Jangan Tertipu! Ini Bedanya Barista Sejati dan Barista Abal-Abal

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Sabtu, 08 Februari 2020
Jangan Tertipu! Ini Bedanya Barista Sejati dan Barista Abal-Abal

Barista abal-abal cenderung menguliahi pembeli (Foto: Pexels/Quark Studio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

'ADA gula pasti ada semut'. Pepatah tersebut tampaknya merepresentasikan budaya ngopi di Indonesia. Berkembangnya gaya hidup ngopi di dalam masyarakat urban turut membuat jumlah coffee shop dan barista di kota-kota besar menjamur. Setiap sudut kota bisa ditemukan kedai. Mulai dari kedai rumahan, hingga yang berbentuk kafe.

Kendati demikian, tidak semua orang-orang yang hadir di industri kopi membawa niat yang sama. Sebagian dari mereka datang dengan passion murni, beberapa hanya melihat peluang bisnis yang menggiurkan. Sisanya mampu mengkolaborasikan antara passion dan peluang bisnis.

Baca juga:

Apa Kerennya Profesi Seorang Barista? 5 Alasan Ini Bisa Menjawab

Barista nomor satu di Indonesia, Mikael Jassin, mengungkapkan industri kopi di Indonesia sulit bertahan. "Saingannya banyak. Walaupun marketnya luas, itu belum spesifik," tuturnya.Kurang spesifiknya budaya ngopi yang berkembang di Indonesia terjadi lantaran para pecinta kopi di Indonesia lebih moderat dan menyukai penyajian yang lebih kasual. "Di Indonesia, orang-orangnya lebih memilih es kopi susu," jelasnya."Kita harus punya point of difference supaya bisa bertahan dan berkontribusi untuk industri kopi," sarannya.

Mikael Jassin
Mikael menyarankan agar para barista engage dengan customer (FOTO: MP/IFTINAVIA PRADINANTIA)

Dalam mempertajam point of difference, pria yang akrab disapa Miki tersebut menambahkan bahwa para barista harus bertindak lebih fleksibel dan bisa menjalin relasi baik dengan pembelinya. Itulah ciri utama seorang barista sejati."Kami, para barista agak sombong. merasa banyak tahu, lalu kita menceramahi pembeli. Padahal sebenarnya yang perlu dilakukan adalah engage sama customer.

Bagaimana caranya kita bisa menyampaikan passion ke mereka tetapi juga harus mengerti bahwa mereka yang beli kopi kita," urainya panjang lebar.Para barista 'abal-abal' cenderung menguliahi para pembeli. Tak jarang ada pula barista yang memaksakan penyajian otentik minuman kopi. Hal tersebut tentu membuat pembeli tidak nyaman dan akhirnya enggan kembali.

Baca juga:

Tak Sekadar Kopi, 5 Hal Ini Wajib Diketahui Barista Pemula

Pada akhirnya, jika tidak ada customer, tidak ada revenue dan profitable. Coffee shop pun tak bisa mampu lagi membeli kopi ke petani. Itu tentu merusak rantai perekonomian industri kopi yang dikendalikan oleh customer. Banyak barista lupa bahwa mereka harus jual kopinya. "Mereka terlalu sibuk mengasah teknik dan memperdalam ilmu tetapi tidak bisa menyampaikan ke customer," ucap Miki.

Barista Sejati
Barista sejati tidak menguliahi pembeli (Foto: Pexels/Di Bella Coffee)

Menjaga relasi dengan customer menurut Mikael mudah. Turuti saja kemauan mereka, namun tetap menyajikan kopi dengan cara terbaik. "Fleksibel saja. Kalau mereka mau gula ya sudah kasih gula, kalau mereka mau yang lebih otentik, ya beri yang tanpa campuran apapun. Harus berani ketemu di tengah-tengah dengan customer, baru pelan-pelan dibagikan ilmu kita," ujarnya.

Sebagai barista terbaik di Indonesia yang menempati urutan keempat dunia, Miki memiliki harapan besar pada mereka yang tertarik berkecimpung di industri kopi. Ia berharap supaya orang-orang yang ingin masuk di indusri kopi bukan hanya menginginkan keuntungan."Semoga bukan hanya karena lihat banyak yang buka dan melihat ini profitable banget, tetapi masuk karena passionated dan ingin berkontribusi untuk industri kopinya," tukasnya. (avia)

Baca juga:

Bukan Cuma Kopinya, Ini 4 Tipe Barista yang Perlu Kamu Ketahui

#Kopi #Kopi Unik #KOPILABORASI
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Berita
Dari Secangkir Kopi ke Komunitas: Expat. Roasters Ekspansi ke BSD dengan Pengalaman Unik
Expat. Roasters resmi membuka gerai di AEON Mall BSD Tangerang. Hadirkan pengalaman coffee sensory, kelas edukasi kopi, dan lebih dari 12 origin kopi Nusantara.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 11 April 2026
Dari Secangkir Kopi ke Komunitas: Expat. Roasters Ekspansi ke BSD dengan Pengalaman Unik
Fun
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Angkat Peran Barista Perempuan Lewat 'Women of Purposeful Light'
Roemah Koffie merayakan Hari Kartini lewat kampanye 'Women of Purposeful Light' dengan menghadirkan kreasi kopi dari barista perempuan sebagai simbol inspirasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 April 2026
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Angkat Peran Barista Perempuan Lewat 'Women of Purposeful Light'
Fun
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Beri Akses Belajar Kopi untuk Perempuan
Roemah Koffie Academy hadirkan program edukasi kopi untuk perempuan dengan diskon 21% selama April dalam rangka Hari Kartini.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Beri Akses Belajar Kopi untuk Perempuan
Fun
Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915
Bekas pabrik kopi legendaris Koffie Branderij Margo Redjo, yang berdiri sejak 1915, tetap hidup dan kini menjelma sebagai Dharma Boutique Roastery.
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Maret 2026
Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915
Indonesia
Prabowo Heran Kopi Indonesia Terbaik Tapi Masih Impor, Pabrik Pohon Industri Jadi Solusi
Presiden Prabowo Subianto menyoroti tata kelola komoditas strategis Indonesia seperti kopi dan cokelat yang dinilai memiliki kualitas terbaik di dunia.
Wisnu Cipto - Jumat, 20 Maret 2026
Prabowo Heran Kopi Indonesia Terbaik Tapi Masih Impor, Pabrik Pohon Industri Jadi Solusi
Indonesia
12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir
Kopi arabika merupakan komoditas unggulan asal Kabupaten Aceh Tengah yang telah mendunia dan menjadi penghasilan utama masyarakat di dataran tinggi Gayo itu.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir
Lifestyle
Roemah Koffie Perkenalkan ‘Anak Daro’, Hampers Kopi Eksklusif Pembawa Cerita Minangkabau ke Dunia
Roemah Koffie memperkenalkan Anak Daro di Jacoweek 2025, Jumat (31/10). Hampers kopi ini membawa cerita Minangkabau.
Soffi Amira - Jumat, 31 Oktober 2025
Roemah Koffie Perkenalkan ‘Anak Daro’, Hampers Kopi Eksklusif Pembawa Cerita Minangkabau ke Dunia
Fun
Roemah Koffie Ramaikan Jakarta Coffee Week 2025, Angkat Kopi Nusantara lewat Latte Art Competition
Roemah Koffie kembali tampil di Jakarta Coffee Week 2025 di ICE BSD City, usung kompetisi Latte Art bertaraf global untuk majukan kopi Nusantara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Oktober 2025
Roemah Koffie Ramaikan Jakarta Coffee Week 2025, Angkat Kopi Nusantara lewat Latte Art Competition
Kuliner
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Tahun ini, Jakarta Coffe Week memasuki usia satu dekade, menunjukkan aksi progresif.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Lifestyle
Pemanasan Global Ancam Stok Kopi, Picu Kenaikan Harga
Banyak petani kopi yang mengeluhkan aktivitas pertanian kopi tak produktif lantaran menurunnya jumlah produksi biji kopi.
Dwi Astarini - Senin, 13 Oktober 2025
Pemanasan Global Ancam Stok Kopi, Picu Kenaikan Harga
Bagikan