Jerman Negara Eropa Pertama 'Hukum' Rusia Pasca-Dekrit Putin

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 23 Februari 2022
Jerman Negara Eropa Pertama 'Hukum' Rusia Pasca-Dekrit Putin

Pekerja terlihat di lokasi konstruksi pipa gas Nord Stream 2, dekat kota Kingisepp, wilayah Leningrad, Rusia, 5 Juni 2019. ANTARA/REUTERS/Anton Vaganov

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kurang dari 24 jam setelah Rusia mengerahkan pasukan militer ke Ukraina Timur, kelompok Eropa Barat mengirimkan pesan tegas berbagai ancaman sanksi ekonomi bagi negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu. Jerman menjadi negara yang pertama memberlakukan sanksi ekenomi.

Selasa (22/2) malam waktu setempat, Kanselir Jerman Olaf Scholz langsung memerintahkan penghentian proyek pipa gas Nord Stream 2 Laut Baltik, yang dirancang untuk menggandakan aliran gas Rusia langsung ke negara mereka.

Baca Juga:

150 Ribu Tentara Rusia Kepung Perbatasan Ukraina, AS Coba Upayakan Diplomasi

Proyek energi paling besar membelah Eropa, senilai 11 miliar dolar AS itu telah selesai pada September tahun lalu, tetapi tidak digunakan lagi menunggu sertifikasi dari Jerman dan Uni Eropa.

Keputusan Jerman menghentikan sertifikasi pipa Nord Stream 2 menunjukkan Eropa bersedia menargetkan industri energi besar Rusia, meski berarti harga gas alam akan lebih tinggi untuk konsumen Uni Eropa. Langkah Jerman ini juga menuai pujian dari negara Eropa Barat lainnya.

"Saya salut dengan keputusan kanselir Jerman, Olaf Scholz, untuk membatalkan Nord Stream 2. Dan saya pikir itu adalah langkah berani, dan hal yang benar untuk dilakukan," ungkap Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dilansir dari CNN, Rabu (23/2).

perang rusia
Tentara Rusia terlihat di kendaraan tempur infanteri BMP-3 di jajaran Kadamovsky di wilayah Rostov, Rusia Kamis (3/2/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Sergey Pivovarov

Amerika Serikat juga menyambut baik pengumuman Scholz, dengan mengatakan Washington telah berkonsultasi dengan pemerintah Jerman semalam. "Ini menunjukkan bahwa Jerman sebenarnya serius untuk mengenakan biaya berat pada Rusia," tulis pernyataan resmi mereka.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba juga mencuit persetujuannya terhadap sanksi yang diberlakukan Jerman ke Rusia. "Ini adalah langkah yang benar secara moral, politik, dan praktis dalam situasi saat ini," katanya.

"Kepemimpinan sejati berarti keputusan sulit di masa-masa sulit. Langkah Jerman membuktikan hal itu," imbuh Kuleba, dilansir dari Antara.

Pasca-keputusan Jerman, harga gas patokan Eropa naik 9,8 persen pada 78,95 euro per megawatt hour (MWh) pada Selasa (22/2) pukul 16.07 GMT. Meski, Putin berjanji tidak akan mengganggu pasokan gas Eropa, tetapi anak buahnya berkata lain.

Baca Juga:

Rusia dan Ukraina Makin Panas, Jokowi: Perang Tidak Boleh Terjadi

"Selamat datang di dunia baru di mana orang Eropa segera harus membayar 2.000 euro per seribu meter kubik!" kicau Dmitry Medvedev, mantan presiden Rusia dan sekarang wakil ketua Dewan Keamanan Putin, melalui akun sosial medianya. Bahkan, Medvedev menambahkan harga yang ada sekarang akan kembali naik dua kali lipat.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Putin telah mengeluarkan dekrit yang mengakui deklarasi kemerdekaan Luhansk dan Donetsk bukan lagi berada di bawah wilayah Ukraina. Pengakuan ini menambah rumit proses perdamaian di kawasan Eropa Timur itu yang berpotensi memicu perang besar abad ini.

"Saya menganggap perlu untuk mengambil keputusan yang sudah lama tertunda. Untuk segera mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Republik Rakyat Donetsk (RRD) dan Republik Rakyat Luhansk (RRL)," kata Putin dalam dalam pidatonya Senin (21/22) malam waktu Moskow, seperti dilaporkan Associated Press. (*)

Baca Juga:

Perang di Depan Mata, Putin Deklarasikan Donetsk dan Luhansk Bukan Wilayah Ukraina

#Rusia #Jerman #Konflik Ukraina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kemenhub Ajak China dan Rusia Bangun Jalur Kereta Trans Kalimantan
Dudy belum dapat memastikan proyek pembangunan yang mana yang akan berjalan lebih duluan karena tergantung pada penilaian investor.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Kemenhub Ajak China dan Rusia Bangun Jalur Kereta Trans Kalimantan
Dunia
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Pemungutan suara tersebut merupakan tahap prosedural kedua terkait RUU tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Dunia
Rusia Ogah Bayar Tarif Kapal di Selat Hormuz, Prioritaskan Perlindungan Armada Sendiri
Tarif terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz bertentangan dengan hukum maritim internasional.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Rusia Ogah Bayar Tarif Kapal di Selat Hormuz, Prioritaskan Perlindungan Armada Sendiri
Indonesia
Munich Darurat Air, Nyuci Mobil Sendiri Bisa Bikin Rekening Tabungan Langsung Jebol
Aturan baru ini melarang warga mengisi atau mengoperasikan kolam renang pribadi, air mancur pribadi, serta fasilitas bermain air
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 Juli 2026
Munich Darurat Air, Nyuci Mobil Sendiri Bisa Bikin Rekening Tabungan Langsung Jebol
Dunia
Gelombang Panas di Jerman Bikin Kematian karena Tenggelam Meningkat Tajam Sejak 2003
Sebanyak 99 orang dilaporkan tenggelam di Jerman sepanjang bulan lalu.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Gelombang Panas di Jerman Bikin Kematian karena Tenggelam Meningkat Tajam Sejak 2003
Berita
Jürgen Klopp Resmi Jadi Pelatih Baru Timnas Jerman, Fabrizio Romano Bocorkan Kontrak Jangka Panjang dengan Der Panzer
Sebelum menerima pinangan tim nasional, nama mantan pelatih Borussia Dortmund ini sempat dikaitkan dengan sejumlah klub raksasa Eropa termasuk Real Madrid
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 Juli 2026
Jürgen Klopp Resmi Jadi Pelatih Baru Timnas Jerman, Fabrizio Romano Bocorkan Kontrak Jangka Panjang dengan Der Panzer
Berita Foto
DPD RI Terima Delegasi Rusia, Bahas Pengembangan PLTN di Indonesia
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin bersama Direktur Jenderal Badan Antariksa Rusia Alexey Likhachev (kiri) saat pertemuan di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 02 Juli 2026
DPD RI Terima Delegasi Rusia, Bahas Pengembangan PLTN di Indonesia
Olahraga
Toni Kroos Sebut Jerman Miskin Pemain Kelas Dunia Usai Babak Belur di Piala Dunia 2026
Mantan gelandang elegan ini menggarisbawahi kegagalan skuad mengantisipasi permainan disiplin Paraguay akibat rasa percaya diri berlebihan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Toni Kroos Sebut Jerman Miskin Pemain Kelas Dunia Usai Babak Belur di Piala Dunia 2026
Olahraga
Jurgen Klopp Sudah Terbuka untuk Tangani Timnas Jerman, Julian Nagelsmann Berlindung di Balik Kontrak Baru
Julian Nagelsmann sebenarnya sempat memberikan asa ketika gol Kai Havertz mampu menyamakan kedudukan pasca-sundulan pemain Paraguay, Julio Enciso
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
Jurgen Klopp Sudah Terbuka untuk Tangani Timnas Jerman, Julian Nagelsmann Berlindung di Balik Kontrak Baru
Olahraga
Jerman vs Paraguay 1-1: Der Panzer Gugur Lewat Adu Penalti
Kekalahan ini mencoreng reputasi Jerman sebagai tim spesialis turnamen besar
Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 Juni 2026
Jerman vs Paraguay 1-1: Der Panzer Gugur Lewat Adu Penalti
Bagikan