Jangan Kunyah Es Batu, Begini Dampaknya
Jangan mengunyah es batu. (Foto: Unsplash/Giorgio Trovato)
SEHABIS minum es teh manis, sebagian orang memilih untuk mengunyah es batu entah untuk rasa kepuasan atau membuat mulut mereka dingin.
Tak seperti permen karet, mengunyah es batu termasuk salah satu perilaku buruk yang dapat merusak gigi, termasuk warna putih gigi.
Baca juga:
Ahli kesehatan gigi mengatakan, setiap kali kamu mengunyah es batu, ternyata berisiko merusak atau melemahkan email gigi. Email gigi merupakan lapisan pelilndung yang keras dan melindungi bagian dalam gigi yang halus.
"Jika enamel gigi rusak, gigi dan seluruh kebersihan mulut, termasuk gusi, akan rentan terhadap lebih banyak infeksi bakteri dan penyakit," kata Shahrooz Yazdani, DDS, dari Yazdani Family Dentistry mengutip Insider.
American Dental Association menjelaskan, ketika kamu memaksa dua permukaan yang sangat keras bersama-sama, salah satunya akan patah. Sebagian besar memang es yang pecah, tetapi kadang-kadang bisa juga gigi yang menanggung beban kerusakan.
Menurut Profesor Kedokteran Gigi di Columbia University Medical Center, John Grbic, selain melemahnya email gigi, selalu ada kemungkinan gigi patah. Belum lagi ada risiko gusi menjadi rusak.
Mengunyah es dapat memberi tekanan pada gusimu, sehingga menyebabkan resesi. Resesi gusi ketika jaringan gusi terkikis akibat penyakit gusi atau cedera traumatis (seperti cedera berkepanjangan) dan masalah genetik.
Baca juga:
Bila kondisi ini terjadi, maka akar gigimu terbuka. Bagian gigi ini lebih sensitif sehingga jikamu mengalami resesi gusi, gigimu mungkin menjadi lebih sensitif dan membuat makan makanan dingin dan panas menjadi tidak nyaman.
Lalu, apakah ada alternatif yang lebih sehat?
Jika kamu tetap ingin merasakan sensasi dingin, Grbic merekomendasikanmu untuk membiarkan es meleleh di mulut daripada harus mengunyahnya. Sayangnya, jika yang kamu inginkan adalah suatu kerenyahan, permen menjadi ide buruk sebagai pengganti es.
Kamu bisa memilih es serut, yang jauh lebih lembut. Meskipun mengunyah es dalam kapasitas berapa pun dapat membahayakan gigimu. Paling tidak, es yang sudah dihancurkan dapat meminimalkan kerusakan yang terjadi dibandingkan dengan yang utuh.
Beberapa peneliti mengaitkan keinginan mengunyah es dengan anemia defisiensi besi. Yakni suatu kondisi yang dapat menyebabkan kelelahan yang tidak biasa. Teori menyatakan mengunyah es secara kompulsif membuat orang yang kekuarangan zat besi lebih waspada dan terjaga. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya