Jangan Panik, Pertolongan Pertama Sesak Napas

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 05 Maret 2024
Jangan Panik, Pertolongan Pertama Sesak Napas

Ilustrasi sesak napas. (Foto: Unsplash/KamranAydinov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sesak napas dapat terjadi terhadap siapa saja. Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan pada jantung atau paru-paru. Keracunan zat kimia juga bisa membuat seseorang mengalami sesak napas.

Napas akan terasa lebih cepat saat sesak napas. Orang yang mengalaminya juga bisa merasa cemas, gelisah, mengantuk, bingung, susah bicara, hingga berkeringat.

Baca Juga:

Penyakit Jantung Bawaan Berdampak ke Stunting

Meski begitu, kamu tidak perlu panik, segera berikan pertolongan pertama pada orang sesak napas. Menurut Alodokter, pertolongan pertama untuk orang sesak napas dimulai dari menempatkan posisinya senyaman mungkin, bisa dengan duduk, berdiri, hingga berbaring.

Kemudian, longgarkan pakaiannya, dan hindari memberikan makanan atau minuman untuk penderita. Tanyakan apakah ia mengonsumsi obat khusus untuk sesak napas seperti inhaler, segera berikan.

Meski kondisinya terlihat sudah membaik, jangan berpikir keadaan kesehatannya sudah stabil. Tetap dampingi hingga bantuan medis datang. Segera menghubungi UGD agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:

Stunting Bukan Sekadar Akibat Anak Susah Makan

Selain itu, apabila penderita tiba-tiba mengalami henti jantung, segera berikan CPR apabila kamu sudah pernah mendapatkan pelatihannya. Jika belum, segera minta bantuan ke orang sekitar yang memahaminya.

Sesak napas dapat diatasi. Meski begitu, ada beberapa gejala sesak napas yang mesti diwaspadai, misalnya:

  • Sulit tidur karena sesak napas
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Batuk berdarah
  • Batuk yang tidak kunjung reda setelah 2–3 minggu
  • Berkeringat di malam hari saat suhu ruangan sejuk atau kehilangan berat badan tanpa sebab
  • Terengah-engah saat melakukan aktivitas ringan

Apabila kamu atau orang terdekat mengalami gejala sesak napas tersebut, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (ikh)

Baca Juga:

Bernapas Lewat Mulut Tidak Baik

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan