Jangan Panik! Ini Yang Harus Dilakukan Saat Teman Terindikasi Ingin Bunuh Diri

P Suryo RP Suryo R - Jumat, 11 Oktober 2019
Jangan Panik! Ini Yang Harus Dilakukan Saat Teman Terindikasi Ingin Bunuh Diri

Sebaiknya menyarankan untuk menemui profesional. (Foto: Pixabay/Foundry)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DEPRESI adalah salah satu gangguan psikis yang paling mematikan. Meskipun gejalanya kerap terabaikan, depresi dapat menghancurkan citra diri seseorang. Depresi yang dibiarkan berlarut-larut dapat menyebabkan seseorang semakin terpuruk. Tak tahan dengan derita yang dialami, mereka pun memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya.

Salah satu publik figur yang pernah mengakhiri hidupnya karena depresi adalah member SHINee, Jonghyun. Semasa hidup, ia merasa depresi layaknya monster yang terus melahapnya hingga habis. Puncaknya, ia memilih untuk membinasakan rasa depresi dengan mengakhiri hidupnya.


Baca Juga:

Cerita Ardhito Pramono, Pernah Hampir Overdosis Hingga Depresi

rena masri
Rena Masri, Cari tahu apakah ada sikap menyakiti diri sendiri. (Foto: dok.pribadi)


Tak hanya dialami oleh mereka yang bekerja di industri hiburan, depresi juga bisa dialami oleh orang di sekitar kita. Tak terkecuali dengan teman kita. Lalu apa yang harus dilakukan saat teman dekat kita mengalami depresi dan terindikasi ingin bunuh diri?

Sebelum mencapai fase percobaan bunuh diri, orang-orang yang mengalami depresi cenderung memiliki sikap destruktif. Ada begitu banyak cara yang mereka lakukan dalam menyakiti diri sendiri mulai dari menggoreskan benda tajam ke kulit hingga meminum racun serangga. "Cari tahu apakah ada sikap menyakiti diri sendiri atau tidak, seberapa jauh ia menyakiti diri sendiri," ujar Psikolog Rena Masri. Dengan demikian, kita bisa memprediksi apa yang teman kita lakukan dalam upaya bunuh diri. Kita pun bisa mengantisipasi dengan tepat.

Sebenarnya yang mereka butuhkan adalah teman yang mau mendengarkan cerita dengan baik. Pastikan kita bisa melakukannya secara aktif sehingga teman kita bisa meluapkan perasaannya hingga merasa lega.

Saat ia mulai menceritakan permasalahannya, hindari sikap yang menghakimi. Jangan salahkan dirinya. Sikap yang menghakimi dan menilai akan mempengaruhi orang semakin tertekan dan depresi. "Sebisa mungkin jangan melakukan penilaian atau judgmental terhadap permasalahan yang dia hadapi," saran Rena.

Baca Juga:

Hindari Nasihat, Ini Yang Harus Dilakukan Saat Menghadapi Orang Depresi

mental
Jadilah teman tapi bukan menghakimi. (Foto: Pixabay/Free-Photos)


Kemudian pastikan dia merasa nyaman dengan keberadaan kita. Ketika mereka mendapatkan rasa aman dan nyaman di sisi kita, mereka akan tahu kepada siapa mereka harus datang saat stres mulai menghinggapi mereka. "Katakan padanya bahwa mereka bisa bercerita pada kita. Saya ada di sini untuk kamu. Itu yang akhirnya bisa membuat teman merasa percaya dengan kita dan mendapatkan rasa aman dan nyaman," urai Rena. Mereka pun bisa meluapkan isi hatinya secara utuh sehingga keinginan untuk menyakiti diri sendiri perlahan-lahan berkurang.

Sehabis dia meluapkan uneg-uneg, lontarkan kalimat afirmasi yang mampu meningkatkan kepercayaan dirinya. Misalnya, menanyakan keadaannya, menerima emosi yang mereka rasakan, atau meyakinkan bahwa mereka akan tetap baik-baik saja seburuk apapun kondisi yang mereka hadapi. "Sampaikan juga bahwa mereka berharga dan ada banyak orang yang mengharapkan keberadaannya," jelas Rena. Perasaan diharapkan membuat emosi mereka mulai stabil dan lambat laun mulai membaik.

Tak ada salahnya untuk menganjurkan dia menuliskan apa yang dialami dan dirasakan. Dengan demikian, perasaannya bisa terekspresikan denga positif.

Sebaik dan sesabar apapun kita, tenaga profesional lebih mampu dalam menghadapi dan mengatasi ketidakstabilan emosi teman kita. Jika dibutuhkan, tenaga profesional juga akan menambahkan obat pendukung yang dapat mengendalikan kognitif mereka. Jika kamu benar-benar peduli pada mereka, arahkan mereka untuk menemukan tenaga profesional. (avia)

Baca Juga:

Kelainan Mental yang Berpotensi Melakukan Bunuh Diri

#Gangguan Mental #Kesehatan Mental #Gangguan Jiwa #Depresi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Langkah Atasi Lingkungan Kerja Toksik Biar Tetap Produktif
Dari 80 persen pemicu masalah kesehatan jiwa pekerja berasal dari kondisi kerja itu sendiri, mulai dari tuntutan pekerjaan yang tidak realistis,
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Langkah Atasi Lingkungan Kerja Toksik Biar Tetap Produktif
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Indonesia
Menkes Perluas Jangkauan CKG Buntut Anak 11 hingga 14 Tahun Bunuh Diri di Awal Tahun 2026
Langkah promotif-preventif ini diambil menyusul temuan kasus tragis empat anak usia 11-14 tahun yang meninggal dunia akibat bunuh diri di berbagai wilayah Indonesia sepanjang awal tahun 2026
Angga Yudha Pratama - Senin, 09 Maret 2026
Menkes Perluas Jangkauan CKG Buntut Anak 11 hingga 14 Tahun Bunuh Diri di Awal Tahun 2026
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan