Jangan Panik, Pertolongan Pertama Sesak Napas
Ilustrasi sesak napas. (Foto: Unsplash/KamranAydinov)
MerahPutih.com - Sesak napas dapat terjadi terhadap siapa saja. Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan pada jantung atau paru-paru. Keracunan zat kimia juga bisa membuat seseorang mengalami sesak napas.
Napas akan terasa lebih cepat saat sesak napas. Orang yang mengalaminya juga bisa merasa cemas, gelisah, mengantuk, bingung, susah bicara, hingga berkeringat.
Baca Juga:
Meski begitu, kamu tidak perlu panik, segera berikan pertolongan pertama pada orang sesak napas. Menurut Alodokter, pertolongan pertama untuk orang sesak napas dimulai dari menempatkan posisinya senyaman mungkin, bisa dengan duduk, berdiri, hingga berbaring.
Kemudian, longgarkan pakaiannya, dan hindari memberikan makanan atau minuman untuk penderita. Tanyakan apakah ia mengonsumsi obat khusus untuk sesak napas seperti inhaler, segera berikan.
Meski kondisinya terlihat sudah membaik, jangan berpikir keadaan kesehatannya sudah stabil. Tetap dampingi hingga bantuan medis datang. Segera menghubungi UGD agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga:
Selain itu, apabila penderita tiba-tiba mengalami henti jantung, segera berikan CPR apabila kamu sudah pernah mendapatkan pelatihannya. Jika belum, segera minta bantuan ke orang sekitar yang memahaminya.
Sesak napas dapat diatasi. Meski begitu, ada beberapa gejala sesak napas yang mesti diwaspadai, misalnya:
- Sulit tidur karena sesak napas
- Infeksi saluran pernapasan
- Batuk berdarah
- Batuk yang tidak kunjung reda setelah 2–3 minggu
- Berkeringat di malam hari saat suhu ruangan sejuk atau kehilangan berat badan tanpa sebab
- Terengah-engah saat melakukan aktivitas ringan
Apabila kamu atau orang terdekat mengalami gejala sesak napas tersebut, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (ikh)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya