Jerry Hermawan Lo Optimis Dua Perusahaan Barunya Bisa Memajukan Tanjung Lesung
Jerry Hermawan Lo, memberikan beberapa sambutan dan arahan di acara meeting koordinasi proyek Villa Vanilli Tanjung Lesung PT. Jaya Hunian Lestari dan PT. Persaudaraan Anak Bangsa. (Foto: MP/Rizki Fit
PADA acara meeting koordinasi proyek Villa Vanilli Tanjung Lesung PT. Jaya Hunian Lestari dan PT. Persaudaraan Anak Bangsa yang digelar di Asoka Resort, Jumat (28/5), Owner JHL Group, Jerry Hermawan Lo, memberikan beberapa sambutan dan arahan kepada para pimpinan dan tim yang terlibat dalam proyek tersebut.
Dalam sambutannya, Jerry mengatakan bahwa Tanjung Lesung merupakan kampung halaman keduanya. Karena pada awal tahun 80-an, ia sering lalu lalang di kawasan sekitar Tanjung Lesung. Dari mulai Panimbang, Menes, Saketi, Malingping dan sebagainya. Sejumlah kawasan tersebut sering dikunjungi dan dilewati oleh Owner JHL Group tersebut.
Baca juga:
Tapi sudah hampir sekitar 40 tahun Jerry memerhatikan kondisi Tanjung Lesung. Ia sedih karena tak banyak perubahan yang berarti. Ia hanya melihat perubahan pada jalan yang cukup bagus.
Melihat kondisi tersebut, Jerry merasa bingung mengapa sumber daya alam yang bagus tapi tidak bisa kembangkan. Karena itu ia memberikan sejumlah arahan agar kawasan Tanjung Lesung bisa maju.
"Ada sejumlah faktor bila ingin bagus, bila sumber daya alam sudah baik, infrastruktur juga harus bagus, dan SDMnya saya liat perlu ditingkatkan agar bisa maju. Kemudian investasi yang masuk juga harus ada, karena tempat akan maju kalau ada investor," jelas Jerry Hermawan Lo pada sambutannya di Asoka Resort, Tanjung Lesung, Jumat (28/5).
Berangkat dari hal itu, JHL Group membuat dua perusahaan di Tanjung Lesung yang bergerak di sektor agrobisnis dan pariwisata. "Agrobisnis ini kita berencana menanam vanilli di 200 hektar lahan yang sudah kita beli," tutur Jerry.
Baca juga:
Kecintaan Jerry Hermawan Lo terhadap American Akita Berbuah Manis
Dengan adanya agrobisnis tersebut, Jerry menyebutkan bahwa perputaran uang yang biasanya hanya berada di kota dapat lari ke desa. Selain itu vanilli yang ditanam juga dapat diekspor. "Dengan begitu rakyat setempat akan mendapat peluang pekerjaan, dan mendapat pembinaan dari sejumlah tenaga ahli untuk mengembangkan sumber daya alam yang baik," katanya.
Dalam mengupayakan proyek tersebut, Jerry mengimbau jajarannya untuk berkonsentrasi di kawasan Tanjung Lesung dengan memberikan pelayanan terbaik dan secepatnya. Pada pengembangan bisnisnya di Tanjung Lesung, Jerry beharap semua masyarakat bisa berpikir maju, agar Indonesia menjadi negara kaya.
"Ada istilah 5000 kilometer tidak akan tercapai bila tidak memulai langkah pertama, bisa tidak bisa harus bisa.
Menjadi Indonesia yang bisa mandiri dengan potensi sumber daya alam yang luar biasa, kita coba ke SDM dan mencari investor," jelas Jerry.
Pada pidatonya, Jerry menyampaikan visi misi dari dua perusahaan yang ia dirikan di Tanjung Lesung, yakni membuka peluang kerja yang seluas-luasnya untuk masyarakat, memberikan pemasukan yang besar bagi masyarakat, serta mendatangkan wisatawan dan investor ke Tanjung Lesung.
Dengan sejumlah langkah untuk mengembangkan Tanjung Lesung, Jerry optimis kawasan tersebut akan jauh lebih maju pada sekitar 3-5 tahun ke depan. (Ryn)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata