Hari Kesehatan Dunia

Jangan Pernah Lakukan Tantangan Menghirup Kondom!

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 03 April 2018
Jangan Pernah Lakukan Tantangan Menghirup Kondom!

Condom Snorting Challange bisa berujung kematian (Foto: pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADA-ada saja memang tren yang beredar di kalangan anak remaja. Di Amerika ada tren baru dikalangan anak muda dengan melakukan sebuah tantangan. Bisa dibilang terlalu tidak waras tantangan tersebut. Pasalnya tantangan itu mengharuskan seseorang menghisap sebuah kondom melalui hidung dan mengeluarkannya melalui mulut.

Condom Snorting Challange sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun silam. Akan tetapi, baru-baru ini tantangan ini kembali viral di sosial media. Kebanyakan dari mereka memposting video tersebut dengan durasi kurang lebih satu menit melalui kanal YouTube, demikian diberitakan Fox News, (3/4).

Entah apa yang ada di pikiran mereka. Sejauh ini mereka yang sudah mencobanya berhasil melalui tantangan tersebut. Akan tetapi tentunya tantangan itu memiliki risiko tinggi bagi kesehatan, hingga bisa saja menyebabkan kematian.

Menimbulkan rasa sakit luar biasa

(Foto: pixabay)

Anggap saja Anda sudah berhasil melakukannya. Dengan mulus kondom akan masuk melalui hidung dan keluar dari mulut. Namun, rasa sakit yang Anda rasakan tidak sepadan dengan viewers yang melihat video Anda bukan? Bahkan akan menyebabkan penyakit sinus kambuh bagi penderitanya. Hidung pun akan menjadi iritasi.

"Bahkan jika Anda berhasil menarik kondom keluar melalui mulut Anda, menghirup kondom hingga hidung Anda akan sangat tidak nyaman dan berpotensi sangat menyakitkan"Apakah itu benar-benar layak untuk mendapatkan lebih banyak like dan view?," Papar Bruce Y. Lee, profesor kesehatan Internasional di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, di kolom untuk Forbes.

Menimbulkan reaksi alergi

(Foto: pixabay)

Sejatinya hidung hanya digunakan untuk menghirup oksigen dan sebagi indera penciuman manusia. Apapun yang masuk melalui hidung selain oksigen akan menimbulkan reaksi alergi pada hidung.

"Apapun yang naik ke hidung seseorang dapat merusak lapisan dalam hidung Anda yang sensitif, menyebabkan reaksi alergi, atau mengakibatkan infeksi,” tegas Lee.

Menyebabkan kematian

(Foto: pixabay)

Akan konyol rasanya jika Anda mati gara-gara melakukan tantangan ini. sangat besar kemungkinannya kondom akan tersangkut dalam hidung atau tenggorokan saat mencobanya. Hasilnya jalur pernapasan akan terhalang dan menimbulkan rasa tercekik. Bisa saja berujung kematian jika tidak ditangani secepatnya.

"Kondom bisa dengan mudah terjebak di hidung atau tenggorokan Anda, menghalangi pernapasan Anda atau menyebabkan Anda tersedak," tambahnya.

Sahabat Merah Putih, jangan pernah coba-coba melakukan tantangan ini ya. Lebih baik melakukan hal yang lebih bermanfaat. Viewers dan yang me-like video Anda tidak sepadan dengan berharganya kesehatan dan nyawa Anda. Semoga saja remaja Indonesia tidak tertular tren gila itu. (Ikh)

#Hari Kesehatan Dunia #Kondom #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan