnya diserahterimakan kepada Irjen Johnny Edison Isir yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat dan ajudan Presiden ke-7 Joko Widodo.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 31 Januari 2026
Mantan Ajudan Jokowi Pimpin Humas Mabes Polri
Indonesia
Tok! DPR Sahkan 8 Poin Reformasi Polri, Kedudukan Tetap di Bawah Presiden
Delapan poin yang telah ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersifat mengikat
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Januari 2026
Tok! DPR Sahkan 8 Poin Reformasi Polri, Kedudukan Tetap di Bawah Presiden
Indonesia
Eks Kapolda Ingatkan Kapolri: Benahi Adab dan Perilaku Aparat di Lapangan
Kepercayaan publik tidak dibangun dari pidato atau laporan, tetapi dari tindakan nyata
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Januari 2026
Eks Kapolda Ingatkan Kapolri: Benahi Adab dan Perilaku Aparat di Lapangan
Indonesia
DPR Sentil Kapolri: Jangan Suruh Anggota Humanis Kalau Perut Masih Lapar, Kesejahteraan Polisi Harga Mati
Peningkatan kesejahteraan bukan sekadar soal angka di atas kertas
Angga Yudha Pratama - Senin, 26 Januari 2026
DPR Sentil Kapolri: Jangan Suruh Anggota Humanis Kalau Perut Masih Lapar, Kesejahteraan Polisi Harga Mati
Indonesia
2 Bhabinkamtibmas Meninggal Saat Hendak Menolong Korban Longsor Cisarua, Kapolri Berduka
Mewakili institusi Polri, dia pun mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap dua mendiang anggota tersebut setelah menjalani tugasnya selama ini.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
2 Bhabinkamtibmas Meninggal Saat Hendak Menolong Korban Longsor Cisarua, Kapolri Berduka
Indonesia
Kapolri Sigit Tolak Polri di Bawah Kementerian, Nanti Ada 2 Matahari Kembar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan penolakannya terhadap wacana penempatan Polri di bawah kementerian.
Wisnu Cipto - Senin, 26 Januari 2026
Kapolri Sigit Tolak Polri di Bawah Kementerian, Nanti Ada 2 Matahari Kembar
Indonesia
Panggil Kapolri, DPR Pertanyakan soal Kebebasan Berekspresi di Indonesia
Semakin persuasif respons Polri, semakin baik citranya. Sebaliknya, semakin represif, maka akan semakin negatif.
Dwi Astarini - Senin, 26 Januari 2026
Panggil Kapolri, DPR Pertanyakan soal Kebebasan Berekspresi di Indonesia
Bagikan