Jangan Tegiur Untung Besar, Bisa Jadi Investasi Bodong

P Suryo RP Suryo R - Senin, 22 Maret 2021
Jangan Tegiur Untung Besar, Bisa Jadi Investasi Bodong

Investasi selalu berhubungan dengan keuntungan. (Foto: Freepik/jcomp)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HATI-hati adalah kunci yang harus tetap dipegang bila ingin melakukan investasi. Apalagi belakangan masih marak investasi bodong yang beroperasi di masyarakat. Alih-alih mendapatkan keuntungan, malah menguap semua uangnya.

Yang membuat masyarakat tergiur adalah keuntungan besar yang tidak wajar dengan risiko yang kecil. Padahal investasi tak memberikan keuntungan yang melebihi perhitungan yang umumnya ada pada pilihan investasi di masyarakat. Sebaiknya pahami dahulu investasi yang baik sebelum terjebak dalam investasi bodong.

Baca Juga:

Ketika Terjadi Resesi Ekonomi, Lebih Baik Menabung atau Investasi?


Legalitas

legal
Periksa legalitas perusahaan yang menawarakan investasi. (Foto: Pixabay/Ramdlon)


Semua badan usaha yang bergerak dalam jasa keuangan biasanya terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK yang memberikan perizinan kelayakan menjalankan pengelolaan usaha jasa keuangan di Indonesia.

Selain perizinan dari OJK, tentunya badan hukum perusahaan tersebut harus jelas pengelola dan pendirinya. Pendiri perusahaan ini pastinya bukan sembarangan orang yang tidak memiliki pengalaman dan kualitas kerja. Perusahaan jasa keuangan yang benar memiliki perencanaan yang dibuat untuk memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak secara adil.

Penawaran

tawar
Pelajari penawaran dengan teliti. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Kamu harus teliti memeriksa penawaran yang disodorkan oleh perusahaan investasi. Pakai saja perhitungan sederhana tidak harus yang rumit terhadap keuntungan dan bonus yang ditawarkan. Perhitungan itu harus meliputi perhitungan jangka panjang dan pendek. Kamu harus lebih kritis lagi bila ditawarkan investasi dengan modal kecil yang memberikan keuntungan besar. Kalau perhitungannya tidak masuk akal, lebih baik tinggalkan. Misalnya hanya dengan Rp1 juta dalam seminggu akan menerima keuntungan Rp100 juta.

Apalagi zaman sekarang ini yang memungkinkan penawaran sangat luas di dunia digital. Iklan-iklan investasi di media-media sosial sudah seharusnya bijak dalam menyikapinya. Jangan mudah tergiur dengan penawaran-penawaran yang ada.

Baca Juga:

Kala Investasi Bodong Menyasar Milenial


Belajar

belajar
Belajar tentang investasi akan menyelamatkan diri dari investasi bodong. (Foto: Pexels/Burak K)

Sudah seharusnya bila kamu ingin berinvestasi mempelajari pilihan investasi yang cocok. Dengan begitu kamu akan lebih detil mengetahui tentang investasi yang dipilih, termasuk perhitungan-perhitungannya. Jangan lupa juga selalu mencari-cari informasi yang berkaitan dengan pilihan investasi kamu. Termasuk berita-berita yang ada di luar dunia investasi. Ada baiknya kamu juga memiliki mentor yang sudah memiliki pengalaman di dunia investasi. Dengan demikian kamu akan lebih aman dalam berinvestasi.

Berinvestasi bukan hanya sekedar menanamkan uang. Ada berbagai pilihan investasi dengan berbagai karakteristiknya. Ini hanya bisa diketahui dengan mempelajarinya dengan seksama. (psr)

Baca Juga:

Awas, Investasi Bodong Semakin Marak

#Investasi #Investasi Bodong #Penipuan Investasi #Investasi Milenial
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Bidik Investasi Perusahaan Teknologi Nvidia, Amazon, Docusign dan Crowdstrik
Airlangga memanfaatkan rangkaian agenda WEF untuk melakukan pertemuan dengan pimpinan perusahaan digital asal Amerika Serikat
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Januari 2026
Indonesia Bidik Investasi Perusahaan Teknologi Nvidia, Amazon, Docusign dan Crowdstrik
Lifestyle
Pengguna Aktif Pintu Naik 38%, Sinyal Kuat Masyarakat Percaya ke Aset Digital
Kesuksesan ini tak lepas dari kelengkapan fitur yang mengakomodasi kebutuhan investor
Angga Yudha Pratama - Minggu, 25 Januari 2026
Pengguna Aktif Pintu Naik 38%, Sinyal Kuat Masyarakat Percaya ke Aset Digital
Indonesia
Di World Economic Forum, Prabowo Tegaskan Greedonomics Cara Tindak Pengusaha Rakus
Prabowo pun menyinggung istilah robber barons yang populer digunakan di sejumlah negara pada abad ke-19, namun dinilainya sama dengan greedonomics di hadapan para undangan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Di World Economic Forum, Prabowo Tegaskan Greedonomics Cara Tindak Pengusaha Rakus
Indonesia
Pidato Prabowo di World Economic Forum Diharapkan Bisa Bawa Investasi
Dengan kehadiran Presiden, Indonesia mendapatkan investasi yang bagus dan banyak supaya bisa berkembang bersama dalam segi sumber daya manusia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Pidato Prabowo di World Economic Forum Diharapkan Bisa Bawa Investasi
Indonesia
Presiden Prabowo Bakal Pidato Khusus di World Economic Forum
World Economic Forum merupakan pertemuan tingkat dunia yang rutin digelar tiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Presiden Prabowo Bakal Pidato Khusus di World Economic Forum
Indonesia
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Salah satu kejutan besar dalam pertumbuhan ekonomi Jakarta adalah lonjakan di sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Indonesia
Indonesia Tawarkan Proyek Pengelolaan Limbah 30 Kota di World Economic Forum
Danantara telah berdiskusi dengan Kamar Dagang Swiss (Swiss Chamber of Commerce) mengenai potensi kerja sama dalam proyek tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Januari 2026
Indonesia Tawarkan Proyek Pengelolaan Limbah 30 Kota di World Economic Forum
Berita
Diversifikasi Investasi Global Jadi Pilihan Investor Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Ketidakpastian ekonomi global mendorong investor Indonesia memilih diversifikasi investasi lintas negara untuk mengelola risiko portofolio.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Januari 2026
Diversifikasi Investasi Global Jadi Pilihan Investor Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Indonesia
Proyek Kilang sampai Budidaya Unggal Bakal Groundbreaking di Februari 2026
Beberapa proyek strategis diantaranya Proyek Bauksit, Alumunium, Bioavtur, Refinery (Kilang), hingga Proyek Budidaya Unggas.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
Proyek Kilang sampai Budidaya Unggal Bakal Groundbreaking di Februari 2026
Lifestyle
5 Tren Utama Kripto 2026: Dari Dominasi Neobank Hingga Lonjakan Pasar Prediksi
Saat ini, ada lebih dari lima pemain besar di sektor neobank kripto. Revolut, Kast, Ether.fi, Rain, Tria, dan Reddotpay adalah beberapa di antaranya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
5 Tren Utama Kripto 2026: Dari Dominasi Neobank Hingga Lonjakan Pasar Prediksi
Bagikan