Jangan Anggap Remeh! Begadang Ternyata Buat Libido Turun
Jangan suka begadang dija tak ingin libido turun (Foto: Pixabay/5688709)
BEGADANG memang menjadi salah satu solusi agar pekerjaan cepat selesai. Sayangnya, hal itu ternyata berdampak negatif terutama bagi kaum pria. Berdasarkan penelitian, begadang bisa menurunkan hormon testosteron.
Dilansir dari Dailymail, penelitian yang dipipin University of Miami itu menjelaskan tidur dari hampir 2.300 pria antara dua hingga 12 jam setiap malam. Dari jumlah tersebut, ditemukan seorang pria yang tidurnya di bawah rata-rata yakni 6,9 jam akan kehilangan 1,5 persen hormon testosteron.
Penurunan itu disebabkan tidur bisa mengganggu sinyak otak yang mengontrol hormon seks. Penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan di Denver itu menjelaskan kualitas tidur harus diperhitungkan ketika mempelajari penurunan kadar, yang dapat menyebabkan hilangnya dorongan seksual, depresi, dan kelelahan.
Penurunan kadar testosteron karena kurang tidur juga disebutkan dalam studi yang dipublikasikan Journal of American Medical Association. Peneliti membandingkan kadar testosteron pada 10 pemuda sehat setelah sepekan tidur normal dan sepekan kurang tidur.
Dikutib webmd.com, pekan pertama mereka diminta untuk tidur delapan jam di rumah setiap malam. Kemudian mereka diminta tidur 10 jam setiap malam selama tiga hari dan 5 jam selama delapan malam di laboratorium tidur.
Hasilnya, kadar testosteron menurun 10-15 persen setelah seminggu kurang tidur dibandingkan saat tidur mereka cukup. Penurunan kadar testosteron ini juga berkaitan dengan hilangnya semangat di antara para peserta.
Kadar hormon testosteron di dalam tubuh pria normalnya berkisar 250-1100 ng/dL dengan kadar rata-rata 680 ng/dL. Hormon tersebut akan terus meningkat saat masa pubertas dan mencapai puncak di usia 20 tahun. Kemudian, saat usia 30 tahun hormon testosteron berkurang satu persen tiap tahunnya.
Hormon ini bukan hanya ada para pria saja melainkan juga ada di tubuh perempuan. Hormon testosteron diproduksi di dalam ovarium dengan jumlah sedikit yakni berkisar antara 8-60 ng/dL. Hormon ini diproduksi bersama hormon seks perempuan yakni estrogen.
Kurang tidur sendiri bukanlah satu-satunya penyebab hormon testosteron menurun. Beberapa sebab lain yakni depresi atau sedih, kurang percaya diri, sering meminum alkohol, memiliki masalah konsentrasi dan trauma. (yani)
Bagikan
Berita Terkait
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry