Jokowi Belajar Menjaga Ego dari Paduan Suara Gereja

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 12 November 2018
Jokowi Belajar Menjaga Ego dari Paduan Suara Gereja

Presiden Jokowi berfoto bersama panitia dan pemenang Pesparani 2018, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Senin (12/11) siang. (Foto: Anggun/Humas/Setkab)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku belajar filosofi toleransi dan harmonisasi dalam keberagamaan dari kelompok paduan suara gereja umat Katolik saat mengiringi ibadah misa suci.

“Dalam paduan suara, kita banyak belajar tentang tenggang rasa, belajar untuk saling menghargai, dan belajar saling membangun toleransi. Itulah yang diperlukan bangsa kita Indonesia sekarang ini,” kata Jokowi, saat menerima perwakilan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), serta panitia dan pemenang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Tahun 2018 di Istana Bogor, Senin (12/11).

Presiden mencontohkan suara sopran, suara alto, suara tenor, dan suara bas, semuanya harus saling menghargai. Tidak mungkin satu minta dominan, satu minta terus-terusan sopran atau terus-terusan bas.

paduan suara
Kelompok Paduan Suara. Foto: Facebook The Resonanz Children's Choir

“Tidak mungkin. Harus saling menjaga dan mengurangi ego masing-masing untuk mendapatkan sebuah suara yang padu, suara yang harmonis, dan suara yang indah,” tutur Jokowi, dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet, setkab.go.id.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga berpesan agar masalah kerukunan, persaudaraan, dan persatuan terus disampaikan kepada umat, kepada masyarakat, karena banyak yang tidak ingat, lupa bahwa negara ini memang sangat beragam, berbeda agama, suku, bahasa daerah, adat, tradisi.

Menurut Presiden Jokowi, diperlukan sebuah pemahaman agar aset terbesar bangsa ini, yaitu persatuan, persaudaraan, dan kerukunan betul-betul bisa diresapi dan bisa dipahami secara mendasar oleh masyarakat.

ilustrasi (pixabay)

“Jangan sampai intoleransi, ekstremisme, menganggap dirinya yang paling benar, itu merasuk ke mana-mana dan nantinya membuat masyarakat merasa tidak rukun, tidak satu. Itu yang sangat berbahaya,” tandas Kepala Negara.

Tak hanya kelompok paduan suara pemenang Pesparani 2018, hadir pula dalam kesempatan itu Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Mgr Ignasius Soeharyo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Mensesneg Pratikno, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko dan Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya. (*)

#Jokowi #Toleransi Umat Beragama #Pilpres 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Indonesia
IKUB Terbaru Tembus 77,89, Ini Tiga Dimensi Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 mencapai 77,89, tertinggi sejak 2015. Simak skor toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan serta capaian Kemenag.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
IKUB Terbaru Tembus 77,89, Ini Tiga Dimensi Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Bagikan