Hari Kesehatan Internasional

Jangan Panik, Pertolongan Pertama ini Bisa Kamu Lakukan Jika Seseorang Membutuhkan Bantuan Kesehatan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 07 April 2019
Jangan Panik, Pertolongan Pertama ini Bisa Kamu Lakukan Jika Seseorang Membutuhkan Bantuan Kesehatan

Beberapa cara melakukan pertolongan pertama untuk seseorang yang butuh bantuan kesehatan (Foto: Pexels/rawpixel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ENTAH kecelakaan atau kondisi kesehatan tertentu, seperti tersedak atau serangan jantung, itu bisa terjadi pada siapa saja dimanapun dan kapanpun. Jika suatu ketika seseorang di dekatmu mengalami kondisi kesehatan yang bisa mengancam keselamatannya, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah memanggil bantuan medis.

Namun, ada beberapa cara untuk memberikan pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan, setidaknya sampai bantuan medis atau ambulans datang. Jangan pernah menganggap remeh pertolongan pertama untuk seseorang yang membutuhkan bantuan kesehatan, tindakan atau kontribusi sederhana yang kamu lakukan bisa menyelamatkan seseorang.

Banyak dari kita yang cenderung hanya menyaksikan atau mengerubungi orang yang membutuhkan bantuan kesehatan atau dalam kondisi darurat. Bukan untuk pamer atau sekedar terlihat eksis dalam membantu, dalam situasi seperti ini keselamatan seseorang dipertaruhkan.

1. Pertolongan Pertama untuk Seseorang yang Tersedak

Jangan Panik, Pertolongan Pertama ini Bisa Kamu Lakukan Jika Seseorang Membutuhkan Bantuan Kesehatan
Manuver Heimlich menjadi metode ampuh untuk bantu seseorang yang tersedak (Foto: emergencycareforyou)

Ketika seseorang tersedak makanan, mereka akan sulit berbicara bahkan bernapas. Sangatlah penting untuk segera melakukan tindakan ketika orang di dekatmu mengalami kondisi ini. Menurut healthfinder.gov, kerusakan otak bisa terjadi empat sampai enam menit setelah seseorang tersedak.

Pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan berdiri di belakang orang tersebut, berikan pukulan pada punggung (di antara tulang belikat) orang tersebut, berikan dorongan pada perut (manuver heimlich), atau keduanya.

(Video: YouTube/Sikana English)

2. Pertolongan Pertama untuk Pendarahan

Jangan Panik, Pertolongan Pertama ini Bisa Kamu Lakukan Jika Seseorang Membutuhkan Bantuan Kesehatan
Simulasi pertolongan pertama untuk pendarahan (Foto: ertraining.ie)

Kehilangan banyak darah sangatlah berbahaya untuk seseorang. Jika itu terlihat sangat parah, segeralah menelepon bantuan medis dan cobalah untuk menghentikan pendarahan tersebut sampai pertolongan datang.

Caranya? Berikan tekanan pada titik luka dengan kuat sampai pendarahan berhenti. Sebisa mungkin, gunakan kain atau plastik bersih untuk melakukan prosedur tersebut. Jangan pernah menggunakan bahan-bahan (garam, baking powder, dsb) yang mungkin pernah kamu lihat dalam film untuk menghentikan pendarahan, itu tidak akan membantu malah akan memperburuk dan menyebabkan infeksi.

(Video: YouTube/Sikana English)

3. Pertolongan Pertama untuk Terkilir atau Keseleo

Jangan Panik, Pertolongan Pertama ini Bisa Kamu Lakukan Jika Seseorang Membutuhkan Bantuan Kesehatan
Pergelangan kaki yang terkilir (Foto: ayushology.com)

Cedera ini seringkali terjadi dalam olahraga. Ketika itu terjadi, di pergelangan kaki misalnya, pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan adalah meminta orang tersebut untuk tidak menggerakkannya. Kemudian carilah handuk dingin dan es untuk mengompres bagian yang terkilir, setidaknya untuk 20 menit.

Seberapa serius kondisi terkilir baru bisa diketahui ketika itu telah diperiksakan ke dokter atau ahli kesehatan, dari situ barulah perawatan lebih lanjut bisa dilakukan. Sebelum sampai ke dokter dan memeberikan diagnosanya, kamu bisa memberikan obat anti-inflamasi untuk orang tersebut untuk mencegah pembengkakan.

(Video: YouTube/Sikana English)

4. Pertolongan Pertama untuk Patah Tulang

Jangan Panik, Pertolongan Pertama ini Bisa Kamu Lakukan Jika Seseorang Membutuhkan Bantuan Kesehatan
Perawatan pertama untuk patah tulang (Foto: aboutkidshealth.com)

Merupakan kondisi lebih buruk dari kondisi terkilir atau keseleo, tindakan yang perlu dilakukan untuk pertolongan pertama pun tidak jauh berbeda. Namun dibutuhkan pemeriksaan menggunakan x-ray untuk menindaklajuti kondisi medis ini.

Adapun pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan yakni pastikan orang tersebut untuk menggerakkan bagian tubuh yang patah. Stabilkan bagian tersebut dengan belat dan bantalan untuk meminimalisir pergerakan. Obat anti-inflamasi mungkin dibutuhkan, selain itu jangan berikan seseorang itu makan atau minum selama perjalanan menemui dokter untuk merawatnya lebih lanjut.

(Video: YouTube/Sikana English)

5. Pertolongan Pertama untuk Serangan Jantung

Pertolongan Pertama ini Bisa Kamu Lakukan Jika Seseorang Membutuhkan Bantuan Kesehatan
Latihan melakukan CPR (Foto: Pexels/rawpixel)

Jika seseorang di dekatmu mengalami serangan jantung, setelah menelepon pertolongan, cardiopulmonary resuscitation (CPR) adalah prosedur medis yang paling penting untuk dilakukan. Bila tidak dilakukan, nyawa seseorang tersebut bisa tak terselamatkan. Namun, Melakukan CPR atau menggunakan defibrillator eksternal otomatis (AED) dapat menyelamatkannya.

Di Indonesia AED belum tersedia di berbagai tempat umum seperti di luar negeri, pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan hanyalah dengan melakukan CPR. Segera mulai kompresi pada, tekan dengan keras dan cepat di tengah dada. Jika itu belum berhasil, kamu bisa menyelinginya dengan bantuan pernapasan sampai orang tersebut kembali bernapas.

(Video: YouTube/Sikana English)

Kamu tidak perlu malu atau menunggu orang lain untuk melakukan pertolongan pertama terhadap seseorang yang membutuhkan bantuan kesehatan. Jika kamu mengerti cara untuk melakukannya namun hanya berdiam diri, bukankah itu akan menjadi sebuah penyesalan? Terlebih ketika nyawa seseorang yang dipertaruhkan. (ADP)

#Hari Kesehatan Internasional #APRIL EKSIS #Tips Kesehatan #Info Kesehatan #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan