Jelang Sidang Dewan Keamanan PBB, Wilayah Ghouta Dihujani Bom
Seorang pria terlihat berlari setelah serangan udara di desa terkepung Douma di bagian timur Ghouta di Damaskus, Suriah(ANTARA FOTO/REUTERS/ Bassam Khabieh)
MerahPutih.Com - Serangan bom menghantam wilayah Ghouta, Suriah Timur. Gelombang serangan tersebut ditengarai sebagai reaksi atas keputusan Dewan Keamanan PBB yang akan mengeluarkan resolusi gencatan senjata.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jumat (23/2) Dewan Keamanan PBB melakukan pemungutan suara menuntut pemberlakuan gencatan senjata selama 30 hari di seluruh wilayah Suriah.
Selama enam hari berturut-turut, jet-jet tempur terus menggempur kota pertanian yang padat penduduk di sebelah timur ibu kota itu, yang menjadi benteng terakhir pemberontak dekat Damaskus.
“Peningkatan serangan telah menewaskan setidaknya 417 orang dan melukai ratusan lainnya, “kata Syrian Observatory for Human Rights sebagaimana dikutip Antara dari Reuters.
Lembaga pemantau yang berpusat di Inggris itu mengatakan pesawat-pesawat tempur dan artileri pemerintah menghantam Douma, Zamalka dan kota-kota lainnya di berbagai wilayah kantong pertanian itu pada Jumat subuh.
Lembaga-lembaga bantuan medis mengatakan serangan-serangan jet telah mengenai belasan rumah sakit hingga menyulitkan para petugas untuk merawat mereka yang luka.
Pengeboman di Ghouta timur sejak Minggu malam menjadi serangan paling parah selama perang, yang saat ini telah memasuki tahun kedelapan.
Pertahanan Sipil di Ghouta timur mengatakan para petugasnya bergegas membantu orang-orang yang terluka setelah serangan terjadi di kota Hammouriyeh pada Jumat pagi.
Semenatar itu, dinas layanan darurat yang beroperasi di wilayah tersebut mengatakan pihaknya dalam beberapa hari terakhir ini telah menarik ratusan orang dari dalam reruntuhan.
Belum ada komentar dari pihak militer Suriah.
Damaskus dan Moskow mengatakan mereka hanya mengincar para milisi dan bahwa mereka bertujuan untuk mencegah para pemberontak menyerang ibu kota dengan meriam.
Damaskus dan Moskow menuduh para pemberontak menjadikan para warga di Ghouta sebagai tameng.
Ghouta, yang merupakan kantong kota-kota satelit dan pertanian, berpenduduk hampir 400.000 orang dan telah berada di bawah pengepungan pemerintah sejak 2013.
Utusan khusus PBB untuk Suriah telah meminta agar gencatan senjata diberlakukan guna menghentikan salah satu serangan udara terburuk dalam perang tujuh tahun itu serta untuk mencegah timbulnya "pembunuhan massal".
Dewan Keamanan PBB sedang mempertimbangkan resolusi rancangan Kuwait dan Swedia, yang menuntut "penghentian permusuhan di seluruh Suriah untuk semua operasi militer" selama 30 hari agar bantuan dapat disalurkan dan evakuasi medis dapat dilakukan.
Pemungutan suara oleh Dewan Keamanan PBB dilakukan pada Jumat (23/2).(*)
Bagikan
Berita Terkait
PBB Tegaskan Status Greenland Milik Kerajaan Denmark
SBY Menyeru ke PBB, Ambil Tindakan Nyata Hindari Perang Dunia III
Profil Sidharto Suryodhipuro, Presiden Dewan HAM PBB Asal Indonesia
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Sidharto Suryodipuro Jadi Presiden
Indonesia Resmi Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Ini Tugas & Kewenangannya
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Penangkapan Presiden Venezuela Rusak Tatanan Dunia, DPR Minta RI Desak PBB Gelar Sidang Darurat
Serangan dan Penangkapan Presiden Venezuela Maduro Oleh AS Bikin PBB Khawatir
Kepala PBB Sampaikan Pesan Tahun Baru, saatnya Dunia untuk ‘Lebih Serius’
[HOAKS atau FAKTA]: Gempar! Keputusan PBB Langkahi Indonesia Tetapkan Status 'Bencana Internasional' di Sumatra