MerahPutih.com - PT Jasa Marga memprediksi sekitar 3,5 juta kendaraan akan keluar Jakarta melalui empat gerbang tol (GT) utama.
Demi mendukung pengelolaan lalu lintas tersebut, Jasa Marga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, salah satunya melalui Jasa Marga Integrated Digital (JID) yang memiliki tingkat akurasi hingga 97 persen.
Hal itu dilakukan agar pengambilan keputusan dilakukan secara tepat dan responsif dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas.
Jasa Marga juga meluncurkan layanan Call Center 133 sebagai pusat layanan informasi dan pengaduan bagi pengguna jalan tol yang dapat diakses selama 24 jam.
Baca juga:
Pemprov DKI Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi 2 Kali, Puncaknya Tanggal Segini
Nomor ini menggantikan nomor sebelumnya, yaitu 14080. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi lalu lintas maupun bantuan selama perjalanan.
"Melalui Call Center 133, Jasa Marga berharap komunikasi dengan pengguna jalan menjadi lebih cepat, mudah, dan responsif," kata Dirut Jasa Marga Rivan A Purwantono dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (11/3).
Selain itu, Jasa Marga menyiagakan berbagai armada layanan operasional jalan tol, antara lain 176 unit kendaraan derek, 124 unit Mobile Customer Service (MCS), 55 unit ambulans, serta 101 kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR).
Selain itu, kesiapan mobile crane juga ditingkatkan untuk mengantisipasi kejadian khusus yang membutuhkan penanganan cepat di jalan tol.
Baca juga:
Pemerintah Berharap Libur Panjang dan WFA Bisa Urai Kepadatan Arus Mudik dan Balik
"Untuk mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem, Jasa Marga turut menyiagakan 71 tim siaga serta 209 unit pompa air guna menjaga kelancaran lalu lintas," ucap Rivan.
Tak hanya kesiapan armada dan personel, sambung Rivan, Jasa Marga juga meningkatkan layanan bagi pengguna jalan dengan menyiapkan 43 posko kesehatan di berbagai titik rest area.
Demi mendukung kelancaran transaksi di gerbang tol, Jasa Marga juga menyiagakan 470 personel on call serta 736 unit mobile reader sebagai alat bantu transaksi guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama periode Lebaran.
Rivan juga mengungkapkan diskon tarif tol sebesar 30 persen menjadi bagian penting dalam manajemen waktu (time management), terutama dalam perencanaan perjalanan yang dilakukan pemudik pada Lebaran tahun ini.
Rivan menambahkan pemberian diskon tarif tol sebesar 30 persen bertujuan mendistribusikan arus kendaraan pada periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Baca juga:
Lengkap! Jadwal One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap Tol saat Mudik Lebaran 2026
"Karena diskon ini direncanakan pada periode mudik, yaitu pada 15 dan 16 Maret, serta arus balik pada 26–27 Maret," katanya.
Diskon tarif tol 30 persen berlaku satu arah selama empat hari, yaitu 15–16 Maret (arus mudik) dan 26–27 Maret (arus balik), untuk perjalanan menerus pada sembilan ruas tol.
Sementara untuk Tol Trans Jawa, terdapat lima ruas tol yang diberlakukan diskon tarif tol 30 persen, antara lain Tol Jakarta–Cikampek, Tol Layang MBZ, Tol Palimanan–Kanci, Tol Batang–Semarang, dan Tol Semarang Seksi ABC.
Sedangkan di ruas tol Jawa Barat adalah Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang (Cipularang) dan Tol Padalarang–Cileunyi.
Lalu, Tol Trans Sumatera terdapat dua ruas, yakni Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa (Belmera) dan Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT). (knu)