MerahPutih Nasional- Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menepis tudingan bahwa pencopotan Kapolri Jenderal Sutarman terkait upaya pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk membersihkan loyalis Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Enggaklah enggak ada," kata JK singkat saat dijumpai di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (21/1).
Lebih lanjut JK yang juga bekas Menteri Kesejahteraan Rakyat di era Presiden Megawati Soekarnoputri melanjutkan pencopotan Jenderal Sutarman sebagai Kapolri sejatinya tidak perlu dipersoalkan, Sebab dalam hitungan bulan, Sutarman akan segera pensiun.
JK juga membandingkan pemerintahan Joko Widodo dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Di era Presiden SBY juga ada sejumlah pejabat yang dirotasi.
"Pak SBY dulu juga mengganti orang,"tandas JK.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo dalam akun facebooknya menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan pembersihan terhadap orang-orang yang dianggap loyal dengan Presiden SBY. Joko Widodo berdalih rotasi yang dilakukan sebagai upaya penyegaran di pemerintahan.
"Kalaupun ada pergantian-pergantian pejabat di tubuh pemerintahan itu hanya sirkulasi manajemen pejabat publik, dan itu hal yang biasa untuk penyegaran manajemen tata kelola kebijakan publik," kata Jokowi dalam akun facebooknya beberapa waktu lalu.
Di tepi lain pengamat komunikasi politik, Tjipta Lesmana mengatakan, bahwa Presiden Joko WIdodo sedang melakukan bersih-bersih dengan menyingkirkan Jenderal Sutarman sebagai Kapolri dan menunjuk Komisaris Budi Gunawan sebagai pucuk pimpinan Koprs Tri-Brata 1.
Jenderal Sutarman dipersepsikan sebagai orang yang dekat dengan Presiden SBY. Sebaliknya Komjen Budi Gunawan adalah orang dekat Megawati Soekarnoputri. Saat Megawati menjadi Presiden RI kelima pada tahun 2001-2004, Budi Gunawan adalah ajudan Megawati.
Tjipta juga menjelaskan salah satu alasan Joko Widodo memecat Kapolri Sutarman adalah tidak tuntasnya kasus Obor Rakyat dalam pemilu Presiden 2014 lalu.
"Dosa Sutarman tidak mampu tuntaskan kasus Obor Rakyat. Jokowi benci sekali. Kenapa kasus begitu jelas penghinaan sejak awal enggak bisa dituntaskan," katanya usai diskusi Polemik Sindo Radio bertajuk Jokowi, Kok Gitu? di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/1). (BHD)