Hari Raya Waisak

Jelang Hari Raya Waisak, Ini Doa Umat Buddha untuk Indonesia

Eddy FloEddy Flo - Senin, 28 Mei 2018
Jelang Hari Raya Waisak, Ini Doa Umat Buddha untuk Indonesia

Sejumlah Bhiksu melakukan pradaksina atau mengelilingi candi membawa Api Dharma dengan obor yang diambil dari api abadi Mrapen di Candi Mendut, Magelang (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Umat Buddha Indonesia yang tergabung dalam Walubi sedang mempersiapkan diri menyambut hari raya Waisak. Dalam menyambut hari besar dan penting terkait Sang Sidharta Buddha Gautama itu, umat Buddha secara khusus berdoa untuk terwujudnya kehidupan bersama yang penuh perdamaian di Indonesia.

Pelaksana Harian Walubi Biksu Pabhakaro Thera menyatakan dalam rangkaian perayaan Waisak di Candi Borobudur dan Candi Mendut, para biksu dan umat Buddha mendoakan kondisi negara dan bangsa tercinta.

"Memang hidup tujuannya adalah untuk damai. Untuk itu kami selalu mendoakan (terwujudnya perdamaian, red.)," kata Pelaksana Harian Perwakilan Umat Buddha Indonesia Biksu Pabhakaro Thera di Magelang, Minggu (27/5) petang, terkait dengan perayaan Waisak 2018.

Para Biksu Buddha
Sejumlah umat Budha membawa Api Dhamma setelah prosesi pengambilan dari sumber Api Abadi Mrapen di desa Manggarmas, Grobogan, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Minggu (27/5). (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Ia mengatakan bahwa berdasarkan ajaran Sang Buddha, setiap orang tidak ingin hidup menderita akan tetapi mendambakan kebahagiaan.

Umat Buddha, ujar dia setelah prosesi penyemayaman api dharma Waisak di Candi Mendut Kabupaten Magelang, selalu berdoa agar semua makhluk hidup berbahagia.

Terkait dengan situasi kehidupan bersama saat ini yang sering ditandai tindakan intoleransi, katanya, umat Buddha menyatakan keprihatinannya karena hal tersebut tidak diharapkan.

Persiapan Waisak di Jambi
Sejumlah biksu berjalan menuju sumber api saat melakukan ritual pengambilan api abadi rangkaian dari perayaan Waisak 2562 BE/2018 se-Sumatra di Sungai Gelam, Muaro Jambi, Jambi (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

"Kami sangat prihatin, tapi untuk menyikapi hal ini, kami umat Buddha selalu berdoa, mendoakan semoga mereka-mereka yang melakukan sesuatu yang merugikan orang lain, bahkan negeri ini, kami doakan agar mereka cepat sadar dan kembali ke jalan yang benar," ujar dia.

Ketua Walubi Jawa Tengah David Hermanjaya sebagaimana dilansir Antara mengemukakan pentingnya umat Buddha bersabar dan bertindak bijaksana dalam menyikapi situasi kehidupan bersama yang akhir-akhir ini sering ditandai dengan tindakan intoleransi, kekerasan, dan terorisme.

"Kita harus sabar dan bertindak bijaksana menyikapi situasi ini. Mudah-mudahan saudara-saudara kita mendapat jalan yang benar. Kita doakan saja," katanya.

Terkait dengan tahun politik, David mengemukakan bahwa umat Buddha harus menggunakan hak politiknya sesuai dengan hati nurani dengan ikut memilih para pemimpin.

Tradisi beri makan kepada Bisku yang berjalan kaki
Warga memberikan sedekah kepada Bhikkhu saat tradisi Pindapatta atau menerima dana makanan dari umat sambil berjalan kaki di kawasan Jalan Gunung Agung, Denpasar, Bali (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

"Demokrasi ini milik kita, kalau kita tidak menggunakan hak ya kurang 'bener' (benar)," katanya.

Ia juga mengharapkan pesta demokrasi baik pemilihan kepala daerah secara serentak pada 2018 maupun pemilu presiden dan pemilu legislatif pada 2019 berjalan dengan lancar, aman, dan tertib.

Umat Buddha Indonesia bersama para biksu sangga Walubi melaksanakan rangkaian Trisuci Waisak 2018 yang dipusatkan di Candi Mendut dan Borobudur Kabupaten Magelang. Tema Waisak 2018 "Transformasikan Kesadaran Delusi Menjadi Kesadaran Murni", sedangkan subtema "Marilah Kita Bersama-sama Berjuang Mengalahkan Sang Ego".

Puncak Waisak 2018 jatuh pada Selasa (29/5) pukul 21.19.13 WIB ditandai dengan meditasi selama beberapa saat oleh umat Buddha bersama para biksu di pelataran Candi Borobudur.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Pancaran Api Dharma Waisak dalam Laku Pradaksina Para Biksu

#Buddha #Hari Raya Waisak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tradisi
Arkeolog Prediksi Temuan Stupa di Proyek Jalan Boyolali dari Era Klasik Buddha Abad ke-8
Struktur stupa diperkirakan berasal dari era klasik Buddha abad ke-8 hingga ke-10 Masehi dengan ragam hias flora.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Arkeolog Prediksi Temuan Stupa di Proyek Jalan Boyolali dari Era Klasik Buddha Abad ke-8
Berita Foto
Festival Illumination of Jakarta: Glow of Peace Semarakkan Hari Waisak di Jakarta
Warga berjalan dengan lampu Borobudur dalam Festival Illumination of Jakarta: Glow of Peace di Bundaran HI, Jakarta, Jum'at (29/5/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 29 Mei 2026
Festival Illumination of Jakarta: Glow of Peace Semarakkan Hari Waisak di Jakarta
Indonesia
Hari Raya Waisak, CFD Jakarta 31 Mei 2026 Ditiadakan
Pemprov DKI Jakarta resmi meniadakan CFD pada Minggu, 31 Mei 2026, karena bertepatan dengan peringatan Hari Raya Waisak 2570.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Hari Raya Waisak, CFD Jakarta 31 Mei 2026 Ditiadakan
Indonesia
Jelang Hari Raya Waisak, Bhikkhu Thudong yang Jalan Kaki ke Borobudur Mampir di Vihara Dhamma Sundara, Solo
Sebelumnya Bhikkhu Thudong mulai berjalan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah untuk memperingati puncak Hari Raya Waisak.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Jelang Hari Raya Waisak, Bhikkhu Thudong yang Jalan Kaki ke Borobudur Mampir di Vihara Dhamma Sundara, Solo
Dunia
Junta Militer Myanmar Bombardir Acara Festival Buddha Tewaskan 32 Orang, 50 Luka-Luka
Acara keagamaan Festival Cahaya Buddha biasa dirayakan pada bulan purnama Thadingyut, bulan ketujuh dalam kalender tradisional Myanmar.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Oktober 2025
Junta Militer Myanmar Bombardir Acara Festival Buddha Tewaskan 32 Orang, 50 Luka-Luka
Indonesia
Siti Hartati Murdaya Terima Gelar Doktor Honoris Causa Bidang Global Buddhism dari RMUTK, Punya Kontribusi Besar dalam Kerukunan Antarumat dan Kemanusiaan
Hartati Murdaya dinilai memiliki kontribusi luar biasa dalam memajukan agama Buddha, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta mengembangkan kegiatan sosial dan kemanusiaan baik di Indonesia maupun dunia.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 September 2025
Siti Hartati Murdaya Terima Gelar Doktor Honoris Causa Bidang Global Buddhism dari RMUTK, Punya Kontribusi Besar dalam Kerukunan Antarumat dan Kemanusiaan
Indonesia
Libur Panjang Waisak, KAI Group Layani Lebih dari 6,6 Juta Pelanggan
Dari total 6,6 juta pelanggan, KAI (KA Jarak Jauh dan KA Lokal) melayani 997.013 pelanggan, menempati proporsi terbesar kedua setelah KAI Commuter yang mencatatkan angka 5.050.998 pelanggan.
Frengky Aruan - Rabu, 14 Mei 2025
Libur Panjang Waisak, KAI Group Layani Lebih dari 6,6 Juta Pelanggan
Berita Foto
Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE di Wihara Ekayana Arama Jakarta
Biksu saat melaksanakan Puja Bakti dalam Perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE di Wihara Ekayana Arama, Jakarta, Senin (12/5/2025).
Didik Setiawan - Senin, 12 Mei 2025
Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE di Wihara Ekayana Arama Jakarta
Indonesia
Dewan PSI DKI Ucapkan Hari Waisak: Merawat Kebhinekaan dengan Kasih Universal dan Perdamaian
Peringatan Hari Waisak 2569 BE/2025 menjadi momen refleksi untuk kembali kepada esensi kemanusiaan, yaitu toleransi, perdamaian, dan cinta kasih tanpa batas.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Mei 2025
Dewan PSI DKI Ucapkan Hari Waisak: Merawat Kebhinekaan dengan Kasih Universal dan Perdamaian
Indonesia
Long Weekend Waisak, Kereta Whoosh Sudah Layani 22 Ribu Penumpang
Memasuki long weekend Waisak, kereta Whoosh sudah melayani 22 ribu penumpang.
Soffi Amira - Minggu, 11 Mei 2025
Long Weekend Waisak, Kereta Whoosh Sudah Layani 22 Ribu Penumpang
Bagikan