Jangan Salah Pakai Softlens, Pilih yang Berkualitas agar Aman di Mata

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 03 Juni 2024
Jangan Salah Pakai Softlens, Pilih yang Berkualitas agar Aman di Mata

Pilih softlens berkualitas untuk mata. (Foto: Unsplash/Quinten de Graaf)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Memakai softlens tidak boleh sembarangan. Produk softlens harus yang berkualitas dan cara memakainya harus benar agar tidak berbahaya untuk mata.

Seperti dilansir Alodokter, terdapat dua jenis softlens yang dirilis di pasaran, yakni lunak dan keras. Mayoritas pengguna lebih memilih softlens lunak.

Dari segi durasi pakai, softlens juga terdiri dari dua jenis, yakni yang bisa dipakai hingga tiga bulan atau sekali pakai. Untuk softlens yang bisa dipakai hingga tiga bulan, butuh sedikit ekstra perawatan. Saat melepasnya di malam hari, kamu harus rajin membersihkannya.

Sementara softlens sekali pakai, lebih praktis untuk digunakan. Kamu tidak perlu melakukan perawatan karena setelah memakainya kamu bisa langsung membuangnya. Cukup sediakan sepasang softlens baru ketika ingin memakainya.

Baca juga:

Tips Merawat Lensa Kontak

Kemudian, pemilihan softlens juga ditentukan dari kondisi mata. Softlens silicone hydrogel bisa menjadi pilihan terbaik karena dapat membantu oksigen melewati kornea. Softlens jenis ini juga lebih nyaman dipakai.

Sejumlah produk softlens yang beredar di pasaran dapat jadi pilihan kamu, seperti pink rabbit, acuvue, X2, Dreamcon Frozen, Eos hingga lumiere. Semuanya memiliki kualitas baik dan nyaman digunakan.

Bahkan softlens premium merek korea Pink Rabbit Lens belum lama ini memenangi penghargaan Brand Choice Award 2024 kategori softlens. Penghargaan ini didapat setelah mengungguli merek lain dengan kriteria Digital Brand Awareness, Digital Consumer Choice, serta Digital Consumer Reviews & Rating.

“Pink Rabbit Lens berkomitmen untuk menjadi lebih baik, terus berinovasi untuk memberikan produk dan layanan yang terbaik,” ungkap CEO dan Founder dari PT Pinkrabbit Beauty Lens Indonesia Dirda Muthi Kemala Latjuba saat menerima penghargaan itu di JW Marriott Hotel Jakarta, dalam keterangan resminya.

Baca juga:

Lensa Kontak Pintar Pengganti Layar Komputer Tengah Diuji Coba

Nah, apabila kamu ingin mendapatkan rekomendasi softlens yang sesuai untuk mata kamu, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dokter atau optometrist akan memberikan rekomendasi softlens nan nyaman untuk kamu pakai. (ikh)

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Bagikan