Joe Biden Undur Diri dari Pilpres Amerika, Barack Obama Menyebutnya Patriot Cinta Negara

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 22 Juli 2024
Joe Biden Undur Diri dari Pilpres Amerika, Barack Obama Menyebutnya Patriot Cinta Negara

Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (ANTARA/HO-Kedubes AS di Jakarta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - JOE Biden resmi menyatakan undur diri dari kontestasi pemilihan umum presiden Amerika Serikat. Padahal, Presiden ke-46 AS itu baru melakukan setengah perjalanan kampanye. Atas keputusan Biden tersebut, Barack Obama memberikan komentar.

Dalam keterangan tertulisnya, Presiden ke-44 AS memuji kepemimpinan Biden selama hampir empat tahun ini. Obama mengatakan Biden ialah seorang yang sangat berpengaruh. Biden, menurut Obama, ialah patriot yang berpangkat tinggi.

"Enam belas tahun yang lalu, ketika mulai mencari wakil presiden, saya mengetahui karier Joe yang luar biasa dalam pelayanan publik. Namun, yang lebih saya kagumi ialah karakternya, empatinya yang dalam dan ketangguhannya yang diperoleh dengan susah payah, kesopanan mendasar, dan keyakinannya bahwa setiap orang berarti," kata Obama dalam keterangan resmi, Senin (22/7).

Ia menyebut keputusan Biden itu tentu sudah diperhitungkan dengan baik. Hal itu mengingat, mantan wakil presiden di masa pemerintahan Obama itu punya rekam jejak yang jelas dalam menjalankan pemerintahan.

Baca juga:

Joe Biden Mundur dari Pilpres AS, Kamala Harris Siap Maju

"Namun, saya tahu ia tidak akan mengambil keputusan ini kecuali ia yakin keputusan itu tepat untuk Amerika. Hal ini merupakan bukti kecintaan Biden terhadap negaranya dan contoh bersejarah dari seorang pegawai negeri yang sejati yang sekali lagi mendahulukan kepentingan rakyat Amerika di atas kepentingannya sendiri sehingga generasi pemimpin masa depan sebaiknya mengikutinya," ucapnya.

Obama menyebut memahami apa pun keputusan Biden lebih baik daripada siapa pun dan apa pun yang dipertaruhkan dalam pemilu kali ini. "Bagaimana segala sesuatu yang telah dia perjuangkan sepanjang hidupnya, dan segala sesuatu yang diperjuangkan Partai Demokrat, akan berisiko jika kita mengizinkan Trump kembali ke Gedung Putih dan memberikan kendali kepada Partai Republik di Kongres," katanya.

Obama menaruh simpati kepada Biden bahwa keputusan undur diri itu tidaklah mudah. Meski begitu, ia meyakini Partai Demokrat, melalui proses, akan menghasilkan calon yang luar biasa.

"Saya percaya bahwa visi Biden tentang Amerika yang murah hati, sejahtera, dan bersatu yang memberikan kesempatan bagi semua orang akan terlihat sepenuhnya di Konvensi Demokrat pada Agustus. Saya berharap kita semua siap untuk membawa pesan harapan dan kemajuan tersebut ke November dan seterusnya," katanya.(tka)

Baca juga:

Ini Alasan Joe Biden Mundur dari Pilpres AS 2024

#Joe Biden #Amerika Serikat #Pemilu Amerika
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Penggunaan kekuatan udara saja kemungkinan tidak akan mampu memaksa Teheran memenuhi tuntutan Amerika Serikat
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Dunia
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Laporan tersebut menambahkan bahwa pejabat AS mengaitkan lambatnya proses imigrasi tersebut disebabkan oleh prosedur peninjauan permohonan yang lebih ketat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Indonesia
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Asosiasi-asosiasi tersebut memperingatkan bahwa penerapan kebijakan semacam itu dapat menjadi preseden bagi langkah serupa di jalur pelayaran internasional lainnya
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Dunia
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Presiden AS Donald Trump menutup lima misi diplomatik, termasuk Konsulat AS di Medan, Indonesia.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Dunia
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
"Saya tidak akan membiarkan mereka mengenakan biaya. Jika ada pihak yang akan mengenakan biaya, kami yang akan melakukannya," kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
Indonesia
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Blokade darat disebut menjadi salah satu dari sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan Washington dan Tel Aviv untuk menekan Iran agar kembali ke meja perundingan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Indonesia
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu malam waktu Amerika atau Kamis (30/7) dini hari waktu Teheran.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Dunia
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Pemungutan suara tersebut merupakan tahap prosedural kedua terkait RUU tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Indonesia
AS Kerahkan 20 Kapal ke Timur Tengah Buat Operasi Militer dan Blokade Selat Hormuz
AS dan Iran sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengupayakan berakhirnya konflik sejak 28 Februari namun berakhir tanpa tindak lanjut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
AS Kerahkan 20 Kapal ke Timur Tengah Buat Operasi Militer dan Blokade Selat Hormuz
Bagikan