JK Tepis Jokowi Lakukan 'Bersih-Bersih' Loyalis SBY

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 21 Januari 2015
JK Tepis Jokowi Lakukan 'Bersih-Bersih' Loyalis SBY

sumber foto: Antara

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional- Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menepis tudingan bahwa pencopotan Kapolri Jenderal Sutarman terkait upaya pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk membersihkan loyalis Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

"Enggaklah enggak ada," kata JK singkat saat dijumpai di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (21/1). 

Lebih lanjut JK yang juga bekas Menteri Kesejahteraan Rakyat di era Presiden Megawati Soekarnoputri melanjutkan pencopotan Jenderal Sutarman sebagai Kapolri sejatinya tidak perlu dipersoalkan, Sebab dalam hitungan bulan, Sutarman akan segera pensiun. 

JK juga membandingkan pemerintahan Joko Widodo dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Di era Presiden SBY juga ada sejumlah pejabat yang dirotasi.

"Pak SBY dulu juga mengganti orang,"tandas JK. 

Sebelumnya Presiden Joko Widodo dalam akun facebooknya menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan pembersihan terhadap orang-orang yang dianggap loyal dengan Presiden SBY. Joko Widodo berdalih rotasi yang dilakukan sebagai upaya penyegaran di pemerintahan.

"Kalaupun ada pergantian-pergantian pejabat di tubuh pemerintahan itu hanya sirkulasi manajemen pejabat publik, dan itu hal yang biasa untuk penyegaran manajemen tata kelola kebijakan publik," kata Jokowi dalam akun facebooknya beberapa waktu lalu. 

Di tepi lain pengamat komunikasi politik, Tjipta Lesmana mengatakan, bahwa Presiden Joko WIdodo sedang melakukan bersih-bersih dengan menyingkirkan Jenderal Sutarman sebagai Kapolri dan menunjuk Komisaris Budi Gunawan sebagai pucuk pimpinan Koprs Tri-Brata 1. 

Jenderal Sutarman dipersepsikan sebagai orang yang dekat dengan Presiden SBY. Sebaliknya Komjen Budi Gunawan adalah orang dekat Megawati Soekarnoputri. Saat Megawati menjadi Presiden RI kelima pada tahun 2001-2004, Budi Gunawan adalah ajudan Megawati. 

Tjipta juga menjelaskan salah satu alasan Joko Widodo memecat Kapolri Sutarman adalah tidak tuntasnya kasus Obor Rakyat dalam pemilu Presiden 2014 lalu. 

"Dosa Sutarman tidak mampu tuntaskan kasus Obor Rakyat. Jokowi benci sekali. Kenapa kasus begitu jelas penghinaan sejak awal enggak bisa dituntaskan," katanya usai diskusi Polemik Sindo Radio bertajuk Jokowi, Kok Gitu? di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/1). (BHD)

 

#Jusuf Kalla
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
JK Ungkap Hasil Pertemuan dengan Prabowo, Bahas Proyek Energi Raksasa Senilai Rp 70 Triliun
JK membeberkan hasil pertemuan dengan Prabowo. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah percepatan proyek energi nasional bernilai hingga Rp 70 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
JK Ungkap Hasil Pertemuan dengan Prabowo, Bahas Proyek Energi Raksasa Senilai Rp 70 Triliun
Indonesia
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
PSI beralasan kasus yang menyeret Grace bukan urusan partai karena melibatkan pernyataan yang menjadi tanggung jawab pribadi.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
Indonesia
Disinggung Jusuf Kalla soal Peran Jadi Presiden, Jokowi: Saya Bukan Siapa-siapa, Cuma Orang Kampung
Presiden ke-7 RI, Jokowi, menanggapi statement Jusuf Kalla. Ia menyebut bahwa Jokowi menjadi presiden berkat dirinya.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Disinggung Jusuf Kalla soal Peran Jadi Presiden, Jokowi: Saya Bukan Siapa-siapa, Cuma Orang Kampung
Indonesia
JK: Kasih Tahu Termul-Termul, Jokowi Jadi Presiden Karena Saya!
Istilah termul yang digunakan JK itu merujuk kepanjangan dari Ternak Mulyono. Adapun, Mulyono merupakan nama masa kecil Jokowi yang akhirnya diganti oleh orang tuanya karena sering sakit-sakitan
Wisnu Cipto - Minggu, 19 April 2026
 JK: Kasih Tahu Termul-Termul, Jokowi Jadi Presiden Karena Saya!
Indonesia
Waka Banggar DPR dari Gerindra Pertanyakan Motif JK Usul Naikkan Harga BBM
Politikus Gerindra Wihadi Wijanto menegaskan APBN Indonesia masih kuat dan mampu menahan dampak kenaikan energi global, merespons usulan Jusuf Kalla soal kenaikan BBM.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 April 2026
Waka Banggar DPR dari Gerindra Pertanyakan Motif JK Usul Naikkan Harga BBM
Indonesia
Diminta Jusuf Kalla Tunjukkan Ijazah, Jokowi: Pihak yang Menuding Membuktikan
Mantan Wali Kota Solo itu menegaskan pihaknya tidak mau berspekulasi soal sosok orang besar di balik ijazah palsu.
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
Diminta Jusuf Kalla Tunjukkan Ijazah, Jokowi: Pihak yang Menuding Membuktikan
Indonesia
PMI Buka Rekening Bantuan Buat Iran, Gandeng Pakistan Buat Beli Obat-Obatan
JK menyampaikan bahwa minggu ini, tim PMI akan ke Islamabad, Pakistan, untuk melakukan pengadaan obat-obatan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
 PMI Buka Rekening Bantuan Buat Iran, Gandeng Pakistan Buat Beli Obat-Obatan
Indonesia
Geram Dituduh Bohir Ijazah Palsu Jokowi, JK Polisikan Rismon Sianipar
Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) geram namanya ikut diseret-seret dalam kasus polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi)
Wisnu Cipto - Rabu, 08 April 2026
Geram Dituduh Bohir Ijazah Palsu Jokowi, JK Polisikan Rismon Sianipar
Berita Foto
Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Pemakaman Wapres ke-6 Try Sutrisno di TMP Kalibata Jakarta
Prosesi pemakaman Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Didik Setiawan - Senin, 02 Maret 2026
Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Pemakaman Wapres ke-6 Try Sutrisno di TMP Kalibata Jakarta
Indonesia
Cewek Tabrak Pagar Rumah JK Sepakat Bayar Ganti Rugi Rp 25 Juta, Polisi Hentikan Perkara
Kepolisian resmi menghentikan perkara penabrakan pagar rumah JK karena pihak korban tidak membuat laporan resmi ke kepolisian.
Wisnu Cipto - Kamis, 19 Februari 2026
Cewek Tabrak Pagar Rumah JK Sepakat Bayar Ganti Rugi Rp 25 Juta, Polisi Hentikan Perkara
Bagikan