MerahPutih.com - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mendorong perusahaan pemerintah yang bergerak di sektor pangan meyakinkan publik bahwa mereka bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pihaknya juga meminta masyarakat tak perlu khawatir. Hal tersebut terkait adanya kepanikan sebagian masyarakat, dengan memborong barang/bahan pangan tertentu, setelah diketahui dua warga Indonesia di dalam negeri positif terjangkit virus corona.
Baca Juga:
MPR Minta Pemerintah Tegaskan Status Indonesia Soal Virus Corona
"BUMN juga meminta ke perusahaan yang berhubungan dengan pangan seperti Bulog untuk meyakinkan publik. Kita akan mampu menyediakan bahan makan. Jangan sampai khawatir gitu loh kehabisan makanan," paparnya.
Perum Bulog menjamin ketersediaan stok beras aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, baik untuk kebutuhan jelang Ramadan dan kondisi tak terduga. Untuk itu pihaknya meminta masyarakat tak perlu khawatir dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan pihaknya sudah menginstruksikan seluruh anak buahnya untuk menyiapkan stok beras dan kebutuhan pangan lainnya yang menjadi tanggung jawab perum tersebut.
Bulog menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat walau ada lonjakan permintaan yang tiba-tiba. Bulog akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersediaan pangan tersebut," kata Budi Waseso.
Baca Juga:
Pemerintah Bakal Identifikasi Pengunjung Klub Dansa Tempat Warga Teridentifikasi Virus Corona
Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu menjelaskan, hingga saat ini, stok beras yang tersimpan di gudang-gudang BULOG seluruh Indonesia mencapai 1,7 juta ton dari total kapasitas gudang yang tersedia sebesar 3,8 juta ton.
Ketersediaan stok beras akan terus bertambah mengingat akan memasuki musim panen raya sehingga pasokan beras betul-betul aman tersedia bagi kebutuhan masyarakat dalam situasi apapun. (Knu)
Baca Juga:
Corona Masuk Indonesia, UNS Surakarta Larang Mahasiswa dan Dosen Pergi ke Luar Negeri