Jangan Stres, Nanti Rambut Rontok Lo
Ayo kelola stres. (Foto: Unsplash/Elisa Ventur)
MerahPutih.com - Masalah rambut rontok ternyata tidak sesederhana itu. Meskipun kamu sudah mengandalkan seabrek produk perawatan, rambut tetap bisa rontok apabila kamu stres. Rambut rontok dan stres amat erat kaitannya.
Seperti dikutip dari Healthline, saat stres terjadi fenomena telogen effluvium, yakni rambut rontok berlebihan dan terjadi secara tiba-tiba. Stres merupakan pemicu utamanya. Ada empat faktor yang mengaitkan stres terhadap rambut rontok, misalnya:
1. Siklus pertumbuhan rambut
Rambut memiliki siklus pertumbuhan yang terdiri dari fase pertumbuhan (anagen), fase transisi (katagen), dan fase istirahat (telogen) sebelum rambut rontok dan digantikan oleh rambut baru.
Stres yang signifikan dapat memengaruhi siklus ini, memindahkan rambut lebih cepat ke fase istirahat (telogen). Proses ini dapat menyebabkan peningkatan rambut rontok secara berlebihan dalam waktu yang relatif singkat.
Baca juga:
2. Perubahan hormonal
Stres dapat memengaruhi keseimbangan hormonal dalam tubuh. Perubahan hormonal ini dapat berkontribusi pada perubahan siklus pertumbuhan rambut dan meningkatkan kemungkinan rambut rontok.
3. Perubahan metabolik dan nutrisi
Stres dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan penyerapan nutrisi, yang penting untuk kesehatan rambut. Defisiensi nutrisi atau gangguan metabolisme karena stres dapat menyebabkan rambut rontok.
4. Kebiasaan merusak
Saat stres, seseorang mungkin cenderung melakukan kebiasaan merusak seperti menggaruk kulit kepala atau menarik-narik rambut. Aktivitas ini dapat menyebabkan kerusakan pada akar rambut dan meningkatkan risiko rambut rontok.
Efek stres pada rambut rontok umumnya bersifat sementara. Begitu stres berkurang atau teratasi, biasanya siklus pertumbuhan rambut akan kembali normal.
Baca juga:
Namun, jika kamu mengalami kerontokan rambut yang signifikan atau berkepanjangan akibat stres, konsultasikan dengan dokter atau ahli perawatan kulit untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan lebih lanjut. (ayu)
Bagikan
Tika Ayu
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya