MerahPutih.com - Peringati milad NU (Nahdlatul Ulama) ke 95, Wali Kota Surabaya terpilih, Eri Cahyadi berjanji saat menjabat nanti, akan memperkuat pendidikan gratis SD-SMP dan beasiswa SMA/SMK, berikut madrasah.
Selain itu, bagi warga bergaji maksimal Rp10 juta secara otomatis akan dibiayai BPJS Kesehatan-nya oleh Pemkot Surabaya sebagai bagian program kesehatan gratis. Ditambah, program distribusi makanan gratis setiap hari yang sudah jalan untuk sekitar 30.000 warga juga akan kita tingkatkan.
Baca Juga:
Khofifah Ajak NU Wujudkan Komitmen Kebangsaan Lewat Santri
"Pokoknya, jangan ada warga yang susah makan. Kampung-kampung sebagai ruang hidup warga juga kami lanjutkan penataannya,” ungkap Eri saat webinar yang digelar DPP PDIP, Minggu (31/1)
Ia menambahkan, pengembangan SDM juga harus diperhatikan, apalagi ke depan masih ada dalam tantangan pembelajaran di masa pandemi COVID-19.
"Anak-anak muda Surabaya akan tumbuh menjadi generasi unggul dengan penguasaan sains dan teknologi, namun tetap berkarakter keagamaan yang ramah. Di sinilah perlu kolaborasi dengan NU dalam menyebarkan nilai-nilai Aswaja yang penuh toleransi,” tegas Eri.
Keterkaitan PDIP dengan NU, lanjut Eri, ada keterikatan yang sangat erat sudah sejak jaman Pak Karno. NU sebagai rumah besar kaum Nahdliyin yang berdiri sejak 1926, dan PDI Perjuangan sebagai rumah besar nasionalis yang berakar pada Partai Nasional Indonesia (PNI) yang berdiri pada 1927, sudah tidak terpisahkan, bahkan sejak republik ini belum berdiri.
Menurut Eri, Surabaya merupakan tempat bersejarah sepanjang perjalanan NU. Ormas Islam terbesar ini berdiri di Surabaya dengan resolusi Jihad oleh pendiri NU, KH Hasyim Asyari tercetus di Surabaya.
Pencipta nama dan lambang NU adalah kiai asal Surabaya, yakni KH Mas Alwi Abdul Azis dan KH Ridlwan Abdullah, yang makamnya juga ada di Surabaya.
"Kaitannya dengan kaum nasionalis, NU memberi gelar khusus untuk Bung Karno saat Muktamar 1954 di Surabaya, yang mengusung gelar sebagai waliyyul amri dharuri bi as-syaukah (pemimpin yang kebijakan-kebijakannya mengikat oleh sebab kekuasaannya),” beber Eri.
Eri berharap, hubungan erat dan keterikatan PDIP dengan NU semakin terjalin kuat agar bangsa ini bisa menjadi bangsa yang cinta tanah air yang didasari nilai religi.
"Sehingga ke depan, kebijakan Pemkot Surabaya akan selalu selaras dengan nilai-nilai kebangsaan dan keaswajaan," katanya. (Andika Eldon/Surabaya)
Baca Juga:
Sambangi Ketua MUI, Kapolri Listyo Ajak Ulama Jaga Stabilitas Keamanan