Jangan Berikan TV dan Gadget Kepada Anak Secara Bebas

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 15 November 2015
Jangan Berikan TV dan Gadget Kepada Anak Secara Bebas

Gina dan Srimaya kedua anggota Srikandi Pemuda Pancasila menaruh perhatian penuh pada pendidikan Indonesia (Foto: MP/Facruddin Chalik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Media massa khususnya televisi dapat meracuni otak anak seba bisa menimbulkan ketagihan dan autisme. Jika ingin membangun moralitas dan etika dalam mendidik anak, orang tua harus memberikan waktu dan pengawasan ketat terhadap kebebasan anak bersentuhan dengan media televisi. Hal tersebut diungkapkan Gina menjadi Kabid Pendidikan Srikandi Pemuda Pancasila kepada merahputih.com di Jakarta, dalam acara Mukernas dan HUT Pemuda Pancasila, kemarin.

"Cobalah kalau nonton tv anak-anak itu diberikan waktu yang terbatas, paling lama satu jam. Dan itupun harus dengan pengawasan kita. Tapi yang saya lihat jaman sekarang, di rumah itu semua kamar anak ada tv nya. Itu berbahaya," ujar Gina.

Gina mensinyalir media TV menjadi penyebab runtuhnya moralitas dan etika generasi muda yang terkikis oleh gempuran budaya luar dari media televisi. Menurut Gina, televisi adalah contoh buruk bagi perkembangan otak, mental dan psikologis anak. Sehingga menurut Gina, perlu adanya MOU bersama antara orang tua dan anak dalam menyepakati dan melakukan berbagai kegiatan yang akan dilakukan anak.

"Ada kita buat perjanjian sama anak, orang tua tanda tangan, anak tanda tangan, isi perjanjiannya, kita buat bersama. Misal nonton tv cuma satu jam, setiap hari, dan jika melanggar apa punishmentnya, misalkan uang jajannya dipotong, tapi pasal-pasal itu harus disepakati oleh anak dengan penuh kesadaran, dan dia harus tandatangani bersama kesepakatan itu, dengan begitu anak merasa dianggap dan dihargai oleh orang tuanya, kenapa begitu, karena anak adalah anak, dia punya dunia anak, berikan tontotan untuk anak, misal film kartun, tapi kalau sudah sinetron, harus tegas untuk kita break," ujar Gina.

Begitu juga ketika bicara gadget. Menurut Gina, gadget adalah racun yang amat dahsyat bagi kebiasaan dan perilaku anak. "Gadget apapun itu bentuknya, dibatasi penggunaannya. Khususnya game, game itu merusak otak dan mental. Karena game membuat anak kecanduan untuk menjadi addicted dan autis, gadget itu dikenalkan kepada anak, sebagai kebutuhan, bukan keseharian, gunakan gadget sesuai keperluannya saja," paparnya.(aka)

Baca Juga:

  1. Gina: Bangun Pendidikan Calon Pemimpin Masa Depan Bukan Pekerja
  2. Kabid Pendidikan Srikandi Pemuda Pancasila: Bangun Kecintaan Belajar itu Penting
  3. Pemuda Pancasila Bangun Pendidikan Bangsa Lewat Srikandi
  4. Ingin Kenal Kearifan Lokal, Eva Toisutta Gabung Pemuda Pancasila
  5. Srikandi Pemuda Pancasila: Nilai Pancasila di Masyarakat Mulai Luntur

 

#Sistem Pendidikan #Ormas Kepemudaan #Srikandi Pemuda Pancasila #Pemuda Pancasila
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan UU Organisasi Profesi Bakal Tertibkan Ormas Gadungan
Boleh saja membuat perkumpulan, nggak ada yang marah. Tapi tidak bisa memberi sanksi misalnya kepada dokter yang melakukan malapraktik. Nah, ini yang belum ada sampai sekarang
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Maret 2026
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan UU Organisasi Profesi Bakal Tertibkan Ormas Gadungan
Indonesia
Japto Soerjosoemarno Diperiksa KPK 4,5 Jam Terkait Kasus Korupsi Batu Bara
Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno diperiksa KPK selama 4,5 jam sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi batu bara.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 10 Maret 2026
Japto Soerjosoemarno Diperiksa KPK 4,5 Jam Terkait Kasus Korupsi Batu Bara
Indonesia
KPK Kembali Periksa Ketum PP Japto Soerjosoemarno terkait Kasus Suap Eks Bupati Kukar
KPK kembali memeriksa Ketua Umum Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno. Pemeriksaan itu terkait kasus gratifikasi eks Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.
Soffi Amira - Selasa, 10 Maret 2026
KPK Kembali Periksa Ketum PP Japto Soerjosoemarno terkait Kasus Suap Eks Bupati Kukar
Indonesia
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Ketidakmampuan orang tua memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak merupakan teguran bagi negara.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Indonesia
MK Tolak Perubahan Usai Pemuda Menjadi 40 Tahun di UU Kepemudaan
Mahkamah tidak dapat menerima permohonan itu lantaran pemohonnya tidak memiliki kedudukan hukum. Adapun perkara tersebut dimohonkan oleh DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Oktober 2025
MK Tolak Perubahan Usai Pemuda Menjadi 40 Tahun di UU Kepemudaan
Indonesia
TNI Diminta Sapu Bersih Ormas Preman yang Meresahkan dan Mengaku Terafiliasi Parpol
Masyarakat tidak boleh hidup dalam ketakutan, masyarakat perlu kehidupan yang layak
Angga Yudha Pratama - Jumat, 10 Oktober 2025
TNI Diminta Sapu Bersih Ormas Preman yang Meresahkan dan Mengaku Terafiliasi Parpol
Indonesia
Diperiksa KPK 7 Jam, ini Kata Ketum PP Japto Soerjosoemarno
Ketum PP, Japtop Soerjosoemarno diperiksa KPK selama tujuh jam. Ia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan gratifikasi dan pencucian uang eks Bupati Kutai Kartanegara.
Soffi Amira - Rabu, 26 Februari 2025
Diperiksa KPK 7 Jam, ini Kata Ketum PP Japto Soerjosoemarno
Indonesia
Ketum PP Japto Klaim Sudah Serahkan 11 Mobil Sitaan ke KPK
Diketahui, deretan mobil mewah yang disita KPK dari rumah Japto yang berlokasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, itu sempat dititipkan di kediamannya
Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 Februari 2025
Ketum PP Japto Klaim Sudah Serahkan 11 Mobil Sitaan ke KPK
Indonesia
Sekjen Pemuda Pancasila Sebut Japto Akan Hadir Penuhi Panggilan KPK
Ketum Pemuda Pancasila (PP) Japto Soerjosoemarno akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) eks Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.
Frengky Aruan - Rabu, 26 Februari 2025
Sekjen Pemuda Pancasila Sebut Japto Akan Hadir Penuhi Panggilan KPK
Indonesia
Besok, KPK Panggil Ketua Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno
KPK akan mengonfirmasi sejumlah barang bukti yang diduga terkait perkara yang disita dari penggeledahan di rumah Japto beberapa waktu lalu
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 Februari 2025
Besok, KPK Panggil Ketua Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno
Bagikan