Merahputih.com - Anggota Komisi V DPR RI, Ali Mufti, mendesak penguatan mitigasi bencana banjir di jalur vital transportasi mudik Jawa Timur guna menjamin keselamatan penumpang menjelang musim mudik Lebaran 2026.
Desakan ini disampaikan sebagai respons terhadap prakiraan BMKG yang menunjukkan potensi hujan intensitas tinggi sepanjang Maret yang berisiko melumpuhkan konektivitas antarwilayah.
Baca juga:
Mudik Lebaran 2026: Ribuan Masjid Buka 24 Jam untuk Pemudik, Siapkan Takjil Gratis!
Sinergi Teknologi dan Aksi Lapangan
Ali menekankan pentingnya pemanfaatan sistem Digital Weather for Traffic milik BMKG secara real-time. Menurutnya, data cuaca tidak akan berguna tanpa adanya aksi cepat dari operator transportasi di lapangan untuk mencegah kecelakaan maupun keterlambatan perjalanan.
"Sinergi antara BMKG dan operator transportasi harus diperkuat. Informasi cuaca ekstrem harus segera direspons dengan aksi cepat guna mencegah kecelakaan maupun gangguan keterlambatan perjalanan masyarakat," ujar Ali Mufti, Rabu (25/2).
Kesiagaan Penuh di Titik Rawan Daop 8
Secara spesifik, Komisi V meminta PT KAI Daop 8 Surabaya untuk menyiagakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di titik-titik yang teridentifikasi rawan banjir dan longsor, khususnya pada lintas Surabaya-Malang-Blitar.
Keberadaan material cadangan seperti pasir, bantalan rel, dan batu koral dianggap sebagai kunci percepatan pemulihan jalur jika sewaktu-waktu terjadi gangguan alam.
Baca juga:
Rute dan Harga Tarif KA Rajabasa yang Bikin Palembang-Lampung cuma 9 Jam, Mudik makin Mudah
"Keamanan penumpang adalah prioritas tertinggi. PT KAI harus memastikan seluruh fasilitas penolong siap digunakan kapan saja. Jangan sampai antisipasi kalah cepat dengan dinamika cuaca di lapangan," tegas Ali Mufti.
Saat ini, KAI Daop 8 telah memetakan daerah pemantauan khusus guna menekan risiko seminimal mungkin. Koordinasi lintas sektoral antara BMKG, Basarnas, dan operator transportasi diharapkan mampu menjaga kelancaran masa angkutan Lebaran 2026 di tengah ancaman cuaca ekstrem.